Lewat negosiasi alot selama berbulan-bulan, Kepala Badan
Intelijen Negara (BIN) Sutiyoso,
berhasil membuat kelompok bersenjata pimpinan Nurdin bin Ismail Amat Alias
Nurdin Abu Minimi atau Din Minimi menyerah. Kelopok yang disebut-sebut sebagai
sempalan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) tersebut selama ini keberadaannya paling
diburu di Aceh.
Sebanyak 120 anggota termasuk Din Minimi menyerahkan diri
pagi tadi. Sebelumnya, malam tadi Sutiyoso
sudah melakukan pertemuan bahkan bermalam di rumah Din Minimi.
Kepada merdeka.com, Sutiyoso membagi cerita bagaimana perjalanannya kemarin hingga sampai di satu tempat yang menjadi basis kelompok Din Minimi.
Kepada merdeka.com, Sutiyoso membagi cerita bagaimana perjalanannya kemarin hingga sampai di satu tempat yang menjadi basis kelompok Din Minimi.
"Senin kemarin, saya menuju markas Din Minimi, magrib
saya sampai di tempat mereka," kata pria yang akrab disapa Bang Yos itu
saat dihubungi Selasa (29/12).
Untuk sampai ke markas Din Minimi, lanjut Bang Yos, medan yang harus dilalui tidak mudah. Dia saat itu hanya bersama satu pengawal dan satu ajudan.
Untuk sampai ke markas Din Minimi, lanjut Bang Yos, medan yang harus dilalui tidak mudah. Dia saat itu hanya bersama satu pengawal dan satu ajudan.
"Jalan yang ditempuh banyak liku-liku, licin, saya
kadang naik motor, kadang jalan. Ya ini tentu penuh risiko yang sudah saya
pertimbangkan," tambahnya.
Setelah bertemu, Sutiyoso mengaku sambutan Din Minimi cukup baik. Meskipun diakuinya suasana saat itu sangat menegangkan.
Setelah bertemu, Sutiyoso mengaku sambutan Din Minimi cukup baik. Meskipun diakuinya suasana saat itu sangat menegangkan.
"Serem banget, mereka pakai pakaian hitam-hitam bawa
AK. Dan mobil saya sempat dicegat mobil berulang. Tapi setelah bertemu sambutan
cukup baik," jelas mantan prajurit Kopassus ini.
"Ya buktinya aku sekarang aman-aman saja," pungkasnya.
"Ya buktinya aku sekarang aman-aman saja," pungkasnya.
Berikut kronologi detik-detik penyerahan diri Din Minimi dan
kelompoknya.
1. Pada 28 Desember 2015 jam 19.30 WIB, tim penjemput yang menggunakan beberapa unit mobil di antaranya jenis Pajero Sport warna putih, Double Cabin Hilux warna hitam, Toyota Fortuner warna hitam bertemu kelompok Din Minimi di daerah Desa Keude Masjid Bagok, Nurussalam, Atim.
1. Pada 28 Desember 2015 jam 19.30 WIB, tim penjemput yang menggunakan beberapa unit mobil di antaranya jenis Pajero Sport warna putih, Double Cabin Hilux warna hitam, Toyota Fortuner warna hitam bertemu kelompok Din Minimi di daerah Desa Keude Masjid Bagok, Nurussalam, Atim.
2. Pada 28 Desember 2015 jam 20.00 WIB, tim penjemput
beserta kelompok Din Minimi yang berjumlah 20 orang yang dibawa menggunakan 2
unit kendaraan jenis Panther pikap dan Chevrolet pikap bergerak dari lokasi
penjemputan melalui Jalan Medan-Banda Aceh menuju ke arah kecamatan Julok
Kabupaten Atim.
3. Setelah tiba di Julok, 2 unit mobil yang ditumpangi oleh
Deputi 2 Bin dan Direktur 23 beristirahat di Koramil Julok, sedangkan mobil
yang membawa KaBin dan kelompok Nurdin Ismail alias Din Minimi beserta seluruh
anggotanya langsung menuju ke rumah orangtua Nurdin di Desa Ladang Baroe,
Julok, kabupaten Atim.
4. Pada jam 21.00 WIB, rombongan KaBIN beserta kelompok Din
Minimi melaksanakan kegiatan doa bersama dan syukuran bertempat di rumah
orangtua Nurdin Ismail alias Din Minimi yang dipimpin oleh Tengku dan tokoh
masyarakat setempat. Dihadiri masyarakat dari yang berjumlah 120 orang.
5. Pada jam 23.00 WIB, diperoleh informasi bahwa rombongan
KaBIN serta kelompok Din Minimi menginap atau bermalam di rumah orangtua Nurdin
Ismail alias Din Minimi, selanjutnya direncanakan tanggal 29 Desember 2015
rombongan Ka Bin beserta seluruh anggota kelompok sipil bersenjata Din Minimi
akan berangkat menuju ke Kota Lhokseumawe.

No comments:
Post a Comment