Search This Blog

Friday, August 20, 2021

Monumen Tugu Pelor (Bukit Peluru) Pernah Menjadi Kuburan Massal


Channel You Tube Agus Wahyudi Asmana, click here : https://youtube.com/c/AgusWahyudiAsmana

Kemranjen. Bangunan menyerupai bentuk Amunisi Tentara ini dapat anda temukan di wilayah “Segitiga” Kecamatan Kemranjen Kabupaten Banyumas, tepatnya di tapal batas Desa Nusamangir, Desa Sirau dan Desa Sibalung. Ditempat ini terpasang patok-patok sebagai batas ketiga desa tersebut.

Sebelumnya, bukit ini pernah menjadi kuburan massal dari Tentara Kompi Yasir Hadibroto, warga grumbul Bengkelung dan Tentara Belanda. Ketika itu, pada massa revolusi fisik terjadi pertempuran hebat di wilayah ini. Dan merupakan salah satu pertempuran paling Heroik di Kabupaten Banyumas.

Tugu Pelor (Peluru) adalah jejak sejarah perlawanan Bangsa Indonesia melawan Belanda di wilayah Kecamatan Kemranjen Kabupaten Banyumas.
Click here : https://youtu.be/2YSqpjL23Is

Panggih Firdausi, salah satu cucu dari para pejuang yang gugur ditempat tersebut menuturkan berdasarkan cerita dari ayahnya, tentang kengerian perang ketika pasukan Belanda menyerang Pasukan TNI yang dipimpin oleh Kapten Yasir Hadibroto di Grumbul Bengkelung Desa Nusamangir

” Dulunya, setiap tahun ada napak tilas disini. Setelah jenazah-jenazah dipindahkan ke TMP Tanjung Nirwana Purwokerto, kegiatan serupa sudah tidak ada. Sejak reformasi hingga saat ini, tempat tersebut terkesan terabaikan. Padahal menyimpan sejarah yang bermanfaat untuk Generasi Muda “, demikian tutur Mas Panggih Firdausi dengan suara terbata-bata menahan rasa harunya.

Film Special 17 Agustus || Ketika Orang Banyumas Bertemu Orang Madura.
Click here :
https://youtu.be/6Pu1fBNz3SU

Serma Agus Wahyudi Asmana, anggota Koramil 11 Kemranjen Kodim 0701 Banyumas yang pernah menjadi Babinsa di Desa Nusamangir menuturkan bahwa tempat tersebut pernah dibersihkan oleh Koramil 11 Kemranjen, bersama instasi lain dan warga sekitar. Sehingga sekarang menjadi bersih dan bangunannya sudah di cat. ” Pernah dibuat film dokumenternya dan dibuat Drama Kolosalnya. Agar Generasi Muda Milenial Zaman Now mengerti tentang sejarah Bangsanya, yang mungkin tidak mereka dapatkan dari sekolah “, jelas Serma Agus Wahyudi Asmana yang mengaku telah membuat video tentang Tugu Pelor dan mengunggahnya di Channel You Tube miliknya.

Akses menuju tempat ini sudah ada. Jalannya memang belum beraspal. Berupa pematang sawah (galengan) karena letaknya ditengah sawah. Banyak yang berharap pemangku wilayah setempat dapat memberi akses yang lebih luas dan mudah. Agar dapat digunakan wisata edukasi, reliji dan gemblengan mental dari Generasi Muda untuk menanamkan Rasa Nasionalisme dan agar tetap setia pada Pancasila.

Ojo Ngersulo Ono Korona
Click here :
https://youtu.be/DYtS5962zdk

Bila ada yang mencoba menghalangi aktifitas di Tugu Pelor berkaitan dengan pelestarian Monumen Sejarah Perjuangan Bangsa, perlu ditanyakan kembali jiwa nasionalismenya dan Ideologinya. Mungkin mereka bagian dari pengkhianat yang dulu pernah berkhianat pada Kompi Yasir Hadibroto. Tetap waspada, jangan lengah. Karena kelengahan awal dari kekalahan.

” Kita tidak mengkultuskan Tugu Pelor, namun saling mengingatkan bahwa sebelum kita hidup seperti sekarang ini, ada pendahulu kita yang rela berkorban untuk kita “, demikian Serma Agus Wahyudi Asmana mengakhiri cerita tentang Tugu Pelor (R.11/Fijri)


No comments:

Post a Comment