Banyumas Kotanya Para Satria https://rajaview.id/IfvMWWOVnYc6IbWstYsd3QBHVRxlCK6cpa4sCABV
Search This Blog
Tuesday, April 30, 2019
Monday, April 29, 2019
Saturday, April 27, 2019
Friday, April 26, 2019
Thursday, April 25, 2019
KODIM 0701/BANYUMAS GELAR KOMSOS DENGAN KOMPONEN MASYARAKAT

Banyumas – Kodim 0701/Banyumas menggelar silaturahmi dengan masyarakat, berupa kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos) bersama berbagai komponen masyarakat di aula Makodim 0701/Banyumas. Rabu (24.04/2019)
Adapun tema yang diusung dalam acara Komsos yaitu “Melalui Silaturahmi Dengan Komponen Masyarakat, Kita Tingkatkan Rasa Cinta Tanah Air, Wawasan Kebangsaan dan Kesadaran Berbangsa dan Bernegara Dalam Rangka Membantu Kesulitan Rakyat Serta Menjaga dan Mempertahankan Kedaulatan NKRI”.
Dalam sambutannya, Komandan Kodim 0701/Banyumas Letkol Inf Candra, S.E., M.I.Pol menyampaikan bahwa pertemuan tersebut merupakan wujud jalinan silaturahmi dengan komponen masyarakat. Sekaligus meningkatkan kemanunggalan TNI dengan rakyat.
“Silaturahmi merupakan suatu metode Binter atau cara yeng efektif untuk meningkatkan komunikasi antara komponen masyarakat, sehingga akan dapat saling bertukar informasi, menyamakan pemahaman serta tentunya akan dapat mengurangi adanya perbedaan sehingga tercipta suasana yang kondusif,” jelas Dandim.
Lebih lanjut disampaikan Dandim bahwa Komsos merupakan sarana yang efektif untuk memelihara dan meningkatkan kebersamaan guna membangun komunikasi dialogis, sehingga dapat diperoleh kesamaan pandangan dalam memahami setiap permasalahan yang terjadi.
“Pertemuan seperti ini bertujuan sebagai forum silaturahmi, sehingga bisa memperkuat hubungan emosional antara TNI dan seluruh elemen bangsa,” jelas Dandim.
Pada kesempatan itu, Dandim juga menjelaskan tugas pokok TNI dalam Undang-Undang RI nomor 34 tahun 2004 tentang TNI. Bahwa TNI berperans sebagai alat negara di bidang pertahanan yang dalam pelaksanaan tugasnya berdasarkan kebijakan dan keeputusan politik negara.
“Peran tersebut dilaksanakan melalui tugas pokok TNI yaitu menegakkan kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan wilayah NKRI serta melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara,” papar Dandim.
Dandim diakhir sambutannya menyampaikan bahwa Keluarga besar Kodim 0701/Banyumas berkomitmen untuk memberikan yang terbaik kepada masyarakat guna kemajuan bangsa dan negara, karena TNI adalah berasal dari rakyat, dan untuk rakyat. “Diharapkan melalui Komsos dengan masyarakat kali ini, bisa menjalin silaturami yang baik antara TNI dengan rakyat agar terjalin lebih baiklagi,” pungkas Dandim.
Editor : Agus WA
Wednesday, April 24, 2019
KORMIL 10/SUMPIUH BERSAMA WARGA LAKUKAN KARYA BAKTI PERBAIKAN JALAN

Sumpiuh – Sebanyak 3 anggota Koramil 10/Sumpiuh Kodim 0701/Banyumas bersama warga masyarakat Desa Banjarpanepen Kec. Sumpiuh Kab. Banyumas melaksanakan perbaikan jalan desa. Rabu (24/04/2019)
Perbaikan tersebut bertujuan untuk meningkatkan akses warga masyarakat desa dan untuk memperlancar kegiatan perekonomian warga.
“Kerja bakti yang dilakukan bersama masyarakat ini diharapkan agar jalan menjadi bagus, sehingga bisa memperlancar akses masyarakat Desa Banjarpanepen sehari-hari dalam kegiatan perekonomian,” jelas Ws Danramil 10/Sumpiuh Kapten Inf Muklis, S. Sos saat meninjau langsung kegiatan karya bakti ini.
Dalam kesempatan itu, Kapten Muklis menyampaikan bahwa kerja bakti yang dilakukan Babinsa bersama warga tersebut merupakan salah satu bentuk kemanunggalan TNI dengan rakyat, serta untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang nantinya dapat membantu masyarakat untuk menikmati akses jalan yang lebih baik.
Selama ini, kondisi jalan tersebut memang kurang lebar dan kurang rata sehingga aktifitas masyarakat agak terganggu. Diharapkan dengan karya bakti ini kegiatan masyarakat akan kembali lancar dan dapat meningkatkan roda perekonomian masyarakat desa, jelas Danramil.
Editor : Agus WA
Kodim 0701 Banyumas Selenggarakan Kesamaptaan Jasmani

Banyumas – Anggota Kodim 0701/Bms melaksanakan tes kesegaran jasmani/Samapta untuk TA 2019 di lapangan Makorem 071/Wijayakusuma, Sokaraja, Banyumas. Tes ini dilaksanakan agar semua anggota TNI tidak ada alasan untuk tidak melaksanakan, di mana tugas operasional satuan tetap berjalan.
Tes Kesamaptaan Periodik tersebut meliputi tes kesegaran “A” yaitu lari 12 menit dan tes kesegaran “B” Pull Up, Sit Up Twist, Push Up, Lunges, Shuttle Run, serta renang gaya dada jarak 50 meter.
Dandim 0701/Banyumas Letkol Inf Candra, S.E., M.I.Pol melalui Pasiops Lettu Inf Nurkolis menyampaikan bahwa kegiatan Samapta yang dilaksanakan merupakan program dari Komando Atas yang bertujuan untuk mengukur tingkat kemampuan dan kebugaran individu prajurit. Selain itu juga, untuk kesiapan anggota dalam rangka kesiapsiagaan satuan.
Selain program Komando Atas, Samapta ini juga dapat dijadikan sebagai tolak ukur kebugaran dan utamanya untuk kesiapan anggota Kodim dalam kesiapsiagaan satuan. Hal ini dapat dipahami, karena melalui hasil kesamaptaan ini dapat diketahui kemampuan dan kondisi kebugaran prajurit, karena dalam setiap item yang dilaksanakan sudah ada standar nilai minimal yang harus dicapai.
Tes kesamaptaan jasmani periodik bagi prajurit ini merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan dua kali dalam setahun. Guna untuk mengetahui sejauh mana tingkat kebugaran fisik prajurit sekaligus untuk mengukur kemampuan fisik prajurit secara berkala.
Editor : Agus WA
Hilman dan Endah Juara Duta Genre Banyumas 2019

BANYUMAS : Hilman Taufik Hidayat dan dan Endah Safitri keduanya dari Universitas Muhammadyah Purwokerto terpilih menjadi Duta Genre Banyumas 2019. Pemilihan tersebut digelar oleh Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdaayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Banyumas Rabu (24/4/2019) di pendopo Sipanji Purwokerto. Kegiatan berlangsung sejak sejak 19 Juli 2018 tersebut diikuti sebanyak 84 orang peserta, setelah melalui babak seleksi pada babak final diikuti sebanyak 70 orang peserta untuk menempati posisi juara dengan berbagai predikat yang telah ditetapkan panitia.
Kepala DPPKBP3A Kabupaten Banyumas Taefur Arofat menjelaskan Pemilihan Duta Genre merupakan program ketahanan keluarga melalui remaja. Tantangan remaja kedepan menurutnya sangat berat. Namun dengan pembinaan program generasi berencana, diharapkan para duta dan forum GenRe dapat mensosialisasikan katakan tidak pada triad KRR. Tidak menikah di bawah umur, tidak melakukan penyimpangan seksual dan tidak mendekati narkoba.
“Generasi muda harus disiapkan untuk menghadapi permasalahan remaja yang timbul, ini semua harus diantisipasi dan butuh perhatian seluruh pihak. Jika salah mengarahkan generasi muda, Indonesia akan berbahaya ketika menghadapi bonus demografi 2030 mendatang. Remaja harus sehat, cerdas dan bisa mengisi bonus demografi. Pemerintah tentu akan berupaya semaksimal mungkin. Namun peran orang tua sangat penting. Sehingga semua pihak tidak bisa tidak harus sukseskan program duta GenRe,” ungkap Taerfur.
Kepala Bidang Keluarga Berencana, Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga Diah Pancasilaningrum mengatakan bahwa sebelum grand final ini pemilihan duta Genre ini telah melalui beberapa tahap seleksi. Seluruh peserta telah diberi pengetahuan selama tiga hari. Dalam tahapan itupun, proses penjurian pun telah dimulai.
“Program Duta GenRe merupakan program pembangunan keluarga sejahtera. Sehingga para Duta GenRe dapat menjadi figur di lingkungannya dalam mensosialisasikan program GenRe itu sendiri,” jelasnya.
Dewan juri dalam Grand Final terdiri dari Slamet Hartono, SH (IpeKB), dr Dewi Kiswani (PKBI), Rr Setyawati, S.Psi, M.Si 9Psikolog), Ayu Wulandari (Forum Genre) dan juri Kehormatan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Banyumas Ny Erna Sulistyawati Achmad Husein
Pada Grand Final ini peserta diuji pengetahuannya tentang aspek Program Kependudukan, Keluarga Berencana, dan Pembangunan Keluarga (KKBPK), Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR), Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK R) dan Public Sepeking dan bahasa Inggris.
“Pertanyaan yang diajukan untuk menguji wawasan dan kepribadian para finalis, karena mereka nantinya menjadi Duta Remaja,” katanya
Setelah melalui beberapa tahap penilaian maka dewan juri menetapkan pemenang putra Juara 1 Hilman Taufik Hidayat utusan UMP Purwokerto, juara 2 Afif Cahya Andhika utusan SMK Telkom Purwokerto, Juara 3 Asmikan Fahmi Asadullah utusan PIK R Bahagia SMA Negeri 4 Purwokerto, Harapan 1 Briyan Setiawan utusan SMK N 1 Purwokerto dan Harapan 2 dari Davit S Tambunan Unsoed.
Sedangkan pemeneng putri Juara 1 Endah Safitri utusan UMP Purwokerto, juara 2 Kartika Dwi Permatasari utusan Kecamatan Purwokerto Selatan, juara 3 Hana Alfiani Lutfi utusan Kecamatan Karanglewas, Harapan 1 Siti Nur Yuliana utusan UMP dan Harapan 2 Meutia Lintang K utusan PIK R Bahagia SMA Negeri 4 Purwokerto
Selain itu ada pemilihan peserta favorit pemilihan penonton diraih oleh Muhammad Arif Setyo Budiaji dan Nur Laela W.
Editor : Agus WA
Monday, April 22, 2019
Sunday, April 21, 2019
Saturday, April 20, 2019
Persit Yonif 406 Peringati Hari Kartini

Persit Kartika Chandra Kirana Cabang LVI Ranting 3 Yonif 406/CK mengadakan Pertemuan dalam rangka memperingati Hari Kartini tahun 2019 dengan mengambil tema ” Dengan semngat Kartini kita wujudkan Kualitas keluarga untuk Jawa Tengah maju dan berdikari”.
Kegiatan tersebut dipimpin oleh Ibu Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Ranting 3 Yonif 406/CK Ny. Andy Soelistyo K. P dan diikuti oleh seluruh anggota Persit Kartika Chandra Kirana Ranting 3 Yonif 406/CK.
Hari Kartini kiranya seperti hari-hari dimana dipandang sebagai momentum dimana selain dianggap penting dikarenakan aspek bersejarah namun tanggal pada hari tersebut kiranya dapat mengakomodir atau mewakili keseluruhan dari segala bentuk perjuangan yang Kartini capai untuk meningkatkan derajat kaum wanita di Indonesia.
Editor : Agus WA
Friday, April 19, 2019
Thursday, April 18, 2019
Danrem 071/Wijayakusuma Patroli Bersama di Wilayah Kodim 0701 Banyumas

Banyumas – Dengan berkendara Trail Dinas Makorem 071/Wijayakusuma, Danrem 071/Wijayakusuma Kolonel Kav Dani Wardhana, S.Sos., M.M., M.Han., bersama dengan Kapolres Banyumas AKBP Bambang Yudhantara Salamun, S.I.K. dan Dandim 0701/Banyumas Letkol Inf Candra, lakukan patroli wilayah bersama guna memastikan kondusifitas wilayah khususnya wilayah Kabupaten Banyumas aman dan kondusif menjelang pesta demokrasi Pemilu Pilpres dan Pileg Tahun 2019, Selasa (16/4/2019) malam.
Danrem 071/Wijayakusuma pada kegiatan tersebut menyampaikan ucapan terimakasih kepada semua pihak atas kerjasama yang baik dari jajaran TNI khususnya Korem 071/Wijayakusuma dan Kodim 0701/Banyumas serta jajaran Polres Banyumas yang telah bekerja keras dalam menciptakan keamanan dan kenyamanan warga di wilayah Banyumas khususnya malam ini menjelang pelaksanaan pencoblosan Pemilu Pilpres dan Pileg.
Dikatakan Danrem, sampai sejauh ini situasi wilayah Kabupaten Banyumas khususnya dan wilayah jajaran Korem 071/Wijayakusuma umumnya aman dan kondusif.
“Ya kita patut bersyukur diwilayah Kabupaten Banyumas sampai dengan saat ini aman dan kondusif. Semua ini tidak lepas dari peran TNI dan Polri yang menjaga keamanan, dan sangat luar biasa kita lihat sendiri kerjasama segenap komponen yang ada terjaga dan terjalin dengan baik. Dan, mari kita pertahankan suasana yang kondusif ini hingga usainya kegiatan Pemilu dan semoga kondusifitas wilayah Banyumas terjaga hingga sampai kapanpun,” tutur Danrem.
Disamping itu, Danrem 071/Wijayakusuma menegaskan kepada segenap prajurit yang sedang bertugas dalam pengamanan Pemilu Pilpres dan Pileg, untuk selalu memegang teguh Netralitas TNI, dan mempedomani Buku R.O.E dalam pengamanan Pemilu dalam setiap gerak langkah pelaksanaan tugas pengamanan Pemilu.
Patroli bersama menjelang pelaksanaan pencoblosan Pemilu Pilpres dan Pileg Tahun 2019 diwilayah Banyumas, Danrem 071/Wk beserta Kapolres Banyumas dan Dandim 0701/Banyumas, memantau dan mengecek perkembangan situasi dan kondisi dibeberapa TPS diantaranya di TPS Ksatrian Purwokerto, TPS Purwokerto Selatan di Jln. Pramuka dan TPS Karangwangkal Purwokerto Timur.
Editor : Agus WA
Wednesday, April 17, 2019
Tuesday, April 16, 2019
Monday, April 15, 2019
PANEN BERSAMA DI LAHAN DEMPLOT KODIM 0701/BANYUMAS


Banyumas – Danrem 071/Wijayakusuma Kolonel Kav Dani Wardhana, S.Sos., M.M., M.Han., panen padi demplot menggunakan pupuk Wijayakusuma Nutrisi di lahan milik Sertu Mukson, Babinsa Koramil Sumbang Kodim 0701/Banyumas, Senin (15/4/2019) di Desa Banjarsari Kulon Kec.Sumbang Kab.Banyumas.
Kolonel Kav Dani Wardhana S.Sos., M.M., M.Han., dalam sambutannya menyampaikan, maksud kegiatan ini adalah untuk memberikan sebuah solusi terkait dengan lahan/sawah dan tanaman lain, “Yang melatarbelakangi kami turun kelapangan adalah adanya keluhan petani seperti kesuburan tanah, keasaman tanah dan hasil panen”, ujarnya.
Dikatakan, jajaran Korem 071/Wk melalui Kodim-Kodim jajaran Korem 071/Wk sudah menggunakan pupuk nutrisi yang bisa meningkatkan PH. “Tidak ada niat untuk mengintervensi petani untuk menggunakan pupuk Wijayakusuma nutrisi tersebut, tapi mencarikan solusi permasalahan tersebut. pupuk nutrisi tidak hanya digunakan untuk tanaman padi saja, tetapi juga bisa untuk jenis tanaman lainnya Seperti tanaman bawang, Cabai, dan tanaman Produktif lainnya, serta Nutrisi khusus untuk berbagai jenis perikanan”, terangnya.
Camat Sumbang Kab. Banyumas, Drs. Nungky Harry Rachmat, M.Si menyampaikan apresiasi yang tinggi atas atensi TNI dalam hal ini Korem 071/Wk beserta satuan jajarannya yang telah membantu meningkatkan produktivitas petani khususnya diwilayahnya. “Betapa luar biasanya atensi TNI terhadap ketahanan pangan diwilayah kita, panen demplot sudah bisa kita rasakan hasilnya. Kami berharap agar wilayah Kecamatan lain juga dikunjungi dan dibantu agar swasembada pangan diwilayah Banyumas bisa terpenuhi”, ungkapnya.
Dikatakan, upaya pendampingan terhadap petani terkait Upsus Pajale hasilnya sangat dirasakan manfaatnya bagi masyarakat di Kecamatan Sumbang.
Sementara itu, Kadis Pertanian dan Ketahanan Banyumas, Ir. Widarso, menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada TNI Korem 071/Wk, “Terimakasih kepada TNI karena sejak lama sudah dibantu dalam Upsus Pajale, kita tahu kebutuhan penduduk semakin meningkat dan kebutuhan pangan juga meningkat tetapi lahan semakin berkurang”, paparnya.
“Salah satu upaya untuk mengatasi ketahanan pangan adalah dengan demplot dan jenis nutrisi untuk meningkatkan hasil panen, salah satu metode penyuluhan adalah dengan demplot sehingga petani bisa melihat dan mempraktekan sendiri”, terangnya.
Dijelaskan, produksi untuk pertanian saat ini kita ketahui semakin stagnan, untuk meningkatkan hasil panen dan meningkatkan kesuburan tanah salah satunya dengan nutrisi. “Kabupaten Banyumas saat ini sedang memasuki periode musim panen, kendala yang dihadapi ada sebagian yang sedang masuk musim tanam kedua, tetapi sebagian wilayah mengalami kesulitan air dan kedepannya bagaimana mengatasi kesulitan air pada musim tanam karena ada tanaman yang harus kita selamatkan”, terangnya.
Dandim 0701/Banyumas, Letkol Inf Candra, SE, M.I. Pol., mengatakan, pangan adalah kebutuhan dasar manusia, sehingga TNI bersama masyarakat agar dapat menciptakan ketahanan pangan. “Melalui pupuk Wijayakusuma nutrisi ini, diharapkan akan menjadi solusi untuk meningkatkan kesuburan tanah dan hasil panen. Demplot di Kecamatan Sumbang merupakan demplot yang kedua, karena untuk demplot yang pertama di Kecamatan Karanglewas”, jelasnya.
Usai kegiatan seremonial, Danrem 071/Wijayakusuma beserta Dandim 0701/Banyumas, Kadis Pertanian Banyumas, Camat Sumbang, Kades Banjarsari Kulon, Tim Wijayakusuma Nutrisi, dan Pok Tani Desa Banjarsari Kulon Kec. Sumbang Banyumas, melaksanakan panen padi demplot menggunakan Pupuk Wijayakusuma Nutrisi milik lahan Sertu Mukson, Babinsa Desa Banjarsari Kulon Koramil Sumbang Kodim 0701/Banyumas.

Editor : Agus WA
Sunday, April 14, 2019
Tuesday, April 9, 2019
Rumor Khilafah is Down

Oleh: Tony Rosyid
Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa
Khilafah dalam konteks gerakan politik Indonesia itu khas milik HTI. HTI itu koncone PKS? Bukan! Gak ada hubungannya. PKS justru paling kencang mengkritik HTI karena HTI golput. Sebagai partai politik, PKS anti golput. HTI itu FPI? Bukan juga! FPI itu NU banget. Shalawat, ziarah kubur, tahlil dan qunut. FPI pro demokrasi. Beda dengan HTI.
Lalu HTI itu siapa? Bukan PKS, dan bukan pula FPI. HTI itu ya HTI. Setiap pemilu golput. Anda tahu golput? Golput itu gak dukung siapa-siapa, dan gak ikut nyoblos. Bagi HTI, demokrasi itu haram. Tahu artinya haram? Dilarang! Makanya, mereka golput. Dan kita, masyarakat pemilih, gak perlu risau dengan HTI.
HTI bukannya pendukung Prabowo ya? Ngawur! Bahkan super ngawur! Ya bukanlah. Golput kok dukung. Kalau HTI mau dukung, kemungkinan dukung PBB. Coba lihat jejak digitalnya di media. HTI dukung PBB, karena Yusril jadi pengacaranya. Apakah berarti HTI dukung Jokowi? Ya gak tahu. Silahkan tanya HTI dan Yusril. Hanya mereka berdua yang tahu, selain Tuhan.
Isunya HTI dukung Prabowo? Namanya juga isu. Dibuat, dipoles dan digoreng. Ini namanya black campaign. Kampanye hitam. Bahasa agamanya “fitnah”. Tujuannya? Nyerang Prabowo. Ini gak bermoral kawan!
Ada tiga isu yang selalu dimainkan dan berulang-ulang digunakan sebagai propaganda kampanye untuk menyerang Prabowo. Pertama, isu khilafah. Kedua, isu radikal. Ketiga isu wahabi. Wahabi itu identik dengan no tahlil, no ziarah kubur dan no qunut. “Kalau calon ini menang, maka tahlil, ziarah kubur dan qunut tak ada lagi di Indonesia.” Lucu bukan? Lucu banget.
Tiga isu ini terus diopinikan ke publik untuk menakut-nakuti pemilih. Namanya juga propaganda politik.
Tapi, yang bicara begitu ada yang bergelar kiyai pesantren? Ingat, kiyai itu pinter agama, tapi bukan berarti pinter politik. Kiyai itu, terutama yang hidup di kampung, umumnya sosok yang lugu dan sederhana. Karena keluguannya itu, ada pihak-pihak yang memanfaatkan. Bisikin kiyai bahwa negara ini terancam oleh kelompok Islam radikal. Ada kiyai yang langsung percaya. Namanya juga orang lugu.
“Pak kiyai, kalau si A menang, maka tahlil, ziarah kubur dan qunut akan dihapus.” Percaya juga. Dengar bisikan itu, badan kiyai bisa gemetar. Wajahnya memerah, dan hatinya marah. Besoknya, kiyai langsung berceramah. Isinya mengutuk dan melaknat calon si A. Begitulah yang selama ini terjadi. Orang baik, karena keluguannya, seringkali dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk menebar fitnah. Menurut anda, siapa yang jahat? Pembisik! Pak kiyai, siapapun anda, hati-hati dengan para pembisik ini.
Untuk memastikan bahwa khilafah adalah isu, fitnah dan kampanye hitam belaka itu simple. Sangat mudah. Caranya? PKB masuk koalisi. Maksudnya? Kalau PKB ikut dukung Prabowo, maka isu khilafah, radikal, bahkan wahabi, seketika hilang. Pergi tanpa jejak.
Ingat Pilgub Jawa Tengah 2017 lalu? Ketika PKS, PAN dan Gerindra mengusung Sudirman Said jadi calon gubernur, apakah ada isu khilafah, radikal dan wahabi? Tidak ada! Kenapa? Karena PKB ikut gabung. Anda bisa bayangkan jika PKB tak ada di partai koalisi Sudirman Said saat itu, hampir pasti isu khilafah, radikal dan wahabi (no tahlil, no ziarah kubur, no qunut) akan dimainkan. Pahamkan?
Dulu di DKI, juga ada isu. Jika Anies-Sandi menang, Jakarta akan menerapkan syariat Islam. Islam di Jakarta akan jadi Islam radikal. Tahlil, qunut dan ziarah kubur akan dihapus. Faktanya sekarang? Nol! Gak terbukti! Ngawur bukan? Masak ke-ngawuran ini diulang lagi. Mikiiiir, kata Cak Lontong. Artinya, pakai otak dong…
Secara moral, kampanye model ini menodai demokrasi kita. Jaringan syaraf rakyat dirusak oleh pola kampanye hitam seperti ini. Satu sisi kita menolak politik identitas, tapi disisi lain kita terus menyuarakan identitas-identitas yang lebih fanatik. Ini memprihatinkan.
Lalu, apakah isu khilafah berpengaruh? Untuk non muslim mungkin iya. Tapi juga harus diingat, mayoritas non muslim adalah pendukung PDIP. Kata LSI, angkanya 54,7 persen. Siapapun calon yang diusung PDIP, mereka juga ikut dukung. Sebagian kecil non muslim menyebar ke partai-partai lain. Ada isu khilafah atau tidak, non muslim prosentasenya sangat kecil yang mendukung calon di luar PDIP.
Pengaruhnya terhadap Nahdliyyin? Orang-orang NU sudah pada cerdas. Tahu mana yang fitnah, mana yang beneran. Jadi, isu khilafah, juga isu radikalisme dan wahabi, tak akan banyak mempengaruhi pilihan warga Nahdliyyin. Kecuali yang “die hard” PKB. Yang mati urip nderek PKB.
Isu khilafah hanya ramai di opini, tapi tak signifikan mempengaruhi pilihan rakyat. Buktinya, bersamaan dengan makin kencangnya isu khilafah, elektabilitas Prabowo tetap naik, dan elektabilitas Jokowi terus turun. Ini tanda, permainan isu khilafah telah gagal.
Jakarta, 9/4/2019
Editor : Agus WA
Monday, April 8, 2019
TNI Minta Polisi Usut Pemukulan Serka Setia Oleh Pendukung Capres

Korem 072 Pamungkas akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk mengusut pengeroyokan anggotanya, Serka Setia Budi Haryanto. Pengeroyokan tersebut dilakukan oleh massa pendukung salah satu calon presiden usai menghadiri kampanye di Kabupaten Kulon Progo, Minggu (7/4).
“Untuk itu sudah koordinasi dengan kepolisian untuk mengusut kejadian tersebut,” kata Kepala Penerangan Korem (Kapenrem) 072 Pamungkas, Mayor Mespan, Senin (8/4).
Serka Setia yang diketahui sedang tidak bertugas dikeroyok di rumahnya, Desa Bantar Kulon, Banguncipto, Kecamatan Sentolo, Kabupaten Kulon Progo. Akibatnya korban harus menerima tujuh jahitan di kepala akibat hantaman benda tumpul.
“Yang bersangkutan (Serka Setia) tadi malam sudah diizinkan pulang dari rumah sakit,” ujarnya.
Dari informasi yang dihimpun, saat pengeroyokan terjadi, Serka Setia sedang mengambil gambar dari pinggir rumahnya ketika massa pulang dari kampanye. Dia mengambil gambar ketika tampak keributan dalam rombongan massa itu.
Setelah itu tiba-tiba Serka Setia dihampiri dan diserang massa. Saat dikeroyok, Serka Setia sedang bersama seorang anggota Panwaslu Desa Sentolo, Janarta.
Serka Setia sebenarnya sudah memperkenalkan identitasnya, tapi ia bersama Janarta tetap diserang massa dengan benda tumpul.
Editor : Agus WA
Saturday, April 6, 2019
Panglima : Pesawat MIG 17 Bukti Sejarah Perjuangan TNI

Banyumas – Monumen Pesawat MIG 17 Fresco adalah bukti sejarah bahwa kita sebagai bangsa yang besar, senantiasa menghargai jasa para pahlawan yang telah berjuang bagi kemerdekaan Indonesia.
Demikian dikatakan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P dalam sambutannya pada acara peresmian Monumen Pesawat MIG 17 Fresco bertempat di Alun-alun Kota Lama Banyumas Jawa Tengah. Sabtu (06/04/2019).
Pada kesempatan itu, Panglima TNI saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada Bupati Kabupaten Banyumas, seluruh masyarakat Banyumas. “Berkat dukungan semua pihak sehingga pembangunan ini dapat berjalan lancar dam diselesaikan dengan baik” ucapnya.
Selanjutnya Panglima TNI menyampakan bahwa sekarang ini Alun-alun Banyumas memiliki sebuah pesawat legendaris milik TNI AU, MIG 17 Fresco. Pesawat asal Rusia ini, pernah digunakan TNI AU pada tahun 1960-1969.
“Pesawat ini sangat berjasa bagi Republik Indonesia, khususnya saat pembebasan Irian Barat dari tangan Belanda. Saat itu, pesawat MIG 17 inilah yang diantaranya membuat Belanda memperhitungkan kekuatan Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI), yang berada pada urutan keempat dunia waktu itu” pungkasnya.
Diakhir sambutannya, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto berharap dengan kehadiran Monumen Pesawat Mig 17 Fresco dapat meningkatkan kebanggaan masyarakat akan TNI dan menumbuhkan kecintaan kepada tanah air serta semangat kejuangan kita semua. “Semoga pesawat ini menjadi inspirasi bagi generasi muda bangsa, untuk menjadi penjelajah dan pelindung angkasa nusantara”, ungkapnya.
Turut hadir dalam acara tersebut diantaranya Wakapolri Komjen Drs Ari Dono Sukmanto S.H, Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Mohamad Efendi, Asisten Logistik (Aslog) Panglima TNI Marsda TNI Kukuh Sudibyanto, Kapusbintal TNI Laksma TNI Budi Siswanto, S.T.,M.A.P., Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Condro Kirono, Danrem 071/Wk Kolonel Kav Dani Wardhana, S.Sos., M.M., M.Han., Bupati Banyumas H.Ir.Ahmad Husein beserta Forkopimda Banyumas, KH. Musthofa Aqil Siraj, Habib Alwi Al-Habsy, dan Ketua Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, serta Pejabat Daerah Banyumas.
Editor : Agus WA