Wednesday, April 29, 2020

Babinsa Sosialisasikan Penggunaan Masker dan Beribadah Dirumah Saja


Kemranjen. Perda Kabupaten Banyumas Nomor 2 Tahun 2020 tentang pencegahan dan penanggulangan penyakit menjadi dasar para Babinsa Koramil 11 Kemranjen Kodim 0701 Banyumas melaksanakan kegiatan sosialisasi tentang penggunaan Masker dan kegiatan beribadah dirumah saja. Kesepakatan Bersama Forkompimda Banyumas juga menjadi pedoman bagi para Ujung Tombak Satuan Teritorial ini menyampaikan himbauan pemerintah kepada Masyarakat.

” Humanis tapi harus jelas dan tegas menyampaikannya. Agar warga memahami apa yang kita sampaikan dengan tidak menyinggung perasaannya”, demikian tutur salah satu Babinsa Koramil 11 Kemranjen yang bertugas di Desa Karangjati, Serka Agus Wahyudi Asmana.

Diakuinya, banyak pendapat yang bersifat saran, usul dan kritikan saat menjalankan tugasnya. Terutama saat penyampaian bekerja dan bribadah dirumah saja terkait penyebaran Covid19. Warga yang berkerumun di Pasar menjadi titik kegiatan sosialisasi termasuk para Jama’ah dan Ta’mir Masjid.

” Semua berharap kondisi seperti ini cepat berlalu, harus optimis bisa keluar dari keadaan ini. Jangan pasrah pada keadaan, lakukan sesuatu yang terbaik dan bermanfaat untuk orang lain terkait pencegahan penyebaran Covid19″, demikian papar Serka Agus Wahyudi Asmana saat dihubungi lewat Aplikasi Zoom.

Danramil 11 Kemranjen Kapten Cba Ahmad Mansur juga telah memerintahkan para Babinsanya untuk memberikan Surat Pemberitahuan kepada Ta’mir Masjid yang berisi agar tidak menyelenggarakan Sholat Wajib, Sholat Jum’at dan Sholat Taraweh di Masjid dan Mushola. Dengan dasar Kesepakatan Bersama Forkompimda Banyumas, Tanggal 28 April 2020 tentang pembatasan beribadah di Masjid dan Mushola dalam upaya penanggulangan penyebaran Covid19 di wilayah Kabupaten Banyumas (Koramil 11 Kemranjen )

Medsos dan Web Site Agus Wahyudi Asmana


You Tube Channel Agus Wahyudi Asmana.
Click here :
https://www.youtube.com/channel/UCor9sYrmuBdpz-WuhyC9vmw

Facebook.
Click here :
https://m.facebook.com/home.php

Instagram.
Click here :
https://www.instagram.com/agusasmana/

Twiiter.
Click here :
https://mobile.twitter.com/agusasmana

Tumblr.
Click here :
https://aguswa942.tumblr.com

Web Site.
1. Click here :
https://beritabanyumasraya.wordpress.com/
2. http://wartabanyumasraya.blogspot.com/?m=1

#AgusWahyudiAsmana
#AWSChannel
#AlfaWhiskyStudio
#VideoViralYouTube
#Pendim0701banyumas
#AgusJaploens
#DiaryBabinsa
#Babinsa
#KoramilSebelasKemranjen
#Kodim0701Banyumas
#AttaHalilintar
#BupatiBanyumas
#RiaRicis
#YouTube

Friday, April 24, 2020

Dulu, Positif itu Bermakna Bagus


Dulu, ketika masuk Bulan Ramadhan, Syaitan Laknatullah yang dikurung, sekarang sepertinya di Bulan Ramadhan, manusia yang akan dikurung di rumah. Diluar ada Covid19, yang membuat semua orang lebih takut dari Syaitan Laknattulah

Dulu, kalau ada orang rajin ke Masjid namanya orang sholeh, sekarang orang sering ke Masjid dianggap orang salah, tidak mematuhi aturan. Sholat berjama’ah di Masjid seperti berbuat salah.

Dulu, keimanan pada Allah SWT yang harus diusahakan kuat, tapi sekarang imunitas yang justru diperhatikan supaya bertahan kuat dari Covid19.

Dulu, orang yang dicambuk kalau tidak pergi ke Masjid untuk Sholat Jum’at, tapi sekarang justru orang yang dicambuk kalau pergi Jum’atan dan Sholat Berjama’ah di Masjid.

Dulu, kalau ada orang bersin membaca : Alhamdulillah, tapi sekarang kalau ada orang bersin teriak : Innalillahi, sambil berlari bubar atau menjauh karena takut tertular Covid19.

Dulu, bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh, tapi sekarang bersatu kita runtuh bercerai dan berjauhan lebih baik karena ada Covid19

Dulu, ada tamu membawa rahmat dan dimuliakan, kini ada tamu dianggap bawa penyakit laknat Covid19 dan segera pergi bila urusannya sudah selesai.

Dulu, kalau kita bertemu orang berjabat tangan, berpelukan, cipika-cipiki, bahkan memperlama jabatan tangan, tapi sekarang kalau kita bertemu orang harus angkat kaki, adu sikut, adu jotos kepalan tangan bahkan ada yang adu bokong.

Dulu, Parfum Wangi dan Minyak Misik yang kita bawa didalam tas bila bepergian, tapi sekarang Hand Sanitizer, Masker dan Sabun yang harus dibawa.

Dulu, senyum adalah sedekah, namun sekarang kita tidak pernah melihat orang tersenyum. Meskipun tersenyum, namun kita tidak akan melihat senyumnya karena tertutup masker mulutnya.

Dulu, kata Negatif maknanya tidak Bagus, tapi sekarang jaman Covid19 justru kata Positif tidak bagus maknanya.

Dulu, pulang membesuk orang tua membawa kebahagiaan, tapi sekarang membesuk orang tua disangka membawa penderitaan. Ora Iso Mulih.

Dulu, kiyai, guru ngaji, imam sholat sangat dihormati, sekarang dihindari, karena ibadah dirumah saja

“MARHABAN YAA RAMADHAN”

Wednesday, April 15, 2020

Kita Bersaudara, Dan Bersama Mencegah Penyebaran Covid19


Kemranjen. Sekitar Satu Bulan lebih “geger” Covid19 ada di tanah Nusantara, Negeri yang disatukan oleh Maha Patih Gajah Mada melalui Sumpah Palapa dan diperkirakan wilayahnya lebih luas dari NKRI saat ini. Berbagai upaya dilaksanakan oleh Pemerintah dari semua unsur dan swadaya masyarakat untuk mencegah penyebaran Virus yang epicentrumnya ada di Kota Wuhan, Cina.

Koramil 11 Kemranjen Kodim 0701 Banyumas menjadi salah satu Garda di depan bersama petugas medis dan Kepolisian dalam memerangi penyebaran Virus yang hanya bisa dilihat dengan kaca pembesar ini. Mulai dari Woro woro ke warga yang mengedukasi tentang Virus ini, penyemprotan desinfektan di fasilitas umum, membagikan Sembako untuk warga yang sangat membutuhkan, menghimbau bagi warga yang ada di perantauan agar menunda kepulangannya di kampung halaman. Bagi yang terpaksa harus pulang kampung juga dihimbau agar mengkarantinakan diri (stay at home) selam 14 Hari.

Aksi angggota TNI dari Koramil 11 Kemranjen dalam memerangi Covid19 ini, mendapat apresiasi dan simpatik dari berbagai pihak. Mulai dari ucapan Terimakasih, Salut, Haru dan Mantap yang dikirim langsung ke Nomor WA Danramil dan juga para Babinsa. Ada yang datang langsung ke Kantor Koramil 11 Kemranjen dan mendo’akan agar Anggota Koramil 11 Kemranjen selalu dilindungi oleh Allah SWT dalam melaksanakan tugasnya. Seperti yang dilakukan oleh Pak Mijan, warga Desa Kebarongan. Do’anya sangat khusuk hingga meneteskan air matanya.

Selain itu ada juga bentuk materi yang diterima oleh Koramil 11 Kemranjen dari pihak yang menaruh simpati. Seperti Hand Sanitizer dari Klinik Pratama Manunggal Kemranjen, Sabun Cair Anti Septik dan Snack Dari SMK Farmasi Bhakti Husada Sumpiuh, Masker Double Filter dari Fian Konveksi Kemranjen, Orange Water dari Toko Riski Jaya Kecila, Jamu Tradisional Jahe Merah dari Bakmi Nyemek Palem 7 Kedundpring dan Mie Ayam Raosin Kemranjen.

Danramil 11 Kemranjen Kapten Cba Ahmad Mansur memberikan ucapan Terimakasih kepada semua pihak yang telah bekerjasama dengan Koramil. ” Covid19 membawa hikmah agar kita hidup bersih, saling berbagi dan tetap beribadah meski kita disibukkan dengan pekerjaan. Dan menambah rasa persaudaraan meskipun sebelumnya tidak mengenal “, demikian tutur Danramil saat dimintai konfirmasinya di ruang kerjanya.

Waspada, Lawan Covid19 !

Monday, April 13, 2020

PERSIT BANYUMAS MEMBUAT JAMU TRADISIONAL


Banyumas – Guna menjaga kesehatan tubuh agar tetap sehat dan terhindar dari penyakit, serta mengantisipasi pencegahan penularan virus Corona (Covid-19), yang kini sudah pandemi global, Ketua Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Cabang XVI Kodim 0701/Banyumas, Ny Wiwin Candra bersama pengurus, membuat jamu tradisional untuk dibagikan kepada seluruh Anggota Kodim 0701/Banyumas serta warga yang lewat di depan Makodim 0701/Banyumas. Senin (13/04/2020)
Ny Wiwin Candra mengatakan, bahwa pembuatan jamu tradisonal guna menjaga kebugaran dan kesehatan para personel Kodim 0701/Banyumas, serta sebagai antisipasi penyebaran Covid-19 di Kabupaten Banyumas.


“Dengan dibuatnya jamu tradisional ini, harapannya semoga para anggota tetap sehat, serta tambah semangat dalam menjalankan tugas dan mudah mudahan bisa menangkal wabah virus Covid-19,” ujar Ny Wiwin Candra.
Adapun bahan rempah – rempah yang digunakan oleh Ny Wiwin Candra dan pengurus Persit KCK Cabang XVI Kodim 0701/Banyumas tersebut, yaitu Jahe Merah, Kunyit, Serai, Temulawak, Gula Aren, Garam dan lain-lain. (Kodim 0701/Banyumas)

Belajarlah Dari Ahlinya Agar Mendapatkan Ilmu Yang Baik


Bacalah ! Merupakan Wahyu Pertama yang diterima Nabi Muhammad SAW. Agar umat Islam cerdas dalam menghadapi permasalahan. Berikut Penjelasan Ilmiah Covid19 oleh dr. Moh. Indro Cahyono.

1. Virus (termasuk covid-19) adalah benda mati yang dapat hidup di media hidup. Dia tidak bisa hidup menempel apalagi memproduksi markas virusnya di benda-benda mati. Namun ada catatannya. Kalao misalnya ada orang yang sudah terinfeksi mengeluarkan droplet (cairan flu atau luda) lalu kena di baju, kain, atau meja maka dia tetap hidup selama droplet itu belum mengering. Kalao baju dicuci atau setidak-tidaknya mengering sendiri karena pengaruh lingkungan misalnya karena panas atau hembusan angin, maka virusnya akan mati. Begitupun di meja, kursi, lantai, karpet dan sejenisnya. Kalao sudah mengering ya sudah virusnya akan mati.

2. Virus ini tidak bisa hidup di udara. Dia hanya jadi butir-butir kristal saja. Semua jenis virus. Mau virus flu, TB, paru, dll. Bagaimana dengan berjabat tangan? Sama seperti penjelasan nomor satu. Walau tangan ini termasuk bagian hidup tapi selama dropletnya kering, dibersihkan maka virus pun akan mati. Karena virus hanya bisa masuk lewat tiga jalur yakni mata, hidung, dan mulut. Maka jika selesai berjabat tangan dianjurkan membasuhnya dengan antis, sabun, air panas, asing, atau cairan cuka/asam.

3. Virus tidak bisa hidup di air panas, air asing, cuka, atau cairan asam. Maka jika sudah terinfeksi segera konsumsi vitamin E (brokoli, kelor) dan vitamin C (jeruk, mangga, dll).

4. Yang terinfeksi atau dinyatakan positif berpeluang sembuh total bagi mereka yang ketahanan tubuhnya kuat, tidak memiliki riwayat penyakit bawaan seperti paru, TB, hippertensi, asma, kanker, dan tumor.

5. Bagi anak-anak muda atau yang ketahanan tubuhnya kuat yang sudah dinyatakan positif cukup treatment (perlakuan) mandiri di rumah. Karena usia produktif antibodinya berproduksi 2-3 kali lipat dibandingkan dengan manula. Anti bodi pada hari ke 4-5 akan keluar untuk menyerang virus. Untuk menekan rasa stres bagi yang sudah positif cukup mengonsumsi vitamin, dan antibiotik. Jangan ke RS yang sudah ditentukan karena itu diperuntukan bagi mereka yang produksi antibodinya rendah.

6. Jangan stres dan panik. Karena jika stres dan panik maka antibodinya akan lambat berproduksi. Dengan itulah kita mudah terserang. Apalagi stres itu hanya membuat psikosomatik (kondisi jiwa yang tersugesti) lalu membuat tubuh lemah.

7. Virus yang dikatakan bertahan hidup di tempat basah lebih dari 9 jam itu hoaks. Di panci, di kardus, di udara, di gagang pintu, di aluminium dan lainnya itu HOAKS. Sekali lagi virus tidak dapat hidup di benda-benda mati. Jika dicurigai ada droplet di sana maka cukup dibersihkan saja.

8. Pasien yang terinfeksi berpeluang sembuh seperti orang yang kena flu karena status positif itu sementara.

9. Mantan pasien positif atau yang sudah sembuh berpeluang kecil untuk terinfeksi kembali. Asumsinya, di dalam tubuh kita ini ada yang namanya sel memori. Jika dia terinfeksi kembali maka masa inkubasinya tidak selama waktu awal terifeksi. Hanya 24 jam (1 hari). Karena sel memorinya akan menampilkan data bawah orang ini pernah terinfeksi. Sehingga sehari kena besok atau paling lambat dua hari sudah sembuh lagi.

Yang paling penting dengan adanya covid-19 ini semua orang jadi sadar sehat

Tumbuhkan rasa optomisme, dan pengetahuan tentang virus. Jangan buat asumsi salah-salah yang membuat kepanikan..Tetap Semangat !

Semoga bermanfaat.

Saturday, April 11, 2020

Allah titipkan pesan melalui Covid-19


Ilustrasi Covid19

1. Makanlah yang menyehatkan lagi Halal. Jauhi makanan dan minuman Haram. Bukankah awalnya virus muncul setelah binatang binatang, liar, buas dibantai dengan kasar atau dibakar hidup hidup lalu dimakan ?

2. Jangan lagi berpakaian minim, ketat yang mengumbar aurat. Bukankah Covid-19 telah mendidik kita berpakaian serba tertutup ? semua Agama Samawi memuliakan pakaian yang rapih, bersih dan sopan.

3. Jaga ucapan, penglihatan, dan pendengaran. Bukankah masker Covid-19 telah mendidik kita menutup mulut, hudung, dan telinga ?

4. Jangan lagi ada pergaulan bebas tanpa batas, selingkuh dan hidup bersama pasangan tanpa ikatan pernikahan yang sah. Bukankah Covid-19 telah mendidik kita untuk Sosial Distancing dan Physical Distancing, jaga jarak, bahkan bersalamanpun tidak bersentuhan ?

5. Jangan lagi malas ke tempat Ibadah. Bukankah Covid-19 telah mendidik kita, bagaimana sedih dan stressnya kita tanpa ada tempat memohon, berdoa, bermunajat tak bisa beribadah berjamah dalam suasan batin yang damai. Bagaimana sedihnya melepas saudara kita yang meninggal tanpa kita ikut menshalatkan ?

6. Jangan lagi pernah abaikan rumah, keluarga dengan terlalu sibuk di luar rumah. Bukankan Covid-19 telah mendidik kita untuk banyak tinggal di dalam rumah bersama keluarga ?

7. Jangan lagi ada rasa angkuh, sombong, dan merasa besar dan serba bisa. Bukankah Virus Corona yang kecil dan tak tampak mata itu telah mendidik kita, bahwa tidak ada yang mampu mencegahnya jika Covid-19 ingin datang mampir ?, dan Covid-19 tidak mengenal status sosial miskin atau kaya, tua atau muda pembesar atau rakyat biasa, semua dihinggapi.

8. Jangan lagi jauh dari Tuhan. Sang Maha Pencipta. Bukankan Covid-19 telah mendidik kita, dalam suasana Covid-19 aktif menyebar, semua orang ketakutan dan semua orang baru mendekat berdzikir dan berdoa, memohon perlindungan Tuhan Sang Kholiq ?

9. Jaga kebersihan dan ketertiban. Bukankah Covid-19 telah mendidik kita agar selalu menjaga kebersihan badan, pakaian, barang dan lingkungan dengan rajin mandi, mencuci tangan, semprot antiseptik dan disinfektan, dan tidak sembarangan membuang sampah ?

10. Jangan lagi abai dan masa bodoh pada anugerah Allah yang melimpah tak terbatas, seperti Sinar Matahari, tumbuhan yang menyehatkan. Perbanyaklah bersyukur atas karunia gratis itu semua.
Bukankah Covid-19 telah mendidik kita agar rajin berjemur dan berolah raga, di pagi hari, rajin minum jahe, sereh, kunyit, lemon agar daya tahan tubuh kita lebih kuat ? . Tanam dan peliharalah tumbuhan yang memberi manfaat kesehatan.

11. Tingkatkan semangat kebersamaan, solidaritas, saling tolong. Jangan lagi semua dihitung berdasarkan kepentingan pribadi dan pamrih. Bukankah Covid-19 telah mendidik kita bahwa kita tidak mampu mengurus diri sendiri seorang diri, kita butuh orang lain yang meski bukan saudara seperti dokter dan perawat. Kalau tidak ditolong orang, bisa mati mendadak di jalanan saat dihindari orang karena takut tertular.

12. Berimanlah, beragamalah dengan baik. Percayalah dan yakinilah pada hal hal Ghaib yang tak tampak mata, seperti adanya Tuhan, ada Malaikat dan ada Jin. Jangan lagi menantang Tuhan dengan mengatakan, bagaimana percaya pada Tuhan sedang kita tidak bisa melihat Tuhan.
Bukankah Covid-19 mendidik kita bahwa meski Virus Corona tidak tampak. tapi ada, buktinya, banyak yang terpapar oleh Covid-19 dan meninggal.

13. Selalu mempersiapkan diri untuk kehidupan Akhirat dengan perbanyak kebaikan, meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah dan amal sholeh. Hidup di Dunia ini hanya sementara saja, sewaktu waktu bisa mati. Bukankah Covid-19 telah mendidik kita bahwa kematian bisa datang menjemput secara tiba tiba dan di mana saja.

14. Daya tahan tubuh akan kuat jika selalu berbaik sangka, sabar, syukur, ikhlas, amanah dan jujur.
Daya tahan tubuh akan melemah saat pikiran dikuasai dengki, fitnah, iri, munafik, kebohongan, hasut, ujaran kebencian dan cacian, seks bebas, seks sesama jenis, dan Narkoba.
Maka perkuatlah ketahanan tubuh dengan selalu berbaik sangka, husnudzon, ikhlas dan tawalkal. Jangan lagi ada iri, caci, dengki, ujar kebencian, fitnah dan kekerasan, Narkoba dan penyimpangan seksual.
Bukankah Covid-19 telah mendidik kita bahwa Virus Corona mudah menyerang mereka yang daya tahan tubuhnya lemah ?

15. Perkuat Silaturrahim. Jaga harmoni sesama makhluk. Jangan lagi merusak alam. Jangan ekspoilitasi kekayaan bumi secara berlebihan. Bukankah Covid-19 telah mendidik kita bahwa, adanya keseimbangan dan pengurangan polusi industri, asap mesin, keseimbangan semburan kimia beberapa minggu ini, telah membuat udara, awan dan alam ini lebih cerah dan bersih?

Sungguh pelajaran yang luar biasa dari Virus Corona.
Semoga kita semua selalu dalam lindungan Allah SWT dan dijauhkan dari semua musibah dan penyakit. Dan wabah Covid-19 cepat berlalu. Aamiin YRA

Hikmah dari setiap musibah agar manusia lebih dekat dengan Tuhannya

Tuesday, April 7, 2020

Babinsa Berikan Hand Sanitizer untuk Bidan Desa


Kemranjen. Hand Sanitizer terdengar begitu akrab di telinga kita saat ini. Alat yang difungsikan untuk membersihkan anggota tubuh terutama tangan ini, sebelumnya mungkin tidak banyak orang mengenalnya. Corona Virus Desease (Covid-19) yang membuatnya begitu terkenal, meskipun saat ini agak sulit di temukan di pasaran.

Kondisi tersebut menjadi perhatian khusus dari pihak Unsoed Purwokerto, yang akhirnya menggandeng Kodim 0701 Banyumas. Bentuknya memberikan bantuan Hand Sanitizer untuk para Babinsa dan para Bidan Desa. Alasannya karena mereka merupakan petugas yang langsung berada di lapangan dan menjadi ujung tombak pelaksanaan program kegiatan dari instansinya.

Di wilayah Koramil 11 Kemranjen Kodim 0701 Banyumas ada 15 Desa. Di setiap desa ada Babinsa yang melaksanakan tugas dan melaporkan setiap kegiatan kepada Danramil. Kemudian dihimpun dan dilaporkan kepada Dandim.

” Para Babinsa Koramil 11 Kemranjen mendapat amanah dari Dandim 0701 Banyumas untuk memberikan Hand Sanitizer kepada para Bidan Desa yang bertugas di desa di seluruh wilayah Kecamatan Kemranjen. Ini merupakan bentuk kepedulian TNI kepada petugas medis yang ada di desa,” demikian tutur Danramil 11 Kemranjen Kapten Cba Ahmad Mansur saat dimintai konfirmasinya.

Danramil juga menjelaskan, selain Bidan Desa para Babinsa juga dibekali Hand Sanitizer sebagai “Senjata Baru ” untuk mencegah penyebaran Covid-19. Karena tugasnya yang sering berada langsung di tengah-tengah masyarakat sehingga rentan tertular.

Selain itu, ada APD (Alat Pelindung Diri) yang dimiliki oleh para Babinsa, seperti ; Masker, Sarung Tangan, Kaca Mata, Sepatu Boot dan Mantel. Sedangkan di Kantor Koramil 11 Kemranjen juga disediakan Hand Sanitizer, Kran Air yang Mengalir, Sabun Detol, dan Alat Semprot Desinfektan.

Editor : Agus WA

Sunday, April 5, 2020

Saturday, April 4, 2020

Diputus Pacar Pas Lagi Sayang-Sayangnya, Pemuda Ambyar Di Jalanan, Dikira Kena Covid-19


Cerita Cinta dibalik Covid-19

 Sabtu, 4 April 2020 12:18

Magetan. Ambulans meraung-raung memecah jalan di Magetan, Jawa Timur. Petugas medis dengan Alat Pelindung Diri (APD) berupa Hazmat Suit langsung melompat dengan sigap menolong seorang pemuda yang terkapar di jalanan.

Pemuda tersebut, identitas dirahasiakan, tiba-tiba terjatuh dari sepeda motor dan tergeletak tak bergerak di pinggir sawah. Warga mengira ia terkena virus corona sehingga tidak seorangpun yang mau menolongnya.

Kejadian itu sontak membikin geger warga Magetan. Pasalnya, warga tak berani mendekat hingga akhirnya memanggil Ambulans. Petugas medis yang datang bahkan memakai Alat Pelindung Diri (APD) lengkap.

” Di pinggir jalan tersebut ramai banget, ada laki-laki kira-kira umurnya 18 tahun, naik motor tiba-tiba berhenti terus jatuh nyungsep di pinggir sawah,” tutur warga yang menjadi saksi mata pada kejadian tersebut.

Petugas medis yang sigap langsung menuju lokasi dan memeriksa pemuda tersebut. Namun, belum sampai evakuasi, sang pemuda tiba-tiba terbangun dengan wajah bingung. Seperti bangun dari mimpi.

Petugas medis pun nampak tersenyum setelah membuka APD nya. Dan cerita pada petugas yang lain, bahwa dia baru diputusin pacarnya, namanya Si Ona (nama samaran). Kemudian para petugas yang datang mencari rumah Si Ona, agar memberi penjelasan alasan mutusin cintanya Mas yang nyungsep di pinggir sawah tadi.

Sabar ya Mas, mungkin pacarmu tadi terkena Covid-19. Agar kamu tidak tertular, makanya kamu diputusin. Cari lagi ya mas, yang bebas Covid-19.

Cerita Cinta dibalik Covid-19.