Friday, February 5, 2016

JEJAK ISIS DI BANYUMAS

Sebelum pergi ke Kota Metropolitan yang dipimpin Ahok ini, Kholil berpesan kepada keluarganya agar tidak membuka Almari yang ada di kamar pribadinya. Awalnya pesan Kholil tidak menimbulkan kecurigaan dari pihak keluarga. Namun begitu mengetahui informasi diberbagai media cetak dan elektronik yang sangat ramai memberitakan orang hilang dan telah bergabung dengan organisasi terlarang, Orang Tua Kholil, Ahmad, memutuskan untuk memberitahukan tentang status anaknya kepada pihak Koramil Sumbang yang saat itu sedang melaksanakan kegiatan Karya Bhakti dan Upsus Pajale.
Atas keterangan dari Bapak Ahmad ini, Danramil Sumbang Kapten Inf Ruswanto melaporkan kepada Dandim 0701 Banyumas Letkol Inf Erwin Ekagita Yuana untuk mendapatkan perintah dan petunjuk guna menindaklanjuti laporan dari keluraga terduga Teroris ini. Agar tidak menimbulkan kegaduhan disaat penggeledahan, mengingat lingkungan yang relatif ramai, anggota Koramil dan Unit Intel yang juga mengikutsertakan perangkat desa ini, mendatangi rumah Kholil pada tengah malam disaat warga sebagian sudah tertidur lelap. Komando pengendalian kegiatan saat itu dipegang langsung oleh Dandim 0701 Banyumas dengan pelaksana tugas di lapangan adalah Dan Unit Intel.
Sebelum melaksanakan pembongkaran Almari yang memang merupakan target utama dari Operasi Lawan Insurjen (OLI) oleh Desk Anti Teror milik Kodim ini, terlebih dulu berkoordinasi dengan seluruh pihak kelurga untuk mendapatkan izin dan persetujuan pelaksanaan kegiaatan. Tidak ada kesulitan saat negosiasi berlangsung, karena pihak keluarga sudah sepenuhnya menyerahkan kepada pihak TNI.
Pada kegiatan penggeledahan telah ditemukan berbagai atribut ISIS di Almari yang sudah hampir setahun terkunci rapat itu. Ada Hardisk yang berisi rekaman video ISIS tentang kegiatan dan latihan mengeksekusi musuh, Pedang Samurai, Pistol jenis Airsoft Gun, Pisau Lipat, Topi berlogo Bendera ISIS, Buku-buku ajaran jihad, Majalah dan Tabloid tentang perjuangan Mujahidin di Timur Tengah. Juga ditemukan catatan – catatan alamat URL di situs internet dan akun khusus yang mengajarkan Jihad.
Memang, khabarnya Kholil yang tergabung di Mujahidin Indonesia Timur pimpinan Santoso ini sudah tertangkap atau terbunuh di Poso. Namun berita itu belum dapat dipastikan kebenaranya. Belum ada bukti yang otentik untuk menguatkan dugaan itu. Seandainya Kholil tertangkap, publik pasti ingin tahu saat dia dihadirkan dipersidangan. Atau, bila dia sudah tewas, pihak keluarga, sanak saudara dan rekan juga pasti ingin melihat jasadnya untuk yang terakhir kalinya. (awa)

No comments:

Post a Comment