
Falsafah Hidup. Tinggalkanlah banyak jejak kebaikan, karena itu yang akan membuatmu kekal. Jejak jejak kebaikan itulah nanti yang akan menentukan wajah sejarah kita, wajah peradaban kita.
Jejak jejak kebaikan itulah nanti yang akan terus dikenang oleh penerus kita, oleh generasi kita. Bahkan akan dikenang oleh pembenci kita.
Orang yang jejak kebaikannya banyak terpahat dimuka bumi, dia akan kokoh dalam kondisi apapun, dalam turbulensi apapun. Orang orang yang jejak kebaikannya lebih banyak, maka fitnah keji, pembunuhan karakter, dkk tidak akan mampu menggoyangnya. Teruslah meninggalkan banyak jejak kebaikan, karena jejak jejak itulah nanti yang akan membuat seseorang dikenang di batu nisan nya.
Jangan pernah menyia-nyiakan waktu untuk yang tidak relevan lagi, jangan pernah sibuk dengan masa lalumu, karena masa lalu tidak akan pernah menang.
Manusia yang terlalu banyak berdebat dan berpolemik, akan tidak punya waktu untuk menorehkan karya karya besar.
Tinggalkan semua perdebatan, tinggalkan semua percekcokan, karena hakikatnya tidak ada kebaikan disana kecuali sekedar memuaskan selera. Manusia cerdas, dia tau kapan berdebat, kapan berbicara, kapan mengkritik dan kapan melawan. Dia juga tau kapan bekerja nyata dalam diam.
Manusia yang tidak relevan adalah mereka yang terlalu lama berdamai dengan masa lalu, mencari sensasi dan terus menerus dalam tema tema yang remeh dan receh.
Arah baru kita tidak bercirikan begitu, arah baru kita dirancang untuk meninggalkan sebanyak banyaknya jejak kebaikan dalam perjalanan kita.
Arah baru kita bercirikan karya, introspeksi, kontempelasi, fokus, determinasi, dan keyakikan yang kuat akan misi yang kita usung. Arah baru kita bercirikan amal, timing, analisa, akurasi, narasi, komunikasi, kolaborasi dan kerja rapi dalam senyap atau terang.
Kontempelasi, untuk apa kita ada, kemana kita akan melangkah, yakin tidaknya kita dengan jalan kita. Kontempelasi jejak kebaikan apa yang mau kita tinggalkan.
Fokus berkarya, meninggalkan yang salah, menguatkan yang benar, memperjelas arah, membuat terang cita cita, mempermudah dalam fatwa dan eksekusinya. Inilah ciri ciri kita, kita tidak punya proxy, kita tidak punya lawan atau rival yang harus kita benci, kita tidak bisa hidup dengan dendam apapun alasan dibalik itu.
Kita yakin, bahwa semakin banyak jejak kebaikan yang kita tinggalkan, itulah jaminan keamanan kita dijalan, itulah sabuk pengaman kita. Sibuk dengan kaca spion, tidak fokus dengan misi, terus menyerempet kearah lama dan terus menerus larut dalam nostalgia. Adalah ciri manusia lemah dan cengeng. Kita yakin, sebuah arah baru hanya akan tercapai kalau cara kita benar benar terasosiasi dengan nilai nilai pembaharuan dan nilai nilai intropeksi.
Karena pada dasarnya, sebuah kesalahan yang sama yang terulang, itu berawal dari akumulasi kesalahan kita yang sering kita tolerir dan kita maafkan. Tajam keluar tumpul muhasabah ke dalam.
Sibuk dengan tema tema remeh adalah ciri manusia yang tidak produktif, tidak kompetitif dan ciri mindset yang jalan ditempat tanpa kemajuan. Arah baru kita sekali lagi, bercirikan kesadaran sejarah, kesadaran memikul beban, kesadaran akan jalan panjang, dan kesadaran bahwa kita bukan yang terbaik. Kita masih terus berkarya sambil terus belajar di jalan ini.
Ajaklah semua kalangan untuk berkolaborasi, ajaklah mereka berbicara tema tema besar dan harapan dimasa depan. Ajaklah mereka terlibat dalam misi sama sama meninggalkan jejak jejak kebaikan. Jangan ajak mereka berpikir sempit, jangan ajak mereka bernostalgia, jangan ajak mereka gagal move on, dan jangan ajak mereka ikut mengkerdilkan mental. Karena kalian akan gagal menjadi leader.
Karena pada akhirnya, sebesar apa jejak kebaikan yang berhasil kamu tinggalkan selama hidup, itulah nilai hakiki kamu diatas kanvas akhirat. Jangan pernah takut untuk berbuat baik dan benar, meski tidak harus mendapatkan imbalan setimpal yang telah kita perbuat baik dan benar kepada orang lain. Karena Allah yang menjaminnya.
Editor : Agus WA

No comments:
Post a Comment