Search This Blog

Saturday, March 9, 2019

TAWUR AGUNG KESANGA DI GIRI KENDENG BANYUMAS

Banyumas – Curah hujan yang mengguyur deras tak mengurangi kekhidmatan upacara Tawur Agung Kesanga yang digelar Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Banyumas di kawasan Pura Pedaleman Giri Kendeng, Rabu (6/3). Ratusan umat Hindu dari wilayah Kabupaten Banyumas serta beberapa daerah perbatasan lain larut dalam doa-doa yang dipanjatkan. Upacara Tawur Agung Kesanga diawali dengan prosesi tawur dengan arak-arakan ogoh-ogoh serta gunungan hasil bumi. Selanjutnya ogoh-ogoh dibakar sebagai makna menghilangkan kala dan segala kekotoran diharapkan sirna dan kembali suci untuk mempertebal hubungan dengan Sang Maha Pencipta, alam, dan sesama. Upacara dilanjutkan dengan pembacaan weda-weda suci dan ditutup darma wacana. Dalam upacara tersebut, umat Hindu meminta kepada Tuhan agar bumi selalu dilimpahi kehidupan serta Nyepi menjadi ajang dan introspeksi agar kehidupan di masa mendatang menjadi semakin baik. “Tawur artinya membayar hutang manusia kepada Tuhan yang telah memberikan kehidupan seperti hasil-hasil bumi yang telah menghidupi manusia. Sedangkan Nyepi pada intinya “menyepikan diri” dari kehidupan keduniawian.” ujar Ketua PHDI Banyumas Minoto Darmo. ‎Dalam prosesi Nyepi, umat Hindu akan melaksanakan Catur Brata Penyepian yang berlangsung selama 24 jam mulai pukul 6.00 WIB pada Kamis (7/3) hingga pukul 6.00 WIB pada Jumat (8/3). ‎‎Ada empat kewajiban yang harus dilaksanakan oleh umat Hindu yaitu tidak menyalakan api (amati geni), tidak bekerja (amati karya), tidak berpergian (amati lelungan), dan tidak mendengarkan hiburan atau bersenang-senang (amati lelanguan). Melaksanakan Catur Brata bertujuan untuk mengosongkan pikiran, introspeksi diri serta berterima kasih kepada Tuhan atas kehidupan selama setahun lalu juga untuk tahun mendatang. “Nyepi dijadikan untuk melakukan renungan tentang apa yang sudah dilakukan di dunia ini seiring dengan bertambahnya usia dan apa yang belum dilakukan untuk kebaikan hidup di masa mendatang,” kata Minoto Sepekan sebelum pelaksanaan Nyepi, umat Hindu juga melakukan ritual Melasti yang d digelar di kawasan Curug Gemawang Desa Kemawi Kecamatan Somagede. Kegiatan itu digelar untuk menyucikan peralatan dan mengambil air suci untuk kebutuhan upacara.

Editor : Agus WA

No comments:

Post a Comment