Anggota Koramil 03/Patikraja Kodim 0701/Banyumas
bersama-sama dengan Polsek Patikraja membereskan sebagian bangunan pabrik mie
kuning yang berada di Desa Wlahar Kulon RT 07 RW 02 Kecamatan Patikraja, yang ambruk
karena terkena hempasan angin kencang, Jumat (6/2) lalu sekitar pukul 14.30.
(10/2). Sampai saat ini, puluhan karyawan terpaksa harus menganggur
sementara, karena tempat mereka bekerja hingga kemarin belum selesai
diperbaiki.
Danramil 03/Patikraja Kapten Inf Nakam mengatakan, angin
berasal dari halaman belakang pabrik, tepatnya dari arah makam Desa Wlahar
Kulon. Angin terlihat seperti berputar-putar dengan kencangnya. Kuatnya
hembusan angin, membuat sebagian tembok dan atap pabriknya runtuh. Tak ada
korban jiwa dalam peristiwa itu. Sebab, puluhan karyawan langsung menyadari dan
segera bergegas meninggalkan gedung.
Menurut pemilik bangunan Bp Gunawan Santosa “Anginnya itu
muter-muter. Sebagian tembok runtuh, atap juga runtuh. Alhamdulilah 65 karyawan
kami selamat,” jelasnya. Dia memperkirakan kerugian mencapai Rp 200 juta.
Sebab mie yang sudah siap kemas menjadi rusak karena diguyur
hujan. Tak hanya itu, terigu yang merupakan bahan baku mie, juga ikut terguyur
hujan dan tak bisa digunakan lagi. “Terigu tiga ton habis,” ujarnya.
Bp Gunawan berharap dalam waktu satu bulan dia sudah bisa
memperbaiki pabriknya. Menurut Gunawan, usaha yang dia jalani merupakan usaha
padat karya dan banyak dikerjakan oleh sumber daya manusia. “Sekitar 50 persen
karyawan kami terpaksa belum bisa kerja dulu. Karena tempatnya masih rusak.
Sopir-sopir jadi belum bisa mengirim barang karena barangnya tidak ada. Mesin
pun masih ada yang nganggur,” paparnya. (awa)

No comments:
Post a Comment