Search This Blog

Friday, July 13, 2018

BRT PURWOKERTO PURBALINGGA SEGERA BEROPERASI

Info Terbaru BRT Purwokerto Purbalingga
Dinas Perhubungan Pemkab Banyumas menyatakan, trayek bus rapid trans (BRT) dari Purwokerto ke Purbalingga dan sebaliknya akan segera dioperasikan, paling cepat pertengahan Juli ini.
Diharapkan dengan adanya tambahan pilihan moda transportasi darat antarkabupaten ini, masyarakat dua kabupaten tersebut makin dimudahkan untuk kepentingan mobilitas harian.
”Dulu memang ditargetkan pada awal Juli, tetapi karena proses pelelangan tidak tepat waktu, sehingga berpengaruh pada rencana opersaional.
Kami tetap targetkan pada bulan ini launching (peluncuran), kemungkinan pada pertengahan ini,” kata Kasi Angkutan Dishub Kabupaten Banyumas, Taryono, kemarin.
Pengadaan 14 Bus
Menurutnya, kesiapannya saat ini sudah sampai pada pengadaan 14 bus yang masih dalam proses pengerjaan. Sedangkan untuk shelter BRT juga sudah rampung lelang, tinggal memasang sesuai dengan titik-titik penempatan.
”Dari hasil survei, akan ada 70 titik, tetapi karena keterbatasan anggaran sehingga baru akan disiapkan 43 unit shelter bus, 23 di wilayah Kabupaten Banyumas dan 20 di Kabupaten Purbalingga,” katanya.
Menyangkut jalur, lanjut dia, dari hasil rapat sebelumnya disepakati untuk jalur Purwokerto ke Purbalingga akan ada sekitar 26,4 km, yang dimulai dari Terminal Bulupitu Purwokerto.
Dari Purbalingga ke Purwokerto, jalurnya akan lebih panjang karena ketika masuk ke Purwokerto akan masuk wilayah perkotaan terlebih dahulu, yakni sepanjang 39 km.
Dia menjelaskan, rute meliputi dari timur arah Sokaraja belok kanan melalui jalan Pringgantil Soeparjo Rustam, kemudian ke Jl Gerilya timur, Taman Andhang Pangrenan, kemudian lewat Jalan S Parman, Srimaya ke kiri, masuk Jalan Jenderal Soedirman, Alun-alun Purwanto.
Selanjutnya diteruskan ke arah Jalan Wiraatmaja melewati Pasar Manis dan SMA 1 dan SMA 2, kemudian melewati Jalan Merdeka, dan balik lagi ke terminal Bulupitu.
”Kalau untuk laju BRT ini belum disiapkan, ada jalur khusus sehingga berbarengan dengan jalan yang ada. Untuk pemberhentiannya, BRT hanya akan berhenti di Shelter selama 5 menit dengan range waktu antar- BRTsekitar 15 menit,” jelasnya.
Kendati rute jalurnya masih bercampur dengan jalur kendaraan lain, kata dia, tidak akan mengganggu arus lalu lintas, karena jalur yang digunakan adalah jalur angkutan umum yang tak lagi beroperasi, karena diganti dengan BRT.
Ini Scrapping, jadi sifatnya mengganti angkutan dengan bus. ”Ini hanya pergantian moda, layanan milik operator dibeli dan diberi subsidi oleh pemerintah.
Subsidi juga akan diberikan kepada masyarakat dengan murahnnya tarif BRT dan dengan fasilitas yang baik seperti ketepatan waktu dan AC,” katanya.
Untuk tarif BRT, kata dia, nanti dikenai tarif sama sepanjang jalur, yakni Rp 2.000 untuk pelajar dan buruh, dan Rp 4 .000 untuk umum.
Sedangkan untuk angkutan atau koperades yang berimpitan jalur karena tidak masuk scrapping bisa menjadi kendaraan pengumpan (feeder).
”Untuk pengelolaan anggaran nanti dari Balai Trans Jateng, dari sisi operasional yang memenangkan dari Kobata Purbalingga, tetapi karena ini adalah program scrapping angkutan yang terlewati berada di dua kabupaten, sehingga Kobata dari Purbalingga dan Banyumas membentuk konsorsium yang bersama-sama akan menjadi operator dari koridor 1,”

Editor : Agus WA



No comments:

Post a Comment