Search This Blog

Thursday, February 28, 2019

Kisah Prajurit Sejati di Medan Perang


“Tangkap Nicolao Lobato, hidup atau mati!”

Perintah itu tegas diberikan Panglima TNI Jenderal M Jusuf pada Brigjen Dading Kalbuadi, komandan operasi pemulihan keamanan Timor Timur.

Nicolao Dos Reis Lobato adalah Presiden Frente Revolucionria de Timor-Leste Independente atau Fretilin. Kelompok bersenjata yang terus melakukan perlawanan pada tentara Indonesia di Timor Timur.

Anggota Fretilin kebanyakan adalah mantan tentara Tropas, pasukan lokal semasa Timor Timur dijajah Portugis. Ada juga gerilyawan lokal yang bergabung. Mereka sangat menguasai medan dan mempunyai kemampuan menembak yang baik. Taktik hit and run serta perang gerilya yang diterapkan Fretilin benar-benar membuat TNI kerepotan.

Maka untuk melemahkan semangat juang Fretilin, pemimpin mereka harus ditangkap. Kolonel Dading Kalbuadi menjawab perintah itu dengan membentuk pasukan air mobile atau mobile udara pertama di tubuh TNI. Demikian dikisahkan dalam buku biografi Jenderal M Jusuf Panglima Para Prajurit yang ditulis Atmadji Sumarkidjo dan diterbitkan Hasta Pustaka tahun 2006.

Pasukan gabungan yang diberi nama Batalyon Parikesit ini berisikan pasukan elite dari Kopassus, Marinir dan Kopasgat. Mereka dilatih khusus di pusat pendidikan Kopassus di Batujajar, Bandung. Konsep mobile udara ini sendiri dikembangkan tentara AS semasa perang Vietnam.

Batalyon Parikesit memburu Lobato dengan dua helikopter SA-330 Puma milik TNI AU. Setiap ada info, pasukan akan diterbangkan helikopter ke lokasi terdekat. Mereka akan turun menggunakan tali atau melompat dengan gesit dari helikopter untuk kemudian mengejar Lobato.

Tahun 1978 tim mobile udara turun untuk pertama kali di wilayah Laklobar dan Soibada. Pergerakan mereka terbukti efektif menekan lawan. Suara helikopter yang menderu-deru di perbukitan juga menjadi pukulan psikologis bagi pasukan pengawal Lobato.

Di darat, ada pasukan elite Nanggala-28 pimpinan Kapten Prabowo Subianto yang bertugas menjepit pasukan Lobato. Tak cuma beranggotakan personel Kopassus, sejumlah partisan lokal juga bergabung dengan tim Prabowo. Mereka dikenal sebagai pencari jejak yang tangguh di medan tempur.

Lalu ada satu Kompi Yonif Linud 700 Kodam XIV dan satu kompi Yonif Linud 401 Banteng Raiders dari Kodam Diponegoro.

Yang tak kalah gigih adalah Batalyon 744 pimpinan Mayor Yunus Yosfiah. Anggotanya semua putera asli Timor Timur yang masih muda dan memiliki semangat tempur tinggi. Mereka memburu Lobato di sekitar wilayah Maubisse Kecil.

Tanggal 30 Desember 1978 dini hari, Kapten Prabowo melapor pada Mayor Yusuf Yosfiah anggota partisannya ada yang melihat pergerakan sejumlah besar pasukan Fretilin ke arah selatan. Diduga kuat Lobato ada di tengah-tengah mereka.

Laporan ini diteruskan pada Komandan Resimen Pertempuran Kolonel Sahala Radjagukguk yang langsung memerintahkan pengepungan diperketat.

Kapten Prabowo diberi tugas mengkoordinasi pengepungan dengan seluruh kekuatan yang ada di sektor tengah tersebut.

Pasukan Nanggala bergerak cepat menyergap pasukan pengawal Lobato. Baku tembak sengit segera terjadi. Sejumlah pengawal Lobato tewas dalam penyergapan ini, namun sang presiden Fretilin menolak menyerah.

Dengan sisa-sisa pengawal yang tersisa Lobato mencoba lari. Namun nahas, mereka dihadang oleh Pasukan Yonif 744 tanggal 31 Desember 1978. Pertempuran jarak dekat terjadi. Lobato tewas ditembak oleh Sersan Satu Jacobus Maradebo, seorang prajurit asli Timor Timur. Peluru itu tepat bersarang di dada Lobato. Ada juga yang mengatakan Lobato tertembak di perut.

Setelah dipastikan jika yang tewas adalah Nicolao Lobato, tim segera memberikan laporan pada Panglima ABRI Jenderal M Jusuf yang langsung meneruskannya pada Presiden Soeharto.

Jenderal Jusuf langsung terbang ke Dili untuk menyaksikan jenazah Lobato. Dia juga terbang ke lokasi pasukan Nanggala dan 744 berada. Secara khusus Jenderal Jusuf memberikan ucapan selamat pada Sertu Jacobus Maradebo atas prestasinya.

Inilah puncak pencapaian operasi militer TNI di Timor Timur. Semua personel yang terlibat dalam misi itu mendapat kenaikan pangkat luar biasa.

Kelak setelah Timor Leste merdeka, Nicolao Lobato diangkat menjadi pahlawan nasional. Namanya diabadikan sebagai nama lapangan terbang internasional di Kota Dili. Patungnya menenteng senjata dan mengibarkan bendera Timor Leste berdiri gagah di ibu kota negara tersebut.

Namun tak diketahui hingga kini dimana jenazah Nicolao Lobato setelah dibawa ke Jakarta. Jenderal (Purn) Agum Gumelar sempat memimpin Tim Pencari Fakta untuk mencari jenazah Lobato. Namun belum diketahui hasilnya.

Ada juga yang menyebut jenazah Lobato dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata Jakarta di deretan Pahlawan Tak Dikenal. Tak ada kepastian soal itu.

Editor : Agus WA

Prajurit Cakra Kostrad Jadi Kapten Timnas U-22 dan Menjadi Jawara Piala AFF 2019

(Generasi Milenial Yang Prestasi, Bukan Pencintraan, Bukan Hoax)

Purworejo – Andy Setyo Nugroho, Kapten Timnas U-22 yang juga seorang prajurit Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) dari Kesatuan Batalyon Infanteri Mekanis Raider (Yonif MR) 412 Kostrad Purworejo. Berpangkat Sersan Dua (Serda), talenta milik Indonesia yang satu ini mungkin belum banyak tahu, namanya masih asing di telinga para pencinta sepakbola tanah air, Andy Setyo Nugroho saat ini milik Klub Sepakbola Liga 1 PS. TIRA Persikabo, sekarang dipercaya sebagai Kapten Timnas U-22 dengan posisi Bek Tengah di era kepelatihan Indra Sjafri.

Di tanah air tercinta ini memang tidak ada habis-habisnya bermunculan pemain muda yang bertalenta. Andy bersama rekan rekan Timnas U-22 yang lain berhasil menyumbangkan juara AFF U-22 tahun 2019 di Kamboja, dibawah komando pelatih Indra Sjafri.

Pria kelahiran Pati, 16 September 1997 berkarier di militer, dimulai dari Sekolah Calon Bintara Prajurit Karier (Secaba PK) 2016, kemudian ditempatkan di Kesatuan Yonif Mekanis 412 Kostrad dengan Jabatan Danru 3/II/ Kompi B.

Serda Andy Setyo Nugroho menjalani debut pertamanya untuk timnas Indonesia U-23 pada 22 Agustus 2017 di Asian Games 2017 melawan Vietnam U-23, ia juga membuat debut resminya untuk Timnas Senior pada tanggal 25 November dalam pertandingan melawan Guyana dimana dia tampil sebagai pemain pengganti.

Satu lagi bibit muda pemain bola dari TNI AD dari Kesatuan Kostrad, dia adalah Serda Fredyan Wahyu Sugiantoro, pria kelahiran Sukoharjo, 11 April 1998, di Timnas U 22 berposisi sebagai Bek Kanan dari Kesatuan Batalyon Infanteri Mekanis Raider (Yonif MR) 413 Kostrad Solo.

Demikian informasi profil Serda Andy Setyo Nugroho, Kapten Timnas U-22 dan Serda Fredyan Wahyu Sugiantoro yang merupakan talenta muda berbakat milik Indonesia dan juga berkarier militer di Kesatuan Kostrad. Batalyon tempat Andy dan Fredyan mengabdi dibawah naungan Brigif 6 Kostrad Solo di jajaran Divisi Infanteri 2 Kostrad.
Keduanya masih lajang, tampan dan berprestasi. Bagi cewek yang mengidolakan mereka dapat menonton pada setiap pertandingan. Dan jangan lupa do’akan mereka dan Timnya agar selalu menjadi Jawara dalam setiap pertandingan.

Editor : Agus WA

Wednesday, February 27, 2019

SEMANGAT PENGERJAAN RABAT BETON DI TMMD KODIM 0701 BANYUMAS

Somagede – Memasuki hari kedua, Rabu (27/02/2019), program TMMD Sengkuyung Tahap I Tahun Anggaran 2019 Kodim 0701/Banyumas di Desa Kanding Kecamatan Somagede Kabupaten Banyumas dilaksanakan dengan pengerjaan sasaran fisik pembuatan rabat beton yang terus dipacu. .

Keterlibatan TNI dan masyarakat setempat cukup antusias. Di beberapa titik pengerjaan sasaran terlihat kerjasama TNI dan masyarakat bahu meratakan pasir di jalan desa dengan harapan pekerjaan selesai tepat pada waktunya.

Di Lokasi TMMD itu, tampak anggota Kodim 0701/Banyumas bersama warga masyarakat Desa Kanding terus bersemangat dan antusias mengerjakan pembangunan talud jalan sepanjang 80 meter serta pembangunan rabat beton sepanjang 790 meter lebar 3 meter.

“Material bebatuan yang sudah ada mulai dipasang sepanjang lokasi jalan yang akan di rabat beton. Selesainya pembuatan talud jalan nantinya akan mencegah abrasi jalan ini sehingga dapat memperlancar akses jalan desa Kanding dan perekonomian warga lancar, tercipta masyarakat yang adil makmur dan sejahtera,” jelas Danramil 09/Somagede Kapten Arm Catur Hadi.

Editor : Agus WA

Tuesday, February 26, 2019

TMMD Sengkuyung I Tahun 2019 Kodim 0701 Banyumas

Cerita Jenderal Petarung

Yusuf Makan Sepiring Berdua Dengan Prabowo Saat Berperang Di Hutan

Air mata Muhamad Yusuf (65) meleleh saat bertemu dengan Prabowo Subianto, mantan komandannya. Tak lama kemudian, purnawirawan angkatan darat itu langsung memeluk Prabowo yang berdiri di depannya.
Keduanya nampak berbicara sejenak di tengah ratusan massa yang menyambut Prabowo di GOR Majapahit, Mojokerto pada Minggu (24/2) kemarin.
.
“Semoga bapak menjadi presiden, saya dukung bapak,” kata Yusuf sambil meneteskan air mata.
Prabowo terlihat menenangkan bawahannya itu dan memeluknya dengan erat.
“Terimakasih atas doanya,” bisik sang jenderal.
.
Ya, Yusuf sengaja datang ke Mojokerto karena ingin bertemu dengan Prabowo. Dia juga berkeliling untuk meyakinkan kawan-kawannya agar memilih Prabowo menjadi presiden.
“Begitu saya tahu jadwalnya langsung kesini, saya kemarin dari Banyuwangi,” kata pria yang kini tinggal di Bandung dikutip Kantor Berita RMOLJatim, Senin (25/2).

Yusuf mengaku lama menjadi bawahan Prabowo. Dia mengenal atasannya itu saat pangkatnya masih perwira menengah.
“Karena beliau saya bangga dan semoga menjadi presiden,” tambahnya.
.
Yusuf bercerita, dia mendampingi Prabowo sejak bertugas di Timor Leste puluhan tahun yang lalu. Menurut dia, Prabowo adalah seorang atasan yang peduli dan perhatian dengan bawahannya.
.
Yusuf masih ingat, ketika dia harus makan sepiring berdua, di tengah hutan, wilayah Viqueque, Timor Leste.
“Waktu itu kami makan sepiring berdua, saya pertama nggak mau. Tapi Pak Prabowo ngotot memerintah saya harus makan,” tandasnya.
.
Yusuf juga masih ingat bagaimana Prabowo pernah bertempur di Mapenduma menghadapi pemberontak di Papua. Ketika itu, dia bersama Prabowo mengejar para pemberontak untuk merebut sandera.
Meski diberondong tembakan dari atas bukit, Prabowo bersama anak buahnya tetap tak gentar untuk mengejar.
.
“Kita kontak tembak di hutan, Pak Prabowo juga ikut bertempur waktu itu,” tambahnya lagi.
.
“Beliau memimpin langsung. Sebagai komandan dia tidak hanya duduk di kursi, tapi beliau di lapangan. Kalau orang berbicara tidak benar saya nggak percaya. Karena saya puluhan tahun bersama beliau. Hidup mati bersama beliau,” pungkasnya.

Editor : Agus WA

I am here when I was soldier.

KODIM 0701 BANYUMAS GELAR TMMD SENGKUYUNG TAHAP I TAHUN 2019

BANYUMAS—Kodim 0701/Banyumas menggelar Upacara Pembukaan Kegiatan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung I TA 2019 pada hari Selasa (26/02/19) di Desa Kanding Kec. Somagede Kab. Banyumas dengan tema ” Melalui TMMD Kita Tingkatkan Kebersamaan Umat Serta Semangat Gotong-Royong dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara Guna Mewujudkan Ketahanan Nasional”.

Bertindak sebagai Inspektur Upacara Bupati Banyumas Ir. H. Ahmad Husein yang dihadiri Forkopimda, TNI/Polri dan OPD kab. Banyumas. Adapun Sasaran dalam TMMD Sengkuyung Tahap I Tahun 2019 Kodim 0701/Banyumas diantaranya sebagai berikut 1. Sasaran Fisik meliputi Pembangunan jalan Rabat beton Panjang 790m X Lebar 3m, Pembangunan Talud Panjang 80m X 2,4m, RTLH sebanyak 11 unit dengan rincian Baznas 2 unit, Dana Desa 8 unit dan Bakad Kec.Somagede 1 unit.

2. Sasaran Non Fisik meliputi Penyuluhan-penyuluhan dari Dinas Instansi Terkait sesuai jadwal yang dibuat oleh Diskominfo selaku Koordinator sasaran Non Fisik, Pasar murah dengan koordinator Disperindag dan bidang perekonomian, Pengobatan Gratis dari Lintas Komunitas Banyumas, Bantuan sembako gratis dari Basnas 100 paket, TP PKK Kab. Banyumas 50 paket, dan Bantuan bibit ikan dari Dinas Perikanan.

Amanat Gubernur Jawa Tengah yang disampaikan Bupati Banyumas Ir. H. Ahmad Husein menyatakan, rasa syukur Alhamdulilah hari ini diberikan nikmat sehat, kekuatan dan semangat sehingga bisa hadir untuk meneguhkan komitmen mengabdikan demi kemajuan Indonesia melalui TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Tahap I Prov Jateng Tahun 2019.

” Inilah cara kita merawat dan mengikat kebersamaan serta kegotong-royongan untuk mengatasi persoalan-persoalan kebangsaan, sinergitas dan kemanunggalan TNI dengan Rakyat, serta pemerintah pusat. Dalam pelaksanaan TMMD nanti harus memberikan manfaat kepada masyarakat, ” ungkapnya.

Editor : Agus WA

Monday, February 25, 2019

POTENSI BENCANA ALAM DI BANYUMAS

Purwokerto – Masyarakat Banyumas diajak untuk semakin mewaspadai potensi bencana alam yang masih mengancam pada musim hujan ini. Kewaspadaan ini penting untuk mengurangi risiko bencana.

Ketua Tim Reaksi Cepat Penananggulangan Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (TRC PB BPBD) Banyumas, Kusworo, mengatakan, dari pemetaan BPBD, bencana alam terbagi atas tiga jenis.

Wilayah Banyumas bagian barat sering identik dengan bencana alam tanah longsor. Di Banyumas bagian tengah seringkali terjadi angin kencang. Di wilayah Banyumas bagian timur beberapa waktu lalu juga terjadi bencana banjir.

“Kalau potensi banjir adalah wilayah Kecamatan Sumpiuh dan Tambak terutama wilayah selatan jalan nasional Purwokerto-Yogyakarta. Sementara untuk wilayah utaranya masih rawan longsor seperti Banyumas bagian barat,” katanya. Dijelaskan Kusworo, upaya pengurangan risiko bencana (PRB) terus digalakkan oleh pemerintah bersama dengan masyarakat.

Melalui berbagai komunitas peduli bencana inilah, BPBD terus mendorong masyarakat untuk semakin waspada dan melaksanakan PRB. Kewaspadaan terhadap tandatanda alam juga didorong semakin ditingkatkan. “Di wilayah rawan longsor, waspadai gerakan tanah.

Di wilayah rawan angin, kami minta kesukarelaannya untuk memangkas pepohonan sekitar pemukiman yang rawan tumbang,” jelasnya. Sementara itu, dari pemantauan Suara Merdeka selama musim hujan ini, di Banyumas telah terjadi sejumlah bencana alam.

Di wilayah wilayah Kabupaten Banyumas bagian timur khususnya Kecamatan Sumpiuh, sebulan lalu juga telah terjadi banjir akibat luapan sungai. Kerusakan infrastruktur jalan, hingga rumah penduduk juga terjadi akibat bencana tanah longsor di wilayah Banyumas bagian barat antara lain di wilayah Kecamatan Kedungbanteng hingga Gumelar.

Sementara itu di wilayah Kecamatan Ajibarang, pergerakan tanah juga terus terjadi. Seminggu lalu, kejadian tanah longsor juga membuat satu rumah milik Kasiman, warga di Grumbul Kalisalak, Desa Karangbawang, terpaksa dibongkar.

Dua rumah lainnya, yaitu milik Sukardi (70) dan Sumardi (68) juga mengalami retak-retak akibat terancam pergerakan tanah. Istri Sumardi, Ruminah (68), mengaku khawatir setiap hujan deras terjadi. Apalagi bangunan rumah bagian belakang dalam kondisi telah menggantung.

Pasalnya bagian belakang rumah tersebut telah longsor hingga sedalam lima meter. “Pokoknya kalau sudah hujan besar, kami khawatir. Di sini saya tinggal bersama suami saja. Saudara saya, Kasiman, bahkan sudah pindah dari sini karena rumahnya rusak berat,” katanya.

Dijelaskan Ruminah, kondisi tanah bergerak telah terjadi selama tiga bulan terakhir, terutama ketika musim hujan tiba. Kondisi tanah di wilayah RT3 RW3 memang termasuk rawan longsor. Namun dari dulu, wilayah di bawah lokasi jalan kabupaten tersebut sudah menjadi pemukiman warga. “Kalau hujan deras, saya dan keluarga lebih baik mengungsi ke rumah saudara.

Kami pun tak berani kalau tinggal di rumah bagian belakang yang saat ini telah dalam kondisi terancam,” jelasnya. Dari pemantauan di lokasi kejadian, warga juga telah memasang pancang bambu di lokasi tanah longsor di lokasi tanah longsor di rumah Sumardi.

Meski telah dipancang bambu, namun kondisi tanah tersebut terus bergerak sehingga terus mengalami penurunan. “Karena itulah, kami sebagai warga berharap ada perhatian dari pemerintah desa ataupun daerah. Semoga segera ada penanganan sehingga kami tak terus menerus mengungsi ketika hujan deras turun,” katanya.

Sebagaimana penuturan warga, setelah kejadian tanah longsor tersebut, pemerintah desa telah mengadakan survei ke lokasi dan melaporkan kejadian tersebut kepada pihak terkait. Namun hingga kini belum ada kejelasan penanganan terhadap bencana tersebut. Padahal, warga sudah lama terus mengharapkan penanganan terhadap bencana alam tersebut.

Editor : Agus WA

Sunday, February 24, 2019

Pangdam IV Diponegoro Sambut Presiden Joko Widodo Di Cilacap

Cilacap – Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Muhammad Efendi bersama Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono M.M., M. Hum., Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Bupati Cilacap Tato. S menyambut kedatangan Presiden RI Ir. H. Joko Widodo di Bandara Tunggul Wulung Cilacap, Senin (25/2/2019).

Presiden RI Ir. H. Joko Widodo beserta rombongan tiba di Bandara Tunggul Wulung pada pukul.09.00 wib dengan menggunakan Pesawat milik TNI AU jenis CN-295/A-2908.

Sementara itu, pejabat yang turut serta dalam rombongan Presiden RI diantaranya Menteri ESDM, BUMN dan Mensos serta Sekretaris Kabinet RI Pramono Anung, Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono, Sekretaris Militer Presiden RI Marsda TNI Trisno Hendradi, Dan Paspampres Mayjen TNI Maruli Simanjuntak serta beberapa pejabat penting lainnya.

Selepas transit diruang tamu Bandara, pada pukul.09.30 wib Presiden RI beserta rombongan meninggalkan Bandara Tunggul Wulung Cilacap menuju tempat peresmian PLTU Karangkandri Cilacap.

Pangdam IV/Diponegoro dan Kapolda Jawa Tengah juga turut dampingi Presiden RI menuju tempat peresmian PLTU Karangkandri Cilacap.

Editor : Agus WA

Saturday, February 23, 2019

Kegiatan Hari Peduli Sampah Nasional di Banyumas

https://youtu.be/NOnLEKjAaso

Kegiatan Hari Peduli Sampah Nasional di Banyumas

KORAMIL DAN WARGA KARYA BAKTI BERSAMA MEMBUAT JALAN TEMBUS

Pekuncen – Koramil 15/Pekuncen Kodim 0701/Banyumas bersama masyarakat melaksanakan kerja bhakti pembuatan jalan tembus Desa Karangklesem ke Tumiyang, yang berlokasi di Grumbul Gombong Bolong RT 01 RW 06.

Kegiatan karya bakti tersebut merupakan salah satu bentuk Kemanunggalan TNI-Rakyat guna mewujudkan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Kehadiran TNI bagi rakyat sangatlah didambakan untuk mengatasi kesulitan rakyat.

Kerja bhakti yang melibatkan masyarakat dan anggota Koramil 15/Pekuncen dengan sasaran pembuatan jalan tembus tersebut diharapkan akan mempermudah akses jalan penghubung antar dusun di desa setempat lebih lancar, kegiatan ekonomi dan pertanian dapat meningkat, karena infrastruktur yang makin baik.

Pjs. Danramil 15/Pekuncen Kapten Inf Kuswandi mengatakan TNI senantiasa akan selalu membantu masyarakat dan inilah wujud dari Kemanunggalan TNI-Rakyat yang sesungguhnya, TNI akan selalu hadir ditengah-tengah masyarakat.

Disampaikan Danramil bahwa kegiatan gotong royong ini merupakan sarana yang paling efektif untuk membangun semangat persatuan dan kesatuan antara TNI dan Rakyat guna mewujudkan kemanunggalan yang semakin kokoh, menciptakan nuansa penuh keakraban dan persaudaraan antara sesama warga sehingga tercipta hubungan emosional yang kuat.

Editor : Agus WA

Friday, February 22, 2019

HARI JADI KABUPATEN BANYUMAS KE 448


Purwokerto – Hari Jumat, 22/2/2019 menjadi hari penting bagi Kabupaten Banyumas. Di hari ini, Banyumas sudah berusia 448 tahun. Ulang tahun kali ini bertepatan dengan tahun politik. Sebab, pada 17 April nanti akan dilaksanakan pemilu legislatif dan pemilihan presiden.

Maka, ulang tahun Banyumas kali ini bisa dijadikan momen untuk menciptakan tahun politik yang damai. Hal itu seperti diungkapkan Ketua DPRD Banyumas Juli Krisdianto SE saat tasyakuran hari jadi Banyumas, Kamis (7/2).

“Ciptakan Pemilu 2019 dengan tertib dan aman untuk memilih presiden, wakil presiden dan anggota legislatif,” katanya. Dia juga mengajak seluruh masyarakat Banyumas untuk dapat menggunakan hak pilihnya pada pemuli 17 April mendatang dengan rasa suka dan suasana yang aman dan damai meski pilihan berbeda.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, hari jadi Banyumas diisi dengan beragam acara. Pada Kamis (7/2) Bupati Ir Achmad Husein dan Wakil Bupati Banyumas Drs Saderwo Tri Lastiono didampingi Pimpinan DPRD, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda), serta para pejabat eksekutif di jajaran Setda Banyumas melakukan ziarah ke makam bupati pertama Banyumas, Raden Djoko Kahiman.

Bupati Banyumas Ir Achmad Husen mengatakan, Raden Djoko Kahiman memiliki jiwa yang kesatria dan tidak mementingkan diri sendiri. Ketika mendapat hadiah dari Sultan Pajang Hadiwijaya berupa Penobatan sebagai Adipati Warga Utama II, tapi karena keikhlasannya beliau membagi wilayah kekuasaannya menjadi 4 kepada saudara-saudaranya yang lain. “Jiwa kesatria dan rela berkorban inilah yang patut kita teladani,” kata Husein.

Di hari yang sama, juga dilaksanakan ruwatan di Pendapa Duplikat Sipani Banyumas. Sekretaris Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Banyumas Suwondo mengatakan, kegiatan tersebut merupakan agenda tahunan dalam rangkaian Peringatan Hari Jadi Kabupaten Banyumas. “Ruwatan ini ditujukan untuk memohon keselamatan dan kelapangan rezeki kepada Tuhan Yang Maha Esa bagi seluruh masyarakat Banyumas,” katanya.

Pada Minggu (17/2) dilaksanakan kirab pusaka di Jalan Jenderal Sudirman, Purwokerto. Masyarakat pun antusias untuk melihat kirab tersebut.

Editor : Agus WA

Thursday, February 21, 2019

TNI-Polri Dan Warga Sapu Bersih Pasar Wage Purwokerto

Banyumas – Pusat perdagangan terbesar bagi masyarakat Purwokerto khususnya para pedagang usaha kecil dan menengah, Pasar Wage Purwokerto pada Kamis (21/2/2019) diserbu pasukan TNI dan Polri serta Dinas/Instansi Pemkab Banyumas, sejumlah ormas dan pelajar.

Ratusan personel tiga pilar dan komponen masyarakat Purwokerto menyerbu pasar Wage yang terbilang saat ini sebagai pasar modern, untuk melaksanakan pembersihan dilingkungan pasar, dalam rangka Hari Peduli Sampah Nasional Tahun 2019.

Prajurit TNI dari Korem 071/Wijayakusuma, Kodim 0701/Banyumas, Balak Aju Kodam IV/Diponegoro jajaran Korem 071/Wijayakusuma, bersama anggota Polri dari Polres Banyumas, Dinas/Instansi Pemkab Banyumas, Ormas, pelajar dan masyarakat, bahu membahu bersama-sama melaksanakan pembersihan lingkungan pasar.

Danrem 071/Wijayakusuma Kolonel Kav Dani Wardhana, S.Sos., M.M., M.Han., pada kesempatan terpisah menyampaikan kondisi kebersihan disebagian wilayah Indonesia masih tergolong rendah, dibanding negara-negara Asean. Hal ini dapat dilihat akan adanya sampah yang bertebaran dimana-mana, karena belum dikelola dengan baik. Padahal dinegara-negara lain, sampah telah menjadi barang yang bernilai, seperti untuk pupuk organik. Karenanya, dalam rangka memperingati hari peduli sampah nasional 2019, pemerintah mencanangkan program Hari Peduli Sampah Nasional.

“Langkah pemerintah tersebut, kemudian direspon Panglima TNI dengan menginstruksikan Kotama jajaran TNI untuk melakukan langkah konkrit merealisasikan kegiatan peduli sampah diseluruh satuan TNI”, ungkapnya.

“Momentum ini, diharapkan dapat menggugah kesadaran masyarakat akan pentingnya gotong royong dan budaya hidup bersih”, paparnya.

Disampaikan Danrem, maksud dan tujuan kegiatan ini, agar kesadaran masyarakat terhadap budaya hidup bersih semakin membaik. Selain itu, untuk membangkitkan motivasi budaya gotong royong diantara prajurit TNI, anggota Polri, Pemda, ormas, LSM, mahasiswa, pelajar dan komponen masyarakatnya dalam rangka melestarikan lingkungan hidup yang bersih, sehat dan bernilai”, jelasnya.

Editor : Agus WA

TNI – POLRI MENJAMIN KEAMANAN PEMILU 2019

Siap.

YONIF 406 DAN WARGA LAKSANAKAN HPSN DI SENTUL GARDEN

Purbalingga – Yonif 406/CK melaksanakan Karya Bakti bersama masyarakat dan pelajar dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) tahun 2019.

Karya Bakti kebersihan kali ini dilakukan di Sentul Garden di Desa Karang Sentul Kabupaten Purbalingga Kamis (21/2/2019).

Kegiatan ini merupakan kegiatan TNI bersama masyarakat untuk memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang diperingati pada 21 Februari 2019. Tema yang diusung pada HPSN kali ini, Kelola Sampah Untuk Hidup Bersih, Sehat Dan Bernilai.

Satria Bakti Bangsa Negara

Editor : Agus WA

Tuesday, February 19, 2019

KENDARAAN OPERASIONAL PRAJURIT YONIF 406/CK DIPERIKSA DENPOM IV/PURWOKERTO

Purbalingga – Yonif 406/CK menggelar apel pemeriksaan kendaraan dinas maupun kendaraan pribadi yang digunakan oleh prajurit, kegiatan ini dilaksanakan di lapangan upacara Mako Yonif 406/CK. Purbalingga, Rabu (20/2). Apel pemeriksaan itu menghadirkan seluruh kendaraan dinas dan pemegangnya serta kendaraan pribadi milik Prajurit. Pemeriksaan dilakukan oleh Pasi Intel Yonif 406/CK Letnan Satu Inf Karno , staf Intel, anggota Provost dan Anggota Denpom IV/1 Purwokerto.

Wadan Yonif 406/CK Mayor Inf Widiantoro, ikut mengecek kondisi dan kesiapan kendaraan dinas baik cek fisik kendaraan maupun administrasinya. “Apabila ada kenderaan prajurit yang tidak lengkap, akan kita data kemudian sesegera mungkin untuk dilengkapi kekurangannya. Pemeriksaan ini sebagai salah satu cara untuk memastikan kendaraan dinas dan kendaraan pribadi yang digunakan sehari-hari selalu dalam kondisi terbaik dan siap digunakan kapan saja”. Pemeriksaan dimulai dari kondisi kendaraan hingga kelengkapan surat-surat kendaraan harus lengkap seperti STNK kendaraan dinas maupun kendaran pribadi, SIM C TNI, SIM A, SIM C dan KTA. Untuk pemeriksaan kelengkapan fisik kendaraan dinas seperti spion, lampu, plat nomor kendaraan, lampu sen, dan helm standar TNI AD harus dilengkapi, kemudian kelengkapan fisik kendaraan dicocokkan dengan surat-surat kendaraan dan identitas pemegang kendaraan dinas serta kendaraan pribadi. Tujuan pemeriksaan kendaraan dinas tersebut untuk membudayakan disiplin tertib berlalu lintas dan menekan angka pelanggaran berlalu lintas bagi Prajurit Yonif 406/CK. . .

Satria Bhakti Bangsa Negara

Editor : Agus WA


Monday, February 18, 2019

216 Bintara Muda Perkuat Kodam IV/Diponegoro

Panglima Kodam IV/Diponegoro, Mayjend TNI M. Effendi, S.E,. M.M, melantik 216 orang Bintara berpangkat Sersan Dua (Serda) lulusan Pendidikan Pertama Bintara (Dikmaba) TNI AD TA. 2018 di Lapangan Koesen Hiro Hoesodo Rindam IV/Diponegoro, Senin (18/2).

Sebagai lulusan terbaik Dikmaba TNI AD Rindam IV/Diponegoro TA. 2018 diraih Serda Risang Lukito, pemuda asal Getasan Kab. Semarang (orang tua petani).
Prestasi terbaik kedua diraih Serda Robin Benaja T. dari Medan (orang tua swasta). Dan prestasi terbaik ketiga diraih Rifqi Indrian P. dari Kebumen (orang tua wiraswasta).

Pada kesempatan tersebut Pangdam juga mengambil sumpah ke 216 Bintara sesuai agama dan kepercayaan masing-masing.

Diterangkan Pangdam, pengambilan sumpah tidak saja karena perubahan status dari sipil menjadi Bintara TNI Angkatan Darat, akan tetapi juga membawa konsekuensi logis sebagai awal dari tuntutan tugas yang harus diemban sebagai abdi negara di bidang pertahanan dan sebagai amanah yang harus dipertanggung jawabkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, TNI, rakyat, bangsa dan negara.

“Pengambilan sumpah ini mutlak dilaksanakan sebagai wujud pengakuan negara terhadap para peserta upacara sebagai seorang prajurit TNI Angkatan Darat. Selain itu juga kewajiban bagi seorang prajurit untuk setia secara lahir dan batin kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD tahun 1945,” ungkap Pangdam.

Pada kesempatan tersebut, Pangdam berharap agar nantinya dapat lahir prajurit-prajurit yang mampu berprestasi untuk waktu yang akan datang.

“Jadilah prajurit TNI Angkatan Darat yang dapat dibanggakan oleh keluarga, masyarakat dan TNI Angkatan Darat serta bangsa dan negara,” tuturnya.

Para lulusan Bintara tersebut sebelumnya sudah mengikuti Pendidikan Pertama Bintara selama 5 bulan di Sekolah Calon Bintara Rindam IV/Diponegoro dibawah pimpinan Letnan Kolonel Inf Aris Prasetyo, S.I.P.

Usai dilantik, para prajurit Bintara akan menempuh pendidikan lanjutan sesuai dengan kecabangan masing-masing.

Hadir dalam upacara tersebut, Danrem 072/Pamungkas, Irdam IV/Diponegoro, Danrindam, Asintel Kasdam IV/Diponegoro, Wadan Rindam IV/Diponegoro, Waaspers KasdamIV/Diponegoro, Dandim 0705/Magelang, Walikota Magelang, para Kabag dan Dansatdik Rindam IV/Diponegoro, Ketua Persit PD IV/Diponegoro beserta pengurus, serta Forkopimda Kota Magelang dan tamu lainnya.

Editor : Agus WA

Joni Untung ( kaos biru), Pemilik dan Instruktur di Gladiator Fitnes.

Gepokan Game, Edukatif dan Atraktif

Sunday, February 17, 2019

Yonif 406 Candra Kusuma Laksanakan Jambanisasi

Prajurit Yonif 406/CK melaksanakan kegiatan karya bakti (Karbak) jambanisasi, bagi masyarakat kurang mampu dan yang belum memiliki jamban. Kali ini, sasaran jambanisasi atau pembuatan jamban adalah di rumah seorang buruh tani, Suwardi (36) warga Desa Toyareka Kecamatan Kemangkon, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, yang dilaksanakan pada Senin (18/02/2019).

Pembuatan jamban gratis bagi masyarakat kurang mampu ini sebagai wujud kepedulian Satuan Yonif 406/CK terhadap kondisi masyarakat di wilayah binaannya yang belum memiliki jamban. Karena kondisi kehidupan masyarakat tanpa memiliki jamban, apabila dibiarkan berlarut-larut akan berpengaruh terhadap kesehatan lingkungan dan warga itu sendiri.

Pembuatan jamban di wilayah Binaan Yonif 406/CK dilaksanakan secara tersebar di setiap desa. Sebelum pembuatan, dilakukan pengecekan dan pendataan di lapangan sehingga akan tepat sasaran.

“Meski dengan keterbatasan anggaran yang ada namun pengadaan jamban masih kita lakukan.Yang terpenting, masyarakat bisa hidup sehat, dengan memiliki jamban di rumah.”

Salah satu fungsi jamban tersebut adalah sebagai penyedia sarana sanitasi jamban sehat (hygiene sanitation) berbasis masyarakat, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk Stop Buang Air Besar (BAB) Sembarangan.

Kegiatan pembuatan jamban ini merupakan wujud Karya Bakti TNI untuk kepentingan masyarakat, yang meliputi bidang fisik dan non fisik, dalam rangka memantapkan Kemanunggalan TNI dan Rakyat.

Kegiatan ini selain dapat meringankan beban masyarakat, juga akan tercapai terjalinnya komunikasi sosial guna memperkokoh kemanunggalan TNI dan Rakyat,

“Melalui kegiatan jambanisasi ini, mari kita wujudkan masyarakat sehat dan sejahtera.”

Editor : Agus WA

Saturday, February 16, 2019

Angin Puting Beliung Mengamuk Di Desa Kemawi Kecamatan Somagede Kabupaten Banyumas

Pada hari Sabtu sekira pukul 16.30 WIB di Rt. 03 / 02 Desa Kemawi Kec. Somagede Kab. Banyumas, telah terjadi hujan yang disertai Angin Puting Beliung yang mengakibatkan Tiang Listrik dan beberapa Pohon Tumbang dan ada yang menimpa Rumah Warga serta melintang di jalan.

Menurut Serda Sumanto, anggota Babinsa Koramil 09 Somagede Kodim 0701 Banyumas yang ada dilokasi kejadian menuturkan bahwa kronologis kejadian berawal pukul 15.00 hingga 18.00 WIB, ketika Hujan Deras yang mengguyur Wilayah Kecamatan Somagede. Hujan deras ini disertai Angin Kencang sehingga mengakibatkan Pohon dan tiang listrik di Desa Kemawi Kec. Somagede Kab. Banyumas tumbang melintang jalan bahkan ada 3 (tiga) Rumah Warga yang tertimpa.

Untuk Data korban yang meninggal dunia hingga saat ini masih nihil. Sedangkan kerugian materiil ada tiga rumah penduduk yang tertimpa pohon. Dari data yang didapat dilapangan, rumah tersebut diantaranya milik :

1. Bpk Karto Miarjo (Tutur), umur 63, pekerjaan Tani. Alamat Rt.03 Rw 02 Desa Kemawi. Rumah bagian belakang tertimpa Pohon Pete.

2. Bpk Karjana, umur 65, pekerjaan Tani. Alamat Rt.03 Rw.02 Desa Kemawi.
Rumah bagian Dapur tertimpa Pohon Durian.

3. Bpk Ngiman Umur 45, pekerjaan Tani. Alamat Rt.03 Rw.02 Desa Kemawi. Rumah bagian belakang tertimpa Pohon Pala.

Selain itu ada Tiang Listrik dan Pohon Pete Tumbang melintang Jalan. Tepatnya Di depan Rumah Bpk Nasimin, umur 56, pekerjaan Pedagang. Alamat Rt.03 Rw. 02 Desa Kemawi.

Dengan kejadian ini Langkah dan tindakan yang telah dilakukan oleh aparat yang berwenang adalah pada pukul.17.00 WIB hingga 21.00, anggota Babinsa Koramil 09 Somagede Srd Sumanto, beserta 4 (empat) Personi BPBD DPP Sertu Kusworo dan 6 (enam) Personil Tagana serta 2 (dua) Personil dari PLN Mendatangi Lokasi untuk mendata dan melakukan kegiatan penanganan dengan berusaha membersihkan jalan dari pohon yang tumbang.

Rencana kegiatan untuk melaksanakan perbaikan Rumah yang tertimpa pohon akan dilaksanakan besok, Minggu 17 Pebruari 2019, sambil menunggu bantuan matrial dan personil untuk mengerjakanya.
Angin puting beliung yang melanda wilayah Kecamatan Somagede tersebut juga terdampak ke wilayah Kecamatan Kemranjen dan Sumpiuh. Namun dampaknya tidak begitu parah. Hanya warga melihat adanya angin kencang yang menerjang pepihonan. ” Hanya daun-daun dan ranting pohon kecil saja. Tidak begitu besar dampaknya “, demikian tutur Siran, salah satu warga Desa Petarangan Kecamatan Kemranjen yang melihat kejadian tersebut (ags)

Editor : Agus WA

Gladiator Fitnes Tambak Banyumas. Yang Muda Semakin Perkasa, Yang Tua Tetap Prima. Be a Macho Man.

Angin Puting Beliung Mengamuk Di Desa Kemawi Kecamatan Somagede Kabupaten Banyumas

Pada hari Sabtu sekira pukul 16.30 WIB di Rt. 03 / 02 Desa Kemawi Kec. Somagede Kab. Banyumas, telah terjadi hujan yang disertai Angin Puting Beliung yang mengakibatkan Tiang Listrik dan beberapa Pohon Tumbang dan ada yang menimpa Rumah Warga serta melintang di jalan.

Menurut Serda Sumanto, anggota Babinsa Koramil 09 Somagede Kodim 0701 Banyumas yang ada dilokasi kejadian menuturkan bahwa kronologis kejadian berawal pukul 15.00 hingga 18.00 WIB, ketika Hujan Deras yang mengguyur Wilayah Kecamatan Somagede. Hujan deras ini disertai Angin Kencang sehingga mengakibatkan Pohon dan tiang listrik di Desa Kemawi Kec. Somagede Kab. Banyumas tumbang melintang jalan bahkan ada 3 (tiga) Rumah Warga yang tertimpa.

Untuk Data korban yang meninggal dunia hingga saat ini masih nihil. Sedangkan kerugian materiil ada tiga rumah penduduk yang tertimpa pohon. Dari data yang didapat dilapangan, rumah tersebut diantaranya milik :

1. Bpk Karto Miarjo (Tutur), umur 63, pekerjaan Tani. Alamat Rt.03 Rw 02 Desa Kemawi. Rumah bagian belakang tertimpa Pohon Pete.

2. Bpk Karjana, umur 65, pekerjaan Tani. Alamat Rt.03 Rw.02 Desa Kemawi.
Rumah bagian Dapur tertimpa Pohon Durian.

3. Bpk Ngiman Umur 45, pekerjaan Tani. Alamat Rt.03 Rw.02 Desa Kemawi. Rumah bagian belakang tertimpa Pohon Pala.

Selain itu ada Tiang Listrik dan Pohon Pete Tumbang melintang Jalan. Tepatnya Di depan Rumah Bpk Nasimin, umur 56, pekerjaan Pedagang. Alamat Rt.03 Rw. 02 Desa Kemawi.

Dengan kejadian ini Langkah dan tindakan yang telah dilakukan oleh aparat yang berwenang adalah pada pukul.17.00 WIB hingga 21.00, anggota Babinsa Koramil 09 Somagede Srd Sumanto, beserta 4 (empat) Personi BPBD DPP Sertu Kusworo dan 6 (enam) Personil Tagana serta 2 (dua) Personil dari PLN Mendatangi Lokasi untuk mendata dan melakukan kegiatan penanganan dengan berusaha membersihkan jalan dari pohon yang tumbang.

Rencana kegiatan untuk melaksanakan perbaikan Rumah yang tertimpa pohon akan dilaksanakan besok, Minggu 17 Pebruari 2019, sambil menunggu bantuan matrial dan personil untuk mengerjakanya.
Angin puting beliung yang melanda wilayah Kecamatan Somagede tersebut juga terdampak ke wilayah Kecamatan Kemranjen dan Sumpiuh. Namun dampaknya tidak begitu parah. Hanya warga melihat adanya angin kencang yang menerjang pepihonan. ” Hanya daun-daun dan ranting pohon kecil saja. Tidak begitu besar dampaknya “, demikian tutur Siran, salah satu warga Desa Petarangan Kecamatan Kemranjen yang melihat kejadian tersebut (ags)

Editor : Agus WA

Gladiator Fitnes Tambak Banyumas. Yang Muda Semakin Perkasa, Yang Tua Tetap Prima. Be a Macho Man.

Friday, February 15, 2019

SALAHUDIN SANDIAGA UNO

Setelah 74 th merdeka, baru sekarang kita punya Cawapres keren begini..
Fisik Sehat, IPK 4 lulus summa cum laude, Pengusaha, Sukses, Akhlaknya baik, Berpengalaman sebagai CEO di 100 perusahaan dll.

UNTUK DIKETAHUI
Ternyata Sandiaga Salahuddin Uno ( SANDI ) Punya Gelar Professor tetapi tidak dipakainya, Gelarnya langsung diterapkan buat kepentingan orang banyak.
Sandi pun amat jarang orang tahu kalau gajinya sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta sepersen pun tak ada yang diambilnya, melainkan langsung disedekahkan kepada orang yang kurang mampu.

TETAPI PANTASKAH IA DI BERI KESEMPATAN UNTUK MENJADI WAKIL PRESIDEN RI….?
LIHAT JEJAK RIWAYAT HIDUP NYA…!

Ternyata SANDIAGA SALAHUDIN UNO Lebih Hebat  dari Yang Kita Duga

1990
Lulus S1 dari Wichita State University, Amerika
Bang Sandi lulus dengan predikat lulusan terbaik  (summa cum laude) dari Wichita State University di Amerika.

1992
IPK 4 di Studi Master George Washington University
Bang Sandi menyelesaikan studi master (S2) di George Washington University, dan mendapatkan gelar Master of Business Administration dengan mendapatkan IPK 4,00.

1995
Direktur Termuda di Perusahaan Kanada
Bekerja dan menjabat sebagai Executive Vice President, direktur termuda di NTI Resources, Ltd, perusahaan di Kanada.

1997
Bertahan Setelah Krisis Moneter
Terkena PHK akibat krisis moneter. Kemudian ia membangun DARI NOL usahanya, mendirikan perusahaan investasi PT Recapital bersama sahabatnya Rosan Roeslani perkasa. Dari situasi yang sangat sulit hingga akhirnya berhasil memiliki 25 perusahaan dengan 50.000 karyawan.. Limapuluh ribu karyawan lho !! 2005-2008.
Organisasi Nasional
Sandi menjabat sebagai anggota KEN (Komite Ekonomi Nasional) di masa pemerintahan presiden SBY dan menjabat Ketua Umum Badan Pengurus
Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) periode 2005-2008.

2015
Menjabat Organisasi Nasional
Menjabat sebagai Ketua Umum PB PRSI (Persatuan Renang Seluruh Indonesia), Ketua Umum APPSI (Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia), Wakil Ketua Umum KADIN Bidang UMKM, dan juga menjabat sebagai Bendahara ICMI, serta pendiri AKSI (Asosiasi Kewirausahaan Sosial Indonesia) .

2016
PROFESSOR BIDANG ENTREPRENEURSHIP
Menerima gelar Distinguished Research Professor Bidang Entrepreneurship dari George Washington University, Amerika Serikat atas penelitian doktoral di bidang kewirausahaan. Emangnya gampang jadi Profesor di Amrik?
Kontribusi Kepada Masyarakat
Ia salurkan melalui yayasan yang didirikannya (MRUF, INOTEK dan Indonesia Setara), membina ribuan UKM dan start-ups di Indonesia.

Kaya dengan hasil keringat sendiri bukan warisan, membagi ilmu dan kekayaannya kepada pengusaha kecil dengan membiayai pendirian badan usaha kecil yang potensial.
Terbukti prestasi akademik sangat menunjang keberhasilan dalam menjalankan bisnisnya dan pengabdian masyarakat.

Belum lagi kecerdasan spiritualnya,
Puasa Senin Kamis
Sholat Dhuha nya rutin
Sedekah nya (gaji wagub DKI semua disedekahkan, tak serupiah pun diambil)

Editor : Agus WA

KIE Kreasi KB Drama Kader KB Desa Karanggintung Kemranjen Banyumas

Lepas Sambut Dandim 0701 Banyumas

PELARI LEGENDARIS DARI BANYUMAS MENINGGAL


Purnomo Muhammad Yudhi Meninggal Dunia

“Innalillahi wainna ilahi rajiun” telah meninggal dunia mantan pelari tercepat Indonesia Purnomo Muhammad Yudhi pada hari ini Jumat (15/2) pada pukul 09.00 WIB. Almarhum akan dikebumikan hari ini juga selepas Salat Ashar di Tanah Kusir Jakarta, Selatan. Purnomo merupakan mantan sprinter nasional asal Banyumas

Purnomo, lengkapnya Purnomo Muhammad Yudhi, adalah pria asal Purwokerto, Jawa Tengah. Pria kelahiran 12 Juli 1962 itu, mengharumkan nama Indonesia di pentas dunia.

Selain menjadi manusia tercepat di Asia menyusul pencapaian prestasinya — medali emas Kejuaraan Atletik Asia Jakarta 1985 anak petani ini lolos ke semifinal nomor lari 100 meter Olimpiade Los Angeles 1984.

Ia menjadi satu-satunya wakil Benua Asia yang berhasil masuk semifinal 100 meter Olimpiade 1984, catatan waktu yang ditorehkannya lebih baik dibanding Allan Wells, juara lari 100 meter Olimpiade Moskow. Purnomo juga pernah menjuarai Asia Terbuka di Taiwan tahun 1984, masuk semifinal 60 meter dan 200 meter Kejuaraan Dunia Atletik Gelanggang Tertutup di Paris tahun 1985. Catatan waktu tercepatnya untuk 100 meter adalah 10,29 detik.

Dalam perempat final lomba lari pesta olahraga bangsa-bangsa di dunia itu, Purnomo di seri keempat babak perempat final itu bercokol di posisi ketiga. Posisi pertama diraih Ray Stewart (Jamaika) dan Allan Wells (Inggris) pemegang medali emas Olimpiade sebelumnya. Iya bukan hanya pencapaian bagi seorang pelari Purnomo. Namun, suami dari RAy Endang Irmastiwi dan ayah dari empat orang anak itu, menjadi sprinter Asia pertama yang tampil di semifinal Olimpiade.

Selamat jalan saudaraku, semoga amal baikmu mengantarkanmu ditempat yang terbaik disisi Nya

Editor : Agus WA

Double Track Purwokerto – Kroya Dioperasikan

Di wilayah Daop 5 purwokerto saat ini ada kegiatan pembangunan jalur ganda. Dimulai dari satsiun Kutoarjo sampai dengan stasiun Purwokerto. Kegiatan pembangunan jalur ganda yang dilaksanakan oleh Direktorat Jendral Perkeretaapian (DJKA) ini, pada tanggal 28 Januari 2019 sudah mulai beroperasi untuk lintas Kroya-Kebasen-Randegan.
Usai pengoperasian jalur ganda Kroya-randegan-Kebasen, dilanjutkan dengan persiapan-persiapan untuk Operasional lintas Kebasen-Notog-Purwokerto, yang melewati 3 terowongan diantara stasiun Notog-Kebasen. Sebelumnya beberapa kali sudah dilakukan uji coba, baik dengan mesin perawatan jalur, maupun perjalanan lokomotif dan rangkaian.

Hari Jumat, 15 Februari 2019, dimulai pukul 04.10, setelah KA Progo berangkat dari stasiun Kebasen, dilaksanakan penyambungan track jalur ganda di km 361+250 dan km 361+500 antara stasiun Kebasen-Notog, sehingga jalur ganda antara Kebasen-Notog, yang melewati 3 terowongan sudah tersambung. Dan dilanjutkan operasional persinyalan antara lintas Kebasen-Notog-Purwokerto.
KA pertama yang melewati jalur ganda adalah KA Logawa relasi Purwokerto-jember. “KA Logawa sebagai perjalanan pertama yang melewati jalur baru dan masuk 3 terowongan baru diantara Notog-Kebasen, dan masih dipandu dengan kecepatan 5 km”, demikian disampaikan Manager Humas PT KAI Daop 5 Purwokerto, Supriyanto.

Dalam kegiatan penyambungan dan pengoperasian jalur ganda ini, berimbas terhadap perjalanan beberapa KA yang melewati jalur tersebut. KA – KA yang melewati jalur tersebut masih dibatasi kecepatannya 40 km/jam dari kecepatan normal 90 km/jam. Sehingga perjalanan KA mengalami kelambatan.

Beberapa KA yang mengalami kelambatan diantaranya :
– KA 188 Logawa relasi Purwokerto-jember lambat 120 menit
– KA 218 Serayu, relasi Purwokerto-Bandung-Pasarsenen lambat 70 menit
– KA 102 ranggajati relasi cirebon – Jember lambat 30 menit
– KA 221 serayu, relasi Pasarsenen-Purwokerto lambat 68 menit
– KA 121 Sawunggalih, relasi Kutoarjo-pasarsenen lambat 70 menit

“PT KAI mohon maaf atas keterlambatan perjalanan KA – KA tersebut”, demikian disampikan Supriyanto.

Kami akan berusaha maksimal untuk mempercepat pemulihan kecepatan, sehingga perjalanan KA bisa segera normal kembali.

PT KAI tetap mengutamakan keselamatan dan keamanan perjalanan KA beserta penumpang dan barang yang diangkutnya.

Editor : Agus WA