Sarasehan
Pendalangan se Kabupaten Banyumas diselenggarakan pada Hari Jumat, 23 Pebuari
2018 bertempat di Aula Hotel Tiara Jln. S. Parman 130 Purwokerto, yang dihadiri
sekitar 70 orang dari berbagai daerah di wilayah Banyumas yang mewakili unsur dan
tokoh kesenian Wayang Kulit dan profesi dalang. Hadir pada acara ini Ketua Dewan
Kesenian Kabupaten Banyumas Drs Sadewo, yang saat ini merupakan Cawabup Kabupaten
Banyumas Juga hadir Ketua Pepadi Kabupaten Banyumas, Ki Gempar Nardan Wisnuaji,
S.Pd
Menurut Sadewo,
pada kegiatan tersebut bukan bagian dari kampanye Pilkada, namaun dia mengkampanyekan
tentang kesenian asli Banyumas yang unik dan beragam agar dapat dikenal oleh
seluruh Bangsa Indonesia. Sebelumnya dia pernah ke Papua, di wilayah Sorong Selatan
letaknya untuk mengirim para Dalang Wayang dan Kesenian Banyumas yang diterima dengan
baik oleh warga Papua.
Sedangkan Nardan
Wisnuaji S.Pd, selaku Ketua Pepadi Kabupaten Banyumas mengharapkan bila ada pertunjukan
wayang kulit di Banyumas, seyogyanya memakai dalang asli Banyumas. Apa bila memakai
dalang wayang kulit dari luar Kabupaten Banyumas harus memiliki kwalitas lebih
baik dari dalang di Banyumas. Tujuannya untuk nguri nguri budaya wayang kulit Banyumas
agar tidak musnah begitu saja dan memberi ruang bagi para Dalang di Banyumas
agar tetap bisa berkreasi.
Ki Gempar mengharapkan
sumbangsih untuk pentas wayang kulit dapat mengangkat citra para dalang wayang
kulit di Kabupaten Banyumas, dan dari Pepadi Banyumas mengiginkan ada dalang Wayang
Kulit Kabupaten Banyumas menjadi terkenal seperti Dalang Entus dan Dalang Ki Mantep
Sudarsono. Organisasi Pepadi Banyumas sangat netral pada Pilkada serentak
nanti, namun tetap mengharapkan perhatian khusus dari Pemda Banyumas atas
keberlangsungan kesenian Wayang Kulit di Kota Satria ini.
Editor : Agus WA

No comments:
Post a Comment