Search This Blog

Monday, August 31, 2020

Apa Itu Rapid Test, Swab Dan PCR


Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), banyak pertanyaan tentang apa itu rapid test, swab, dan PCR. Ketiganya adalah istilah yang digunakan untuk diagnosis Covid-19.

Rapid test adalah metode pemeriksaan Covid-19 dengan mengambil darah dari ujung jari atau vena. Pemeriksaan ini menggunakan alat catridge untuk melihat adanya antibodi yang ada dalam tubuh ketika ada infeksi virus. Proses untuk mengetahui hasil tes ini sekitar 30 – 60 menit. Inilah kelebihan rapid test sehingga dapat digunakan untuk memeriksa banyak orang dalam satu waktu.

Swab adalah pengambilan lendir yang ada di Rongga Hidung dan Tenggorokan. Swab biasanya tidak cuma sekali dilakukan untuk memastikan seseorang dinyatakan positif Covid-19. Hasil swab dapat menyatakan seseorang positif Covid-19 meskipun orang tersebut tanpa gejala (OTG)

PCR adalah singkatan dari Polymerase Chain Reaction. Swab dan PCR saling keterkaitan. PCR merupakan metode pemeriksaan virus SARS Co-2 (Covid-19) dengan mendeteksi DNA virus. Dibanding rapid test, pemeriksaan PCR lebih akurat. Metode ini jugalah yang direkomendasikan WHO untuk mendeteksi Covid-19.

Bila saat ini dilakukan rapid tes, swab – PCR secara massal untuk seluruh masyarakat, mungkin data yang terkonfirmasi positif akan lebih banyak lagi dari data yang ada (penamas)

Time For Revenge | Model : Serka Agus Wahyudi


Sunday, August 30, 2020

Profile Serka Agus Wahyudi, Pelatih Bela Diri Militer Kodim 0701 Banyumas


Banyumas. Serka Agus Wahyudi, anggota Koramil 11 Kemranjen Kodim 0701 Banyumas merupakan Pelatih (Sabem) Bela Diri Militer Yong Moo Do Kodim 0701 Banyumas. Sabuk Hitam (Dan 1) Yong Moo Do diraihnya pada Pelatihan Kader Bela Diri Militer Yong Moo Do di Yonif 406 Purbalingga pada tahun 2010 silam.

” Saya menyukai Olah Raga Bela Diri Seperti Karate, Silat dan Ninjutsu/Ninja sejak kecil. Namun yang sampai tingkatan Sabuk Hitam hanya Yong Moo Do. Sering ikut kejuaraan terutama saat saya masih SMA “, demikian tutur Serka Agus Wahyudi yang mangaku saat ini sudah tidak aktif lagi latihan bela diri karena mengalami cedera di pergelangan kaki kanannya.

Kecintaannya pada olah raga bela diri ini akhirnya menurun ke anak pertamanya, Hanifan Ardhi Alfarizi yang saat ini tercatat menjadi Murid SMK Ma’arif Sumpiuh. Anaknya tersebut mengikuti olah raga bela diri Pencak Silat Merpati Putih.

Untuk menjaga kebugaran tubuhnya, Serka Agus Wahyudi juga mengikuti Fitnes di Gladiator Fitnes Club, Tambak – Banyumas. Seminggu Tiga Kali datang di tempat Gym yang dikelola oleh Om Joni Untung ini. Namun selama Pandemi Covid-19 belum sempat lagi latihan.

” Sudah rindu dengan Si Hitam Besi Barbel, tapi harus bersabar dulu. Sampai Pandemi Covid-19 berlalu “, Demikian Serka Agus Wahyudi mengakhiri Chatting di Aplikasi WhatsApp (R.11/Fijr)

Saturday, August 29, 2020

Swab Tes Anggota Koramil 11 Kemranjen Kodim 0701 Banyumas


Kemranjen. Swab Tes merupakan pengambilan lendir/cairan yang ada di Rongga Hidung dan Rongga Tenggorokan. Cara ini dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya imunitas (antibodi) seseorang terhadap Covid – 19. Hasilnya disebutkan reaktif dan non reaktif. Tidak hanya sekali Swab Tes dilakukan untuk memastikan seseorang dinyatakan Positif Covid-19 meskipun tergolong Orang Tanpa Gejala (OTG). Dan OTG ini dimungkinkan banyak jumlahnya, bila dilakukan Swab Massal pada masyarakat.

Seluruh Anggota Koramil 11 Kemranjen Kodim 0701 Banyumas melaksanakan Swab Tes yang dilakukan oleh Puskesmas Kemranjen I Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas. Kegiatan Swab Tes merupakan perintah dari Pimpinan TNI untuk mencegah dan mengetahui penyebaran Covid-19. Mengingat anggota TNI terutama Babinsa yang setiap saat berada di lapangan dan selalu bersosialisasi dengan masyarakat banyak.

Kegiatan Swab Tes juga dilaksanakan di semua Koramil yang ada di wilayah Kodim 0701 Banyumas, termasuk Makodim. Dari data yang ada, Kodim 0701 Banyumas dan jajaran Koramil dibawahnya yang telah melaksanakan Tes Swab secara massal untuk seluruh anggotanya (R.11)

Thursday, August 27, 2020

Pemberantasan Sarang Nyamuk di Desa Sidamulya Kecamatan Kemranjen Kabupaten Banyumas


Kemranjen. Sertu Iwan Susanto, Babinsa Sidamulya Koramil 11  Kemranjen melaksanakan kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) pada Jum’at, 28 Agustus 2020. Kegiatan ini dilakukan bersama Kades Sidamulya dan Bhabinkamtibmas Sidamulya.

Ibu ibu PKK Desa Sidamulya juga berpartisipasi pada kegiatan ini. Petugas Kesehatan dari Puskesmas Kemranjen II juga hadir memberikan tehnis kegiatan dan juga melaksanakan kegiatan serupa.

Menurut Danramil 11 Kemranjen Kapten Cba Ahmad Mansur, tidak hanya Covid-19 yang dicegah penyebarannya, namun penyakit lain seperti Demam Berdarah juga harus ditangani. Karena penyakit yang disebabkan oleh Nyamuk Aides Aigypti ini juga dapat menyebabkan kematian (R.11)

Saturday, August 15, 2020

Operasi Penertiban Penggunaan Masker Secara Serentak Di Kecamatan Kemranjen Kabupaten Banyumas Check poin Desa Karangjati

Click here :
https://youtu.be/YhzA2wHSAV8

Operasi Penertiban Penggunaan Masker Secara Serentak Di Kecamatan Kemranjen Kabupaten Banyumas Check poin Desa Karangjati


Click here :
https://youtu.be/YhzA2wHSAV8

Pemeliharaan Bangunan (Harbang) Koramil 11 Kemranjen Kodim 0701 Banyumas


Click here :
https://youtu.be/UrUk-w4gu_k

Wednesday, August 12, 2020

Verifikasi Dan Evaluasi Desa Sanitasi Total Berbasis Masyarakat


Kemranjen. Rapat Verifikasi dan Evaluasi Desa Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) untuk Desa Sirau Kecamatan Kemranjen digelar pada Rabu, 12 Agustus 2020. Hadir pada kesempatan tersebut Camat Kemranjen Dwi Irawan Sukma dan Kasi Permas Kustiyah.

Kepala Puskesmas Kemranjen II dokter Amir Fuad yang hadir pada kegiatan ini memberikan sambutan mengenai persiapan penilaian Desa STBM. Juga disampaikan agar selalu memakai masker bila beraktifitas di luar rumah terutama bila sedang berkendaraan di jalan. Menjaga jarak yang aman dari jangkauan penyebaran Virus Corona, dan sesering mungkin mencuci tangan bila selesai beraktifitas.

Babinsa Sirau Serma Budiono dan Bhabinkamtibmas Sirau Bripka Wisnu hadir pada kegiatan ini sebagai unsur Tiga Pilar kekuatan di desa bersama Kades Sirau Mualifful Khasan. Dalam sambutannya Kades Sirau Mualifful Khasan menyampaikan ucapan terimakasih atas kehadiran semua undangan. Dan disampaikan juga warganya sudah banyak yang paham tentang Desa Sanitasi Total Berbasis Masyarakat dengan perubahan prilaku 5 Pilar STBM (penamas)

Friday, August 7, 2020

Wednesday, August 5, 2020

Watini, Penderita Gangguan Pertumbuhan Badan Dikunjungi Pejabat Militer Di Banyumas


Click here :
https://youtu.be/6RRN4gfXufQ

Danramil 11 Kemranjen Jenguk Watini


Kemranjen. Danramil 11 Kemranjen Kodim 0701 Banyumas Kapten Cba Ahmad Mansur menjenguk Watini, penderita gangguan pertumbuhan badan di Desa Pageralang Rt 01 Rw 14 Kecamatan Kemranjen. Rabu, 05 Agustus 2020.

Danramil juga memberikan Sembako untuk membantu kebutuhan sehari – hari. ” Kita saling berbagi, semua sama makhluk Allah. Cobaan yang ditarima Watini cukup berat. Kita datang untuk membantu mengurangi cobaan itu,” demikian tutur Danramil yang didampingi oleh Kades Pageralang dan Babinsa Pageralang.

Menurut Ketua RT tempat Watini tinggal, dulu Watini sempat bersekolah. Namun karena keterbatasan fisiknya, tidak dapat melanjutkan sekolahnya. Watini masih dapat bertutur kata, tapi untuk kegiatan keseharianya harus dibantu orang lain (R.11)

Monday, August 3, 2020

Namaku Chika, Aku Ingin Menjadi Tentara


Banyumas – Bagi Chika (6), putri dari Rusmiyati (29), warga Dukuh/Desa Petahunan RT. 01 RW. 02, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, jaket terbaik miliknya saat ini adalah baju loreng bekas layak pakai milik anggota TNI yang pernah bertugas membangun infrastruktur di desanya melalui TMMD Reguler 108 Kodim 0701 Banyumas.

Tak hanya itu, topi rimba peninggalan Satgas TMMD, adalah topi ternyaman, terindah dan unik menurut Chika.

Dibenarkan Rusmiyati, bahwa anaknya sangat senang sekali mendapatkan kenang-kenangan baju dari pak tentara yang sering memberikan motivasi belajar di saat libur sekolah terkait pandemi covid.

“Jaket dan topi yang dipakai Chika itu-itu saja Pak, saya sampai heran. Namun terima kasih kepada Pak TNI yang telah memberikannya, karena sekarang asal ditanya cita-cita, Chika menjawab ingin menjadi Tentara Wanita,” ucap penjual karcis Lokawisata Bukit Watu Kumpul Petahunan itu, Senin (3/8/2020).

Sementara disampaikan Serka Eko Budi Wiyono, Babinsa setempat dari Koramil 15 Pekuncen, Kodim Banyumas, selaku pengambil foto, upaya pendekatan anggota Satgas TMMD saat bertugas di desa binaannya itu, secara langsung telah membentuk karakter anak untuk menjadi prajurit.

“Rekan-rekan saya yang pernah bertugas di TMMD Reguler di Petahunan, banyak yang memperkenalkan dunia militer kepada anak-anak setempat di sela-sela waktu mereka. Ada yang mengajar baris-berbaris, cara penghormatan yang benar, beladiri militer, maupun kecabangan-kecabangan militer,” bebernya.

Menurutnya, wawasan kebangsaan untuk bela negara dan cinta tanah air, memang perlu ditanamkan sejak dini.

“Yang namanya anak-anak, dalam membentuk karakter mereka ya kita harus masuk ke dunia mereka terlebih dahulu, barulah setelah mereka menganggap kita teman maka baru menanamkan hal baru kepada mereka,” tandasnya.

Ditambahkannya, jika sejak dini anak-anak memiliki jiwa nasionalisme yang kuat, maka akan sangat baik bagi perkembangan watak mereka yang berdisiplin di rumah, sekolah, serta terhindar dari rasa apatis atau kurang peduli dan berinteraksi dengan teman-teman maupun lingkungannya. (Penamas)