Friday, January 24, 2020

Puluhan Ular Cobra Muncul di Kali Mati Comal Pemalang


Pemalang – Warga Desa Susukan Kecamatan Comal digegerkan dengan munculnya puluhan ular kobra di Kali Mati Comal. Walaupun belum sampai masuk ke pemukiman, warga dibuat resah oleh hewan berbahaya itu, kemarin.

Kepala Desa Susukan Kecamatan Comal Irfanudin menyatakan, puluhan ular kobra dengan ukuran rata-rata sebesar jempol orang dewasa pertama kali dilihat oleh warga di Kali Mati Comal sebelah Pasar Susukan atau yang menuju arah Dusun Kebagusan Pulau Desa Kebagusan Kecamatan Ampelgading.

“Jumlahnya antara 7 sampai 19 ekor,” jelasnya kepada Radar, Rabu (22/1).

Ular-ular tersebut sempat mau ditangkap oleh warga. Namun, tidak berhasil. Bahkan ada salah satu warga desa lain sempat digigit ular tersebut. Untungnya segera dilarikan ke rumah sakit sehingga tidak ada masalah.

“Sudah tertangani dan sekarang sudah pulih,” kata Irfan.

Dia mengatakan, jarak antara lokasi kejadian dengan pemukiman warga tidak terlalu jauh, sehingga sampai dengan saat ini warga masih merasa resah. Mereka khawatir ular-ular itu tiba-tiba masuk ke rumah.

“Warga sempat melakukan ronda di sekitar lokasi itu,” ujarnya.

Menurutnya, terkait munculnya puluhan hewan berbisa tersebut, pihaknya telah melaporkan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melalui kapos di Comal. Termasuk melaporkan ke camat Comal dan Unit Damkar Pemalang. Saat itu oleh Damkar, laporan diterima. Sayangnya di lembaganya belum memiliki tenaga yang khusus menangani hewan berbisa seperti ular kobra tersebut.

“Kepada warga harus lebih berhati-hati dan waspada, jika ada yang melihat segera lapor ke desa,” imbaunya.

Sementara itu saat dikonfirmasi, Kepala UPT Unit Damkar Satpol PP Pemalang Diar Hendrayanto melalui Korlap Sonhaji menyampaikan, terkait munculnya ular di Desa Susukan Kecamatan Comal, pihaknya belum merasa menerima laporan. Adapun masalah tenaga ahli yang secara spesifikasi menangani ular berbahaya, dia mengakui belum ada di instansinya.

“Kalau sekedar penanganan mudah bisa, tetapi kalau yang sulit belum ready,” kata Sonhaji.

Dia menyampaikan, penanganan ular kobra memang membutuhkan keahlian khusus, sebab bisa fatal akibatnya jika ditangani asal-asalan. Karenanya dia meminta siapapun yang melapor agar terus memantau keberadaan ular tersebut jangan sampai lari ke tempat lain. Akan sangat berbahaya jika ular itu pindah.

“Kami berusaha melayani masyarakat, saat ini sedang diupayakan tenaga khusus yang akan menangani ular,” terangnya.

Sumber by radartegal.com

No comments:

Post a Comment