
Sebagai bentuk penghargaan kepada para pendonor yang telah mendonorkan darah sebanyak 25 kali, Palang Merah Kabupaten Indonesia (PMI) Kabupaten Banyumas mengadakan kegiatan Penerimaan penghargaan Donor Darah 25 kali tahun 2018 kepada 343 pendonor darah. Para pendonor ini adalah para pendonor yang telah mencapai donor darah 25kali di periode Juli 2017 sampai Februari 2018. Acara penerimaan penghargaan donor darah 25 kali yang merupakan acara rutin tahunan ini dilaksanakan di Pendopo Sipanji Kabupaten Banyumas pada hari Sabtu 24 November 2018 dan dibuka oleh Bupati Banyumas Ir. Ahmad Husein.
Dalam sambutannya Bupati Banyumas mengucapkan banyak terimakasih kepada para peserta penerima penghargaan yang sudah mau mendonorkan darah secara ikhlas hingga mencapai 25kali. Lebih lanjut Bupati Banyumas mendoakan para pahlawan-pahlawan kemanusiaan memperoleh ganjaran dan pahala dari semua kebaikan dari para pasien yang telah diselamatkan melalui darah yang telah disumbangkan.
Ketua PMI Kabupaten Banyumas Bapak Dibyo Yuwono S.Pd mengucapkan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para peserta penerimaaan penghargaan 25kali. lebih lanjut, Ketua PMI Kabupaten Banyumas menyemangati agar para peserta mau terus mendonorkan darah hingga bisa mendapat penghargaan ke 50 kali dan 75 kali di Tingkat daerah, serta hingga 100kali oleh bapak Presiden. Selain itu Ketua PMI Kabupaten Banyumas juga melaporkan usaha yang sedang dilakukan untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas dari perolehan darah PMI Kabupaten Banyumas. Kuantitas sehingga terpenuhi kebutuhan harian yang rata-rata 160 kantong perhari, dan secara kualitas sesuai dengan standarisasi Badan Pengawas Obat dan Makanan.
Di acara ini salah satunya adalah penjelasan tentang Donor Apheresis oleh dr. Handika dari Unit Donor Darah (UDD) PMI Kabupaten Banyumas. Donor Apheresis adalah donor yang berbeda dengan donor darah pada umumnya. Pada donor darah biasa, pendonor diambil darah seluruh komponen sebanyak 350 CC. Sedangkan pada Apheresis yang diambil hanya komponen Trombosit, sedangkan komponen lainnya dikembalikan lagi ke tubuh.
Donor Apheresis ini sangat bermanfaat bagi pasien yang membutuhkan komponen Trombosit seperti pasien dengan penyakit demam berdarah. Pasien Demam Berdarah memerlukan sekitar 6 – 12 kantong darah Trombosit untuk menyelamatkan nyawanya, dimana setiap kantong didapatkan dari satu pendonor darah. Proses transfusi darah dari pendonor ke pasien bisa menimbukan reaksi transfusi seperti gatal-gatal, demam, nyeri dada, sesak napas, muntah, diare dan reaksi-reaksi lainnya. Untuk pasien yang membutuhkan banyak transfusi darah maka resiko reaksi transfusi semakin besar. Dengan Donor Apheresis maka bisa mengurangi resiko reaksi transfusi. Hal ini karena trombosit yang biasa didapatkan dari banyak pendonor, bisa terpenuhi dengan satu donor Apheresis.
Selain penjelasan tentang Apheresis, para pendonor 25kali juga dipertemukan dengan para penderita Thalasemia di Kabupaten Banyumas. Perwakilan dari para penderita Thalasemia mba Dinar Faiza mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para pendonor dan keikhlasan para pendonor adalah yang membuat para penderita Thalasemia mempunyai harapan untuk bisa hidup. Thalasemia sendiri adalah salah satu jenis penyakit yang menyebabkan pembentukan sel darah merah didalam tubuh tidak sempurna. Akibatnya, setiap 3-4 minggu sekali penderita Thalasemia harus ditransfusi darah seumur hidupnya.
Terima Kasih kepada segenap lapisan masyarakat untuk partisipasinya dalam menyelamatkan sesama melalui Donor Darah. semoga Yang Donor Sehat, Yang Didonor Selamat.
Editor : Agus WA
No comments:
Post a Comment