Search This Blog

Thursday, June 28, 2018

TMMD Sengkuyung Kodim 0701 Banyumas Segera Dimulai





SALURKAN HOBI MANCING ANDA

Lomba Mancing Ikan Lele HUT Bhayangkara ke 72 di saluran irigasi Binangun, Cilacap. Minggu, 01 Juli 1018. Total berat ikan Satu Ton. Hadiah utama uang tunai Rp. 15 juta dan empat unit Sepeda Motor. Info pendaftaran : Oyit. No Hp : 081327380757

Friday, June 22, 2018

Netralitas TNI AD jangan Pernah Diragukan

Kadispenad menegaskan bahwa dalam perhelatan Pilkada Serentak 2108 maupun tahapan Pemilihan Legistlatif dan Pemilihan Presiden/Wakil Presiden, TNI AD senantiasa menjaga dan memegang teguh Netralitas TNI. *Hal ini tidak terlepas dari komitmen TNI AD yang sering disampaikan oleh Kepala Staf Angkatan Darat.

Dalam pernyataan resminya di Mabesad, Jumat (22/6/2018), Brigen TNI Alfret Denny D. Tuejeh menyampaikan bahwa “Bagi TNI AD, netralitas TNI merupakan jiwa, nafas dan sikap setiap prajurit. Tidak hanya terkait dengan pesta Demokrasi namun juga dalam kehidupan kesehariannya, baik didalam kedinasan maupun kehidupan sosial kemasyarakatan. Ini sudah final, tidak bisa ditawar-tawar, bahkan diragukan maupun dipertanyakan lagi”.

Kemudian, dalam menyikapi situasi Politik  yang demikian dinamis menjelang hari pencoblosan tanggal 27 Juni 2018, Kadispenad mengajak agar seluruh komponen bangsa untuk sama-sama mendukung pelaksanaan pemilihan Kepala Daerah dengan baik. 

“Menjelang hari pemilihan yang sudah tinggal hitungan jari, TNI AD mendorong agar seluruh rakyat Indonesia untuk terlibat secara aktif dan positif guna mendukung terlaksananya pemilihan kepala daerah serentak di 171 wilayah secara langsung, umum, jujur, adil serta damai” Imbuhnya.

Selanjutnya,  dalam menyikapi keikutsertaan para purnawirawan dalam Pilkada, Kadispenad juga menyatakan bahwa sebagaimana telah diatur dalam UUD 1945 dan UU TNI No 34 tahun 2004, TNI AD tidak akan pernah terlibat, melibatkan diri atau dilibatkan dalam politik praktis.

“Tugas TNI hanya mempertahankan, melindungi, dan memelihara keutuhan dan kedaulatan negara. Adapun tugas dan peran dalam pengamanan pelaksanaan pesta demokrasi, sifatnya hanya tugas bantuan kepada Polri. TNI AD tidak mempunyai niat sedikitpun untuk mempengaruhi proses maupun hasilnya. Kita (TNI AD) senantiasa menempatkan diri diatas kepentingan seluruh  rakyat dan bangsa Indonesia”, tutur lulusan Akademi Militer angkatan 1988 ini.

“Saya ingatkan kembali, sebagaimana yang telah disampaikan Kepala Staf Angkatan Darat, meski dibeberapa daerah terdapat para purnawirawan TNI yang mencalonkan diri, bagi Angkatan Darat itu merupakan hak politik mereka sebagai masyarakat sipil dan tidak ada hubungannya dengan Angkatan Darat lagi” tegasnya.

“Dengan adanya Perintah Presiden, Panglima TNI dan Kasad, serta penekanan pada setiap pengarahan kepada prajurit, baik dalam kunjungan kerja bahkan safari ramadan, yang juga memerintahkan prajurit agar netral, maka seharusnya tidak ada lagi yang meragukan Komitmen TNI AD terkait masalah Netralitas. Kalaupun ada yang terindikasi tidak netral, itu mungkin saja terjadi kepada oknum tertentu. TNI AD sangat berterima kasih menerima masukan dan kritikan, kalau memang ada prajurit yang tidak netral. Hal ini menunjukan kecintaan terhadap TNI AD dalam mengawal Proses demokrasi di Indonesia. Namun pada sisi lain, kita berharap ada masukan yang pasti dan jelas, siapa prajurit yang tidak netral, dari satuan mana asalnya. Sehingga bukan hanya asal bicara tapi tidak menunjukan bukti yang benar. Kalau ada laporkan secara resmi dan benar, pasti akan kita tindak secara tegas dan bahkan terbuka. Proses hukum terhadap prajurit yang tidak netral juga merupakan bagian dari proses demokrasi yang baik di Indonesia”.

“Kemudian, bagi TNI AD, perilaku ini (ketidaknetralan) tidak hanya menciderai kepercayaan masyarakat namun juga melanggar perintah atasan yang sudah sering disampaikan bahkan sumpah dan janjinya sebagai prajurit serta amanah undang-undang. Ini bukan hanya sekedar retorika belaka, kita akan lihat bersama, apakah TNI AD menindaklanjutinya atau tidak, dan publik pun bisa menilai komitmen dan integritas ini” ucap Jenderal berbintang satu yang oleh Media akrab dipanggil Brigjen Denny.

Sebelum mengakhiri, atas nama TNI AD, Kadispenad juga berharap agar seluruh komponen bangsa untuk menghentikan sorotan atau polemik netralitas TNI. "Percayalah, sebagai prajurit Sapta Marga, kita tidak pernah berkeinginan untuk menggores bahkan melukai hati rakyatnya hanya demi kepentingan perorangan ataupun kelompok tertentu” pungkas Kadispenad.

Editor : Agus WA

Tuesday, June 19, 2018

JALUR SELATAN BANYUMAS PADAT MERAYAP

Arus Lalu Lintas di jalur selatan Kabupaten Banyumas selalu padat setiap tahun disaat Perayaan Idul Fitri. Personil TNI Polri Banyumas berusaha memperlancar arus lalu lintas tersebut untuk kenyamanan pemudik

Editor : Agus WA

Wednesday, June 13, 2018

Kodim 0701 Banyumas Salurkan Zakat Fitrah

DANDIM 0701 BANYUMAS, LETKOL INF WAHYU RAMADHANUS SURYAWAN, S.Sos. , M.M.S. MENYALURKAN ZAKAT FITRAH KODIM 0701 BANYUMAS YANG DIHIMPUN DARI SELURUH ANGGOTA KODIM 0701 BANYUMAS




Tuesday, June 12, 2018

Momentum Sinergitas TNI POLRI

Peristiwa  Depok,  Momentum  TNI-Polri Menata Sinergitas Dan Soliditas Secara Terstruktur https://www.portal-komando.com/peristiwa-depok-momentum-tni-polri-menata-sinergitas-dan-soliditas-secara-terstruktur/
JAKARTA,.Markas Besar Angkatan Darat melalui Dinas Penerangan Angkatan Darat menyampaikan pernyataan terkait insiden penusukan anggota Kodam Jaya oleh oknum anggota Brimob. Insiden yang terjadi  beberapa hari lalu   di Depok Jawa Barat telah merenggut nyawa Serda Darma Adi dan satu korban lainnya (Serda Nikolas)  menderita luka-luka.
Dalam keterangannya, Senin (11/6/2018),  Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat Brigjen TNI Alfret Denny Tuejeh menyampaikan bahwa  menyikapi peristiwa ini,  TNI AD tetap  berkomitmen dan percaya akan integritas Polri yang promoter dalam penanganan kasus ini.
Secara organisasi, TNI AD  tetap solid dan senantiasa siap mengemban amanah rakyat Indonesia yang diantaranya bermitra dengan   Polri dalam  turut serta menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat khususnya menyambut Idul Fitri, Pilkada serentak serta Asian Games 2018 dan rangkaian Pilleg dan Pilpres 2019.
TNI Angkatan Darat menyadari bahwa rasa duka dan kehilangan yang dirasakan keluarga korban   tidak hanya dirasakan oleh prajurit TNI AD semata, namun juga dirasakan oleh rekan-rekan Polri dan rakyat Indonesia.
“Oleh karena itu, saya berharap peristiwa ini adalah yang terakhir,  TNI AD telah menekankan ke seluruh jajaran agar dapat  menyikapi kejadian dengan baik dan jangan mengambil  langkah-langkah atau tindakan yang  justru akan  merugikan diri sendiri maupun Institusi. Kedepan, soliditas dan sinergitas TNI -Polri harus direalisasikan sebagai bagian dari keluarga besar yang erat dan lekat, baik ditingkat pucuk pimpinan maupun  anggota, karena sudah sekian lama  rakyat Indonesia merindukannya,” ujar Kadispenad.
Pada  kesempatan ini atas nama  Angkatan Darat,  Kadispenad juga telah menyampaikan  ke seluruh jajaran untuk lebih dapat  menyaring dan menjaring berita secara cerdas dan bijak”Sesungguhnya situasi seperti saat ini, sangat mudah dimanfaatkan pihak lain untuk memprovokasi dan mengadu domba Institusi TNI dan Polri” pungkas Lulusan Akmil 1988 ini.
Kadispenad juga berharap agar  peristiwa yang terjadi beberapa hari lalu di Cijantung agar tidak begitu saja dikaitkan dengan peristiwa di Depok.Sebagaimana telah disampaikan oleh Kodam Jaya melalui Kapendam Jaya,  yang melakukan itu adalah kelompok orang tidak dikenal atau OTK.
“Kita tidak boleh berasumsi bahwa setiap peristiwa selalu terkait, oleh karenanya semuanya harus bisa menahan diri untuk tidak berpolemik. Kasihan masyarakat, jika kita disibukan dengan masalah internal. Kapan kita bisa fokus menata masa depan bangsa Indonesia yang lebih baik,” pungkas Brigjen TNI Denny Tuejeh.
Kadispenad juga menegaskan, khususnya TNI-Polri, tidak hanya ditingkat menengah keatas, namun juga sampai tingkat bawah harus   berfikir jernih dan obyektif, sehingga dapat mengeliminir berbagai kemungkinan resiko .
“Peristiwa ini merupakan momentum yang sangat berharga bagi TNI-Polri, kita harus menata sinergitas dan soliditas ini secara terstruktur bukan saja dalam pelaksanaan tugas, tetapi juga dalam berinteraksi di luar tugas,” tegas Kadispenad.
TNI Angkatan  Darat menyerahkan  semua permasalahan ini melalui jalur hukum yang sepatutnya. Siapapun harus mampu menahan diri untuk tidak  memperkeruh  situasi. Semua pihak harus senantiasa menciptakan suasana yang aman dan damai agar masyarakat juga merasa nyaman dan tenang.
Saat ini kondisi Sersan Nikolas  berangsur-angsur membaik. Namun demikian sebagai bentuk tanggung jawab,  TNI AD   memastikan  bahwa Korban akan  mendapatkan pelayanan yang prima agar  segera dapat melanjutkan pengabdian kepada rakyat dan bangsa Indonesia.
Editor : Agus WA


Monday, June 11, 2018

Kisah Tragis Para Penguasa

Jenderal Besar Mohammed Anwar Al-Sadat adalah tentara dan politikus yang berasal dari Mesir. Ia dilahirkan di Mit Abu Al-Kum, Al-Minufiyah, Mesir, dari keluarga campuran Mesir dan Sudan. Anwar Al-Sadat lulus dari Akademi Militer Kerajaan di Kairo pada 1938.
Ia kemudian bergabung dengan Gerakan Perwira yang bertekat untuk membebaskan Mesir, yang ketika itu berada di bawah pemerintahan Inggris. Pada Perang Dunia II, Anwar Al-Sadat dipenjara oleh Inggris karena berbagai usahanya mendapatkan bantuan dari Kekuatan Poros untuk mengusir Inggris.
Pada 1952, Anwar Al-Sadat ikut dalam kudeta untuk menggulingkan kekuasaan Raja Farouk II. Pada 1964, setelah memegang berbagai jabatan penting dalam pemerintahan Mesir, ia dipilih oleh Presiden Gamal Abdel Nasser sebagai wakil presiden hingga tahun 1966.
Ia menduduki posisi yang sama pada periode selanjutnya, yaitu pada1969 hingga 1970. Setelah Gamal Abdel Nasser wafat, Anwar Al-Sadat dilantik sebagai presiden Mesir.
Anwar Al-Sadat dikenal, oleh dunia barat, sebagai tokoh yang sangat berpengaruh di wilayah Timur Tengah, khususnya Mesir.
Ia melakukan kesepakatan damai dengan Israel. Bagi bangsa barat, perjanjian damai adalah cara terbaik untuk menghentikan konflik yang terjadi di Timur Tengah. Tetapi, perjanjian damai itu, bagi bangsa Arab, sebagai cara untuk takluk terhadap kekuasaan Amerika Serikat.
Menurut banyak kalangan, dengan melakukan perjanjian tersebut, Anwar Al-Sadat telah menuliskan surat kematiannya sendiri.
Pada 6 Oktober 1981, di Kairo, dilaksanakan sebuah parade militer untuk memperingati Perang Yon Kippur. Perang yang terjadi pada 1973 itu adalah sebuah kesuksesan bagi angkatan bersenjata Mesir yang berhasil menyerang Israel di sepanjang garis timur Terusan Suez.
Presiden Anwar Al-Sadat ketika itu duduk di tengah barisan pertama bersama Perdana Menteri, Hosni Mubarak. Ribuan tamu dari berbagai kalangan hadir di sekitar rombongan pejabat penting itu.
Awalnya parade militer itu berjalan dengan baik, sampai muncul sebuah truk yang menarik sebuah senjata mesin berhenti tepat di depan barisan pejabat pemerintah. Seorang perwira, Letnan Khaled Ahmed Islambouli, keluar dari truk dan berjalan mendekati Anwar Al-Sadat.
Ia lantas melemparkan sebuah granat ke arah Anwar Al-Sadat, tanpa seorang pun yang memperkirakan hal itu. Para pengawal presiden tidak dapat berbuat banyak ketika sekolompok tentara berdiri di belakang truk dan mulai menembaki barisan para pejabat itu.
Satu per satu dari tamu penting itu berjatuhan, dan sebagian lainnya masih berlindung di balik kursinya.
Setelah merasa cukup, para tentara pembunuh itu berusaha untuk kabur, tetapi pengawal presiden yang berjumlah lebih banyak, menyerang balik. Mereka berhasil membunuh salah satu penyerang, sementara tiga lainnya ditangkap.
Tubuh Anwar Al-Sadat yang telah dipenuhi oleh peluru segera dibawa ke rumah sakit militer menggunakan helikopter. Namun, dalam perjalanan tersebut Anwar Al-Sadat dinyatakan tewas.
Setelah diselidiki, penyerangan tersebut direncakan oleh jaringan gerakan Islam ekstrem. Kelompok-kelompok itu dibentuk oleh pejuang Muslim yang menolak sekularisme dan kebudayaan barat modern. Mereka menginginkan pemerintahan Islam di Mesir, terutama mengenai hukum dan kebudayaannya.
Pemerintahan sebelumnya sebenarnya telah mencoba membasmi para militan keras ini, tetapi pada pemerintahan Anwar Al-Sadat, perlakuan terhadap mereka terlalu lunak hingga akhirnya mereka muncul kembali.
#Sumber Kisah Tragis 28 Penguasa
Editor : Agus WA

Sunday, June 10, 2018

Latihan Menembak Tingkatkan Naluri Tempur

https://youtu.be/bs_6EE4l0w0




Indahnya Sholawat Nabi di Bulan Ramadhan



TNI POLlRI AKTIFITAS BERSAMA JELANG LEBARAN

BANYUMAS. Kurang sepekan, Hari Kemenangan Umat Islam tiba. Idul Fitri 1439 H. Hiruk pikuk dan deru knalpot kendaraan pemudik dari Ibu Kota dan berbagai Kota Besar mulai terlihat di jalur selatan Kabupaten Banyumas. Jalur selatan ini mulai dari Kecamatan Kemranjen, Sumpiuh dan Tambak. Ketiga Kecamatan ini memang ramai lalu lintasnya menjelang lebaran tiap tahunya. Situasi ini mengharuskan pemantauan dan pengamanan ekstra dari petugas keamanan. Anggota Koramil dan Polsek Kemranjen juga ikut andil dalam mengatasi dengan berakrifitas bersama. Seperti, Pengamanan Arus Mudik dan Balik Lebaran, Patroli Gabungan di fasilitas umum, tempat ibadah dan pusat keramaian. Setelah ritual acara lebaran di kampung selesai, kembali berbondong-bondong menuju tempat mereka mencari nafkah sebelumnya. Dan kembali melewati jalur selatan Kabupaten Banyumas. (aw)
#wahyuramadhanussuryawan
@wahyu_rs_2000



Friday, June 8, 2018

REFORMASI ?

Mahatir M:
"Krisis ekonomi 1998 memang dirancang untuk menjatuhkan Pak Harto.
Jika Pak Harto tidak jatuh, Indonesia akan jadi Negara maju.."
Lee Kuan Yew:
"Pak Harto pemimpin luar biasa.
Beliau harus mendapat tempat terhormat dalam sejarah Indonesia ..."
Sultan Bolkiah:
"Dipimpin Pak Harto Indonesia bersatu.
Pemerintahan stabil, ekonomi maju sangat pesat.
Sangat disayangkan beliau dijatuhkan"
Pak Harto berkali-kali mengutarakan niat untuk mundur, namun beliau melihat ancaman luar biasa besar membahayakan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
**** Fitnah KKN terhadap Pak Harto dan keluarga, yang kemudian dituangkan dalam TAP MPR utk memeriksa harta kekayaannya, ternyata tidak terbukti.****
-->> Majalah TIME agen konspirasi global memfitnah Pak Harto & keluarga dengan tuduhan punya simpanan USD 30 Miliar ternyata tidak terbukti sama sekali.<<---
Berbagai Tim Khusus dibentuk pemerintah untuk menyelidiki harta Pak Harto, satu pun tidak menemukan rekening, SDB, dsj di perbankan asing.
"Silahkan cari kemana saja, jika terbukti saya ada simpanan 1 sen saja, saya siap dihukum mati.." kata Pak Harto.
Semua tuduhan itu fitnah.
Belakangan terbukti, Pak Harto dijatuhkan oleh Konspirasi Global (P Demokrat AS-PKC China dan sekutunya) berkolusi dengan kelompok anti Soeharto.
"** Penyebab utama Pak Harto dijatuhkan karena kemesraan dan keberpihakan Pak Harto yang besar kepada umat Islam sejak 1986, pihak2 tertentu marah.**""
RI merdeka 1945, namun kemerdekaan umat islam Indonesia sejatinya baru terjadi pada tahun 1986/1987, setelah Pak Harto berpaling ke Islam.
*** Sebagai manusia Pak Harto sudah pasti tidak sempurna, ada kelemahan, kesalahan, kekurangan, namun beliau tetap Pahlawan, jasanya luar biasa besar. ***
Terbukti pada beberapa hari setelah PKI melancarkan G30S/PKI, membunuh para pimpinan TNI AD, ulama-ulama dan tokoh-tokoh anti PKI di seluruh Indonesia.
Dari dokumen rahasia CIA yang sudah boleh diakses publik ditemukan catatan pejabat CIA tentang pertemuan pertama CIA dgn Pak Harto awal Oktober 1965.
CIA belum pernah buka ke publik, Pak Harto juga tidak pernah ungkap mengenai pertemuan nya dengan CIA beberapa hari setelah G30S/PKI di Jakarta.
Laporan CIA itu menyebutkan bahwa setelah PKI melakukan Gestapu, TNI AD di pimpin Mayjen Soeharto berhasil menggagalkan PKI untuk kendalikan NKRI. Faktor utama kegagalan Gestapu PKI, menurut CIA adalah 'timing' yang tidak tepat, Gestapu dilakukan 5 hari sebelum HUT TNI 5 Okt 1965 ADALAH KESALAHAN FATAL.
Gestapu PKI dilancarkan pada saat seluruh pasukan TNI dan pimpinan TNI sedang berkumpul di Jakarta. Mobilisasi pasukan dalam rangka HUT TNI.
Kesalahan fatal kedua PKI adalah meremehkan sosok Soeharto yang hanya seorang panglima pasukan cadangan TNI AD, dulu Kostrad tidak prestisius.
Panglima Kostrad Mayjen Soeharto sebagai  pimpinan pasukan cadangan pada saat itu memang tidak diperhitungkan PKI sebagai pimpinan utama TNI AD.
Under estimated terhadap Soeharto juga disebabkan karakternya yang tidak menonjol. Soeharto tidak terseret dalam faksi tertentu di TNI AD.
CIA mengungkap sikap low profile Soeharto disebabkan oleh kegagalan besar Operasi Trikora Pembebasan Papua Barat, di mana TNI kalah telak dari Belanda.
Fakta sejarah:
Operasi Trikora gagal total. Ribuan anggota TNI gugur di hutan belantara Papua tanpa pernah berperang dgn musuh (pasukan Belanda).
Fakta sejarah:
Hampir 10 ribu tentara RI mati di hutan belantara Papua krna malaria, kelaparan, kedinginan dll, bukan karena bertempur.
Fakta sejarah:
Armada AL RI gagal menembus Blokade Papua. Dari 25 kapal perang, hanya 3 yang bisa menuju ke Papua Barat dan tenggelam digempur Armada Belanda.
Fakta sejarah:
25 kapal perang RI dibeli dengan pola utang dari Uni Soviet, tidak bisa menuju ke Papua karena tidak ada BBM, mangkrak di Makassar.
Kekalahan telak Operasi Trikora sangat memalukan Soekarno yang sudah terlanjur berjanji kepada rakyat akan membebaskan Papua Barat, Soeharto kena getahnya.
Karakter Soeharto yang low profile, tidak suka berpolitik selama menjadi perwira TNI, membuat posisinya dianggap netral, tidak berbahaya oleh PKI.
Di internal TNI pada saat itu, ada TNI faksi pro Soekarno seperti Jenderal Ahmad Yani, ada faksi pro Abdul Haris Nasution (anti PKI) dan TNI faksi pro PKI.
Dari Film G30S/PKI yang dibuat berdasarkan fakta sejarah itu, rakyat tahu bahwa sempat timbul prokontra di polit biro PKI mengenai Jenderal Ahmad Yani. Keputusan PKI untuk menculik dan membunuh Jend. A. Yani yang Soekarnois didebat anggota polit biro PKI.
Akhirnya bulat disepakati Jend. A. Yani masuk daftar korban.
Dokumen CIA menyebut bahwa keputusan PKI utk menghabisi Jend. A. Yani karena kekhawatiran Yani akan jadi masalah jika Soekarno meninggal dunia.
Mayjen Soeharto adalah staf Jend. A. Yani, Pak Harto tidak termasuk pimpinan TNI AD yang diperhitungkan PKI, inilah kesalahan fatal Gestapu PKI.
Laporan CIA jelas menyebut ada kesalahan analisa Polit Biro PKI dlm menyusun daftar korban. PKI tidak perhitungkan kemampuan militer Soeharto.
Secara politik, benar Mayjen Soeharto sudah tamat karena memalukan Soekarno, secara militer juga tamat karena hanya jadi Panglima Pasukan Cadangan.
Dari perspektif faksi militer, Soeharto tidak masuk faksi mana pun.
Soeharto hanya dianggap bayang-bayang Jend. A. Yani, Gestapu pun dilancarkan PKI.
Pertanyaan besar tentang faktor keberhasilan Soeharto lakukan serangan balasan terhadap aksi Gestapu yang berujung kepada penumpasan PKI terjawab dalam Laporan CIA.
Saat hampir semua pimpinan TNI AD yang anti PKI dan pro Soekarno sudah dibunuh PKI, yang tersisa hanya Mayjen Soeharto dan Jend. Nasution yang terluka.
Mengapa Soeharto bisa mobilisasi TNI begitu cepat dalam jumlah besar..?
1. Sebagian besar Pasukan TNI ada di Jakarta
    dalam rangka HUT TNI 5 Okt 1965.
2. Soeharto adalah ex Panglima Trikora, satu-satunya Jendral yang berpengalaman memobilisasi pasukan TNI dalam jumlah besar luput dari analisa PKI.
Soeharto selaku eks Panglima Operasi Trikora berpengalaman koordinasi dan mobilisasi pasukan dari tiga matra TNI.
Soeharto ex Panglima Operasi Trikora berpengalaman memimpin, memobilisasi ratusan ribu pasukan dari tiga matra TNI PKI, skak mat TNI balas aksi PKI.
"Bagi Soeharto memerangi pemberontakan PKI 1965 sama seperti perang lawan pasukan Belanda.
Hanya saja PKI lebih lemah daripada Belanda" ~ CIA.
Laporan CIA tentang G30S/PKI dan operasi penumpasan PKI yang baru diungkap setelah 30 tahun disimpan sebagai dokumen rahasia menjawab banyak pertanyaan rakyat.
---->> Jika bukan Mayjen Soeharto yang tersisa dan mengambilalih komando pimpinan TNI AD, sejarah Indonesia pasti berubah, RI SUDAH JADI NEGARA KOMUNIS. <<---
Banyak kemungkinan terjadi, dan semuanya lebih buruk, jika tidak ada Mayjen Suoeharto ketika Gestapu PKI terjadi.
Komunis Rusia setelah sukses melakukan Revolusi Bolsyewik 1917, komunis Rusia melakukan pembersihan, puluhan juta rakyat antikomunis dibunuh.
Komunis China selama revolusi kebudayaan bunuh puluhan juta rakyat sendiri.
Vietnam, Kamboja, Laos, Kuba, dll
Komunis bunuh jutaan rakyat mereka sendiri yang anti Komunis.
Komunis di seluruh dunia sama. Sesama komunis bersaudara.
Komunis tdk mengenal batas negara, mereka dipersatukan oleh Doktrin Komintern.
Doktrin Komunis Internasional/komintern melahirkan konsistensi militansi setiap kader komunis.
Ikatan Persaudaraan Komunis dunia sangat erat.
Kembali ke laporan CIA, Saya sungguh terharu membaca laporan tersebut karena membuktikan Sorharto tidak seperti tudingan sekolompok orang.
Disebutkan bahwa setelah Soeharto berhasil memegang kendali TNI & memulihkan pemerintahan, CIA menawarkan banyak bantuan namun semua ditolak oleh Soeharto.
Soeharto hanya mau berunding dengan CIA-AS jika prasyarat yang dimintanya disetujui oleh pemerintah AS, jika tidak maka tidak ada perundingan.
Apa syarat yang diajukan Mayjen Soeharto kepada CIA-AS..?
Bukan senjata bukan pula uang suap, dan juga bukan info intelijen, SOEHARTO MINTA BERAS.
Oktober 1965 Rakyat kelaparan,  inflasi 650% (standar normal < 10%), defisit 175% (standar normal < 2,5%), bahan pokok langka, RI dalam bencana kelaparan.
---->> Terbukti Soeharto memikirkan nasib rakyat yang terancam mati kelaparan dengan meminta AS kirim beras ke RI, Rakyat RI utang nyawa pada Soeharto.<<<---
CIA awalnya menolak permintaan Soeharto, AS bisa bantu kirim senjata dll tapi tdk bisa kirim beras.
Apalagi sebanyak 400.000 ton, AS tak bisa. CIA bujuk Soeharto akan bantu apa saja selain beras, anggaran bantuan beras oleh Presiden AS tidak masuk APBN AS.
Proses persetujuannya rumit, Soeharto tetap pada sikapnya, AS kirim beras ke RI secepatnya, baru TNI akan berunding dengan AS. CIA tidak punya pilihan kecuali lapor ke Lyndon B Johnson.
Gara-gara permintaan aneh dari Soeharto kepada AS, Presiden Lyndon B Johnson terpaksa jungkir balik memenuhinya, lobi senator dan anggota kongres.
Mengapa AS repot-repot bersedia memenuhi permintaan mayjen Soeharto..?
Karena keberhasilan Soeharto menggagalkan PKI berkuasa telah meringankan beban berat AS.
Perang Dingin Barat vs Komunis sedang pada puncaknya.
Banyak negara di dunia telah dicengkram Komunis, di Asia Tenggara hampir semua jatuh ke tangan Komunis.
Keberhasilan TNI AD menggagalkan PKI/Komunis berkuasa tanpa campur tangan AS merupakah anugerah terbesar untuk AS yang sedang frustasi karena Komunis.
Kekhawatiran AS bahwa teori domino juga terjadi di Asia Tenggara dipatahkan Soeharto tanpa bantuan AS yang saat itu sedang trauma karena kalah dimana-mana. AS lega, Asia Tenggara gagal dikuasai komunis, Australia lepas dari ancaman ditelan setan komunis.
Karena jika RI jatuh, Australia pasti jatuh.
Teori Domino:
Jika di suatu kawasan sudah ada 2-3 negara yg dikuasai komunis maka Negara-negara komunis tersebut akan membantu komunis di negara tetangga, akhirnya semua negara di suatu kawasan tertentu akan jatuh ke kekuasaan komunis.
Sungguh Mengerikan..!!
ALHAMDULILLAH RI GAGAL DIKUASAI PKI.
Pemerintah AS sangat terima kasih atas jasa besar Soeharto menggagalkan komunis kuasai RI, Australia, New Zealand, Asia Tenggara, dst.
Salah satu bentuk terima kasih AS adalah dengan menekan Belanda dan pengaruh PBB agar Papua Barat diserahkan kepada RI.
Freeport sebagai jaminan AS di Papua. Keberadaan Freeport yang berentitas AS di Papua, menjamin keutuhan NKRI.
Tidak ada kekuatan asing yang berani usik Papua sebagai bagian integral NKRI.
AS bantu revitalisasi alutsista TNI yang berguna dalam operasi penumpasan PKI, juga laporan intelejen dari CIA yang memuat daftar nama-nama kader PKI.
Karena kemiskinan/kebodohan adalah faktor utama tumbuh suburnya komunisme Rezim ORBA diberi pendampingan konsep dan program pembangunan oleh AS.
Fakta sejarah itu sekarang diputarbalikan oleh kader-kader dan simpatisan PKI, dijadikan fitnah oleh kader PKI untuk menyerang Soeharto dan TNI.
Untuk mencegah pembodohan bangsa dari propaganda komunis, langkah Panglima TNI Jendral Gatot Nurmantyo untuk memutar kembali Film G30S/PKI itu sudah tepat.
Editot : Agus WA


Thursday, June 7, 2018

WAWASAN YANG LUAS DAPAT MENCEGAH RADIKALISME

Radikalisme Berujung Pada Tindakan Terorisme
Panglima TNI menyampaikan bahwa radikalisme sesungguhnya bisa dicegah bila kita tidak abai pada lingkungan dan radikalisme tidak akan tumbuh bila kita memiliki wawasan yang luas.
“Sebagaimana diperintahkan Allah SWT pada ayat yang pertama diturunkan ‘bacalah’, maka umat Islam harus mempelajari Islam secara mendalam dan utuh, menggali ilmu pengetahuan dan menjadi umat yang berwawasan luas,” jelasnya.
Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengajak keluarga besar TNI-Polri, alim ulama, tokoh masyarakat dan masyarakat luas untuk bersatu padu dalam membangun pemahaman agama Islam yang benar, merangkul setiap komponen bangsa dan menitikberatkan tindakan preventif dalam mencegah radikalisme dan terorisme. “Upaya semua pihak dibutuhkan karena berkaca dari negara-negara yang saat ini hancur akibat konflik, kita tidak menginginkan hal yang sama terjadi pada negeri kita yang indah kaya raya ini,” ujarnya.
Di sisi lain, Panglima TNI juga menyampaikan bahwa Babinsa (Bintara Pembina Desa) dan Babinkamtibmas (Bintara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat) adalah tokoh sentral dalam upaya mendeteksi dan mencegah secara dini bibit-bibit radikalisme. “Babinsa dan Babinkamtibmas harus bersinergi dan bekerja sama dengan tokoh-tokoh masyarakat dan seluruh komponen masyarakat lainnya dalam upaya kontra radikalisasi dan deradikalisasi,” katanya.
Editor : Agus WA

BUNGA MATAHARI SEDANG MEKAR ASYIK UNTUK SELFIE

Spot Swafoto baru berlatang belakang Bunga Matahari di Desa Rempoah Kecamatan Baturraden Kabupaten Banyumas. Dilahan sekitar 5000 meter itu ada tanaman bunga matahari yang saat ini sedang mekar menjadi tempat favorit untuk berselfi ketika sedang ngabuburit.
Tepatnya di jalan Tentara Pelajar Imam, depan SD Negeri Kebumen, atau selatan SMP Negeri 1 Baturraden.

Pemiliknya adalah Sigit Anwari tidak membayangkan tanaman bunga matahari dilahan tanah yang disewa dari Pemdes Rempoah itu menjadi tempat ngabuburit dan kaya wisata keluarga. Karena tujuan utama menenam bunga matahari adalah untuk pembibitan.
“Pada lahan ini tanaman utama sebenarnya bengkowang, dengan tumpang sari jagung manis, bunga matahri dan kacang. Setelah jagung manis dipanen ternyata terlihat bunga matahari sedang bermekaran, sehingga banyak orang yang lewat mampir foto,” katanya.
Semula Sigit membiarkan saja orang yang foto dan selfi dilahan garapanya. Namun karena semakin hari semakin banyak dan mengakibatkan tanaman utama pada rusak terinjak-injak pengunjung maka pihaknya berinisiatif memungut dari pengunjung.
Setiap pengunjung yang datang dijelaskan dan diminta uang pengganti Rp.5 000 namun sebagian juga ada yang tidak dipungut bayaran.
Tifani salah satu pengunjung dari Purwokerto mengaku tau ada temanya mengupload foto ditaman bunga matahari melalui Instagram, maka dirinya bersama temanya sengaja datang ke Rempoah dan mencari spot terbaik untuk selfie.
Editot : Agus WA

Wednesday, June 6, 2018

GERONEMO LEGEND

Geronemo, " Saya tak akan menyerah, saya akan berjuang sampai orang terakhir yang hidup." (1909)


Tuesday, June 5, 2018

BUKA PUASA BERSAMA TIGA PILAR KEAMANAN DESA

Buka bersama di Bulan Ramadhan dapat menjadi sarana silaturahmi antara anggota Tiga Pilar Keamanan Desa, Linmas dan warga. Tiga Pilar Keamanan Desa yaitu, Kades, Babinsa dan Babinkamtibmas senantiasa sinergi dan sesuai tugas pokok dan fungsinya dalam menjalankan tugas di wilayah. Seperti yang telah dilaksanakan kegiatan buka bersama di Desa Klapagading Kecamatan Wangon Kabupaten Banyumas. Tiga Pilar Keamanan di desa tersebut tampil penuh meyakinkan menghadiri acara buka bersama yang digelar di pendopo desa bersama masyarakat. Selasa, 05 Juni 2018.
Masing masing anggota Tiga Pilar Keamanan Desa menyampaikan pesan moral kepada semua yang hadir. Dan menjelaskan keberadaanya di desa serta jenis tugas yang dilaksanakan sesuai tugas pokok dan fungsinya masing-masing secara profesional, bertanggungjawab dan berkelanjutan.
Editor : Agus WA
#wahyuramadhanussuryawan
@wahyu_r_s_2000


BELA NEGARA DI BULAN PUASA

Danramil 11 Kemranjen Kodim 0701 Banyumas Kapten Cba Ahmad Mansur memberikan Materi UUD 1945 dan Bhineka Tunggal Eka pada murid MA Ma'arif NU Sirau Kecamatan Kemranjen Kabupaten Banyumas Selasa, 05 Juni 2018. Sebanyak 90 siswa dari kelas 10 dan 11 yang mengikuti kegiatan ini. Menurut Kepala Sekolah MA Ma'arif, Ernawati, S.Ag, M.Pd tujuan kegiatan ini untuk menumbuhkan semangat patriotisme dan menanamkan jiwa nasionalisme ditingkat pelajar SLTA. Untuk itu pihaknya bekerja sama dengan TNI dari Koramil 11 Kemranjen yang memang sangat konsisten dengan pembinaan kader generasi muda melalui pengenalan wawasan nusantara dan bela negara.  Meski bulan puasa tidak mengurangi pokok bahasan, dan peserta tetap antusias menerima pelajaran yang memang belum pernah mereka dapatkan sebelumnya (aw)
#wahyuramadhanussuryawan
@wahyu_r_s_2000


Monday, June 4, 2018

Mengapa Tetap Bekerja di Bulan Ramadhan ?

Kerja keras pada bulan Ramadhan ? Mendapatkan dua manfaat, pahala dan penghasilan.


ROMPI ORANYE KPK UNTUK BUPATI PURBALINGGA

Komisi Pemberantasan Korupsi melakukan tindakan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Bupati Purbalingga Provinsi Jawa Tengah, Tasdi. Senin, 4 Juni 2018.
Tasdi merupakan kader PDI-P, yang ditangkap Komisi Antirasuah lantaran kedapatan melakukan transaksi suap-menyuap. Tidak hanya Tasdi yang terciduk oleh KPK. Ada pihak lain, seperti : Kepala ULP, Ajudan Bupati, dan pihak swasta yang diduga sebagai pihak pemberi suap.
Hingga saat ini, belum diketahui penyebab kasus yang menjerat mereka hingga dibekuk oleh Satgas Penindakan Lembaga Antirasuah, KPK. Juru bicara KPK membenarkan adanya Operasi Tangkap Tangan yang dilakukan pihak KPK di Purbalingga. Namun, dia belum menjelaskan siapa saja pihak yang diamankan oleh tim dari lembaga yang dipimpin Agus Raharjo ini. Sedangkan nominal uang sebagai barang bukti hasil tindak pidana Tasdi cs belum diungkapkan.
Editor : Agus WA


BUKA BERSAMA DI PONPES AL FALAH

Dandim 0701 Banyumas, Letkol Inf Wahyu Ramadhanus Suryawan, S.Sos, M.M.S menghadiri undangan Buka Bersama di Ponpes Al Falah Desa Tinggarjaya Kecamatan Jatilawang Kabupaten Banyumas. Senin, 04 Juni 2018. Kehadiran Dandim sebagai Wakil Pangdam IV Diponegoro yang diundang secara khusus oleh pengasuh Ponpes Al Falah, KH. Sobri. Namun Pangdam tidak bisa hadir, tapi memberikan sambutan yang dibacakan oleh Dandim. Dalam sambutanya tersebut Pangdam menyampaikan rasa hormatnya kepada seluruh warga Banyumas dan ucapan terimakasih atas undangan yang diberikan oleh Keluarga Besar Ponpes Al Falah. Isi sambutan Pangdam selanjutnya menyoal Pengamanan arus mudik lebaran dan Pilkada Serentak Tahun 2018. Diharapkan semua pihak ikut berperan aktif, sehingga terwujut situasi yang kondusif di wilayah Banyumas.

Siraman rohani juga diberikan sebelum waktu berbuka tiba, langsung oleh Pengasuh Ponpes Al Falah Tinggarjaya, KH Sobri. Sedangkan hadirin yang berada di majelis penuh rahmat tersebut, Kapolres Banyumas, Dan Yonif 405, Pasi Kodim Banjarnegara, Pasi Korwm 071/ Wijaya Kusuma, Perwakilan Babinsa Kodim 0701 Banyumas, warga masyarakat dam para santri Ponpes Al Falah. Setelah membatalkan puasa dengan Kolak Manis, Kacang Ijo dan Teh Manis, dilanjutkan Sholat Magrib berjamaah. Menu Makan prasmanan juga disediakan sebagai penutup rangkaian acara. Malam harinya, seperti biasa di Masjid Al Falah dilaksanakan Shalat Tarawih.

Editor : Agus WA

#wahyuramadhanussuryawan
@wahyu_r_s_2000

PINTU MASUK BARU STASIUN PURWOKERTO

Mulai tanggal 2 Juni 2018 PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 5 Purwokerto mengubah alur masuk kendaraan roda empat yang memasuki area parkir Stasiun Purwokerto, melalui pintu utara atau Jalan Kober. Selama ini pintu masuk area parkir kendaraan roda empat di sebelah selatan stasiun.
Manajer Humas PT KAI Daop 5 Purwokerto Ixfan Hendriwintoko mengatakan pada jam-jam sibuk sering kali terjadi kemacetan pada jalur ini. Kemacetan tersebut terjadi karena adanya tiga ruas jalan menuju Stasiun Purwokerto, yakni Jalan Stasiun, Jalan Pemuda, dan Jalan Kober.
Menurutnya arus kendaraan yang datang dari tiga ruas jalan tersebut sering kali membentuk simpul kemacetan di pintu masuk area parkir Stasiun Purwokerto yang berpotensi mengakibatkan keterlambatan calon penumpang yang akan naik kereta api
“Berdasarkan data, volume kendaraan yang masuk ke area parkir Stasiun Purwokerto pada hari kerja mencapai kisaran 2.000 unit, sedangkan pada akhir pekan atau hari libur meningkat hingga dua kali lipat,” katanya
Terkait dengan hal itu, kata dia, PT KAI Daop 5 Purwokerto mengubah alur masuk kendaraan roda empat yang akan masuk area parkir Stasiun Purwokerto guna meningkatkan pelayanan angkutan Lebaran 2018 dan mengantisipasi terjadinya kemacetan.
“Pintu masuk area parkir yang semula berada di selatan akan dialihkan ke utara atau melalui pintu keluar kendaraan roda empat dan sebaliknya, pintu keluar akan dialihkan ke selatan,” jelasnya.
Dengan demikian, kendaraan yang sebelumnya keluar melalui pintu utara menuju Jalan Kober, nantinya akan keluar di sebelah selatan stasiun sehingga bisa memilih tiga ruas jalan yang ada di depannya, sedangkan kendaraan yang hendak menuju stasiun masuk melalui pintu utara atau Jalan Kober.
Ia mengharapkan pelanggan jasa kereta api yang akan memasuki area parkir Stasiun Purwokerto dapat memerhatikan rambu atau spanduk informasi yang telah disediakan termasuk mengikuti arahan petugas di lapangan.
Editor : Agus WA

Sunday, June 3, 2018

RENUNGAN DI BULAN RAMADHAN

Bulan Ramadhan memang penuh berkah. Segela perbuatan yang baik pahalanya dilipatgandakan. Bahkan Allah memberikan Lailatul Qadar di bulan suci umat Islam ini. Hanya pada Bulan Ramadhan Sholat Tarawih dilaksanakan. Pada dini hari juga dilakukan santab sahur, sedangkan siangnya hingga senja berpuasa, menahan haus dan lapar dan segala perbuatan yang dapat membatalkan ibadah puasa atau dapat mengurangi pahala saat berpuasa. Hal ini dilakukan selama satu bulan penuh. Bila ada halangan harus menggantinya di lain hari.
Bulan Ramadhan juga mempercepat dan meningkatkan roda perekonomian. Harga sembako selalu naik, meski dinilai wajar. Pusat pusat perbelanjaan juga nampak lebih ramai dari biasanya. Jalur lalu lintas juga semakin ramai.
Tak heran bila di Bulan Ramadhan ini banyak tulisan di media pemberitaan yang menuliskan tajuk Renungan di Bulan Ramadhan. Mulai dari sumber tokoh agama, pejabat pemerintah dan swasta. Entah apa saja yang harus direnungkan. Salah satu temanya khusus untuk ibu-ibu mungkin Renungan di Bulan Ramadhan Sebelum Lebaran Tiba. Apa saja yang akan dibeli ketika berbelanja dengan uang THR dari suaminya. Tanyakan pada kasir super market atau lihat struk belanjanya. Semoga ini bermanfaat dan menjadi jawaban dari Renungan di Bulan Ramadhan sebelum Lebaran tiba.
Editor : Agus WA


Saturday, June 2, 2018

BARU ! Wisata Jembatan Kaca di Banyumas

Objek Wisata Jembatan Kaca " Caping Park " yang berlokasi di Jalan Raya Baturraden Barat tepatnya di Desa Kebumen, Baturraden, Banyumas. Selain panorama yang indah, objek wisata ini juga menawarkan wisata edukasi bagi anak-anak, yakni mengenalkan mereka dengan kelinci, kambing, unggas, dan sapi. Juga dapat menikmati Sun Rise dan Sun Set Matahari, atau dapat melihat keindahan Kota Purwokerto.
General Manager Objek Wisata ‘Caping Park’ Prayitno, Sabtu (02/06) mengatakan pengunjung khususnya anak-anak dapat mempelajari cara perawatan binatang-binatang tersebut seperti cara merawat kelinci.
"Ada berbagai jenis kelinci dusini di antaranya ‘fuzzy lop’ dan flemish giant," katanya
Selain itu wisata edukasi, ‘Caping Park’ ini juga tersedia spot berswafoto dengan latar belakang kota Purwokerto. Di objek wisata ini ada 12 titik berswafoto, salah satunya (selfie deck) jembatan kaca yang pertama ada di Jawa Tengah.
Dijelaskan setiap lembar kaca ‘tempered’ berukuran 2 x 2,5 meter itu mampu menahan beban sampai 1 ton sehingga aman bagi wisatawan yang hendak berswafoto di atas jembatan. Luas lahan objek wisata ‘Caping Park’ mencapai 47 hektare namun yang telah dibuka dan dikembangkan untuk wisata baru seluas 10 hektare. Lahan seluas 10 hektare itu terbagi atas 5 hektare untuk ‘Caping Park’ dan 5 hektare untuk agrowisata.
Objek wisata ini  operasional mulai pukul 08.00 WIB hingga 23.00 WIB, namun untuk sementara buka hingga pukul 20.00 WIB karena pembangunan baru mencapai 80 persen. Harga tiket masuk Rp 20.000 untuk hari biasa dan Rp25.000 pada akhir pekan atau hari libur.
Editor : Agus WA

Friday, June 1, 2018

SENGATAN KETONGGENG HITAM

Ketonggeng (scorpion/bhs.Inggris) sejenis serangga yang memiliki racun pada penyengatnya. Berwarna hitam, memiliki supit dan mulut dengan gigi tajam seperti mata gergaji.
Pastinya tidak semua orang ingin berurusan denganya. Rasanya sakit dan dijamin bengkak bila terkena sengatnya. Rasa sakitnya melebihi malam pertama pengantin wanita, atau sakitnya saat wanita melahirkan. Bahkan juga melebihi rasa sakitnya laki-laki saat disunat. Sehingga, manusia timbul naluri ingin membunuh hewan ini bila berjumpa. Meski sengatan Ketonggeng/Kalajengking/scorpion tidak mematikan. Tapi pasti meringis kesakitan bila ujung sengatnya masuk ke jaringan tubuh. Tulang sendi terasa ngilu, kulit yang disengat terasa terbakar, badan demam dan berkeringat. Segeralah berobat, untuk menghindari resiko yang lebih fatal.
Editor : Agus WA

MASIH INGAT BUTIR BUTIR PANCASILA

Lima asas dalam Pancasila dijabarkan menjadi 36 butir pengamalan, sebagai pedoman praktis bagi pelaksanaan Pancasila.
Butir-butir Pancasila ditetapkan dalam Ketetapan MPR No. II/MPR/1978 tentang Ekaprasetia Pancakarsa.
I. SILA PERTAMA : KETUHANAN YANG MAHA ESA
1. Percaya dan Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.
2. Hormat menghormati dan bekerjasama antar pemeluk agama & penganut-penganut kepercayaan yang berbeda-beda sehingga terbina kerukunan hidup.
3. Saling hormat-menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya.
4. Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan kepada orang lain.
II. SILA KEDUA : KEMANUSIAAN YANG ADIL DAN BERADAB
1. Mengakui persamaan derajat, persamaan hak dan persamaan kewajiban antara sesama manusia.
2. Saling mencintai sesama manusia.
3.Mengembangkan sikap tenggang rasa.
4. Tidak semena-mena terhadap orang lain.
5. Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
6. Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan.
7. Berani membela kebenaran dan keadilan.
8. Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh umat manusia, karena itu kembangkan sikap hormat-menghormati dan bekerjasama dengan bangsa lain.
III. SILA KETIGA : PERSATUAN INDONESIA
1. Menempatkan kesatuan, persatuan, kepentingan, dan keselamatan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau golongan.
2. Rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara.
3. Cinta Tanah Air dan Bangsa.
4. Bangga sebagai Bangsa Indonesia dan bertanah Air Indonesia.
5. Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa yang ber-Bhinneka Tunggal Ika.

IV. SILA KEEMPAT : KERAKYATAN YANG DIPIMPIN OLEH HIKMAT KEBIJAKSANAAN DALAM PERMUSYAWARATAN / PERWAKILAN
1.Mengutamakan kepentingan Negara dan masyarakat.
2. Tidak memaksakan kehendak kepada orang lain.
3.Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama.
4. Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi semangat kekeluargaan.
5. Dengan itikad baik dan rasa tanggung jawab menerima dan melaksanakan hasil musyawarah.
6. Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur.
7. Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggung-jawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia serta nilai-nilai kebenaran dan keadilan.
V. SILA KELIMA : KEADILAN SOSIAL BAGI SELURUH RAKYAT INDONESIA
1.Mengembangkan perbuatan  luhur yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan gotong-royong.
2. Bersikap adil.
3. Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban.
4. Menghormati hak-hak orang lain.
5. Suka memberi pertolongan kepada orang lain.
6. Menjauhi sikap pemerasan terhadap orang lain.
7. Tidak bersifat boros.
8. Tidak bergaya hidup mewah.
9. Tidak melakukan perbuatan yang merugikan kepentingan umum.
10. Suka bekerja keras.
11. Menghargai hasil karya orang lain.
12. Bersama-sama berusaha mewujudkan kemajuan yang merata dan berkeadilan sosial.
~~~~
Editor : Agus WA