Pertegas komitmennya dalam memutus mata rantai penyebaran COVID-19, TNI AD akan menggunakan helm berteknologi terbaru helmet thermal KC wearable.
Hal tersebut disampaikan Kadispenad Kolonel Inf Nefra Firdaus, S.E, M.M., dalam rilis tertulisnya di Jakarta Pusat, Sabtu (29/5/2020). Disampaikannya, helmet thermal KC wearable merupakan inovasi IT canggih untuk mendeteksi suhu tubuh beberapa orang dalam waktu yang sama, lebih cepat dan efektif dibandingkan thermo gun.
“Inovasi ini dapat mendeteksi suhu tubuh seseorang melalui jarak sampai dengan 10 meter. Selain itu dapat memeriksa suhu tubuh orang yang lebih banyak dan tentunya waktunya akan lebih cepat dan efektif. Selama ini kita hanya menggunakan thermo gun, sehingga lebih cepat dan efektif,” jelas Nefra. “Tentunya juga dapat mereduksi resiko petugas pemeriksa akibat kontak dekat jika menggunakan thermo gun,” tegasnya. “Di Mabes AD kita sosialiasi sekaligus latihkan penggunaannya. Selain untuk mendeteksi dan menyeleksi orang yang masuk ke fasilitas TNI AD, termasuk rumah sakit, ini juga menegaskan komitmen TNI dalam memutus dan mencegah penyebaran pandemi COVID-19,” lanjutnya.
Terpisah, Letda Ckm (K) dr. Eva salah satu peserta pelatihan dari kesehatan Sekolah Calon Perwira AD di Bandung menyampaikan, kehadiran helmet thermal KC wearable sangat membantu (cakra)
DR. Ir. Hj. Sri Nurdiati Dosen FMIPA dan Dosen Biokimia IPB
Inilah pakar yang benar, memberikan pencerahan dan harapan, tidak menakut- nakuti
Point penting dari diskusi:
1. Virus itu hanya bisa dikalahkan oleh "ANTIBODI"
2. "Antibodi" yg di dlm tubuh itu kyk pabrik, kadang banyak kadang sedikit.
3. Supaya produksi "anti bodi" banyak, sering konsumsi vitamin C dan E setiap hari serta berjemur Sinar Matahari Pagi.
4. Virus itu ngga mungkin dihindari, jadi pasti selalu ada, contohnya kalau bersin, bisa dipastikan ada virus disitu. Bersin indikasi tubuh menolak.
5. Kalau berhasil tembus ke hidung dekat tenggorokan, tubuh akan batuk, tanda menolak.
6. Kalau masih tembus juga, baru demam. Kalau masih tembus juga, barulah "antibodi" keluar dr pabrik utk melawan perang dgn virus.
7. Kelemahan virus itu sm sabun. Kalau ngga ada hands sanitizer, pake sabun apa saja bisa bahkan sabun cuci piring jg bisa. Dlm 3-5 menit, virus akan mati sama sabun.
8. Selama 14 hari "antibodi" kita akan merekam virus ini dan disimpan dlm *sel memori* di otak.
9. Jadi kalau kita sembuh dan suatu saat kena corona lagi, sel memori ini akan aktif dlm 24 jam (ngga perlu menunggu 14 hari lagi)
Jadi, mari kita lebih fokus ke dalam tubuh dgn meyakinkan “STOCK ANTIBODI” cukup alias vitamin C/E rutin dikonsumsi dan Berjemur Sinar Matahari yg paling mudah. Catatan tambahan dari Redaksi: Sumber vitamin C dan E terdapat pada Buah2an, kacang2an dan sayur2an, antara lain: Jeruk Manis/nipis Tomat Jambu Biji Kacang Tanah Kacang Hijau Bayam Pucuk Melinjo Pucuk Kates.
Terus semangat, Positif thinking selalu, istirahat malam yang cukup (7-8jam), tidak perlu Paranoid, berusaha melawan Virus Covid 19 & jangan lupa selalu berdoa kepada Tuhan agar di beri kesehatan,kekuatan,dan keselamatan pada kita sekeluarga, serta untuk segenap bangsa Indonesia
Presenter Deddy Corbuzier mendapat acungan jempol atas kinerjanya mengundang orang-orang berkompeten di Popcast Channel Youtube-nya.
Tak disangka, dia bahkan mengunjungi mantan menteri kesehatan Siti Supari Fadilah yang dipenjara karena kasus korupsi.
Nama Siti Fadilah sendiri kembali mencuat saat pandemi Covid-19 dan menyuarakan agar Indonesia tidak tunduk dengan WHO atau Bill Gates soal pembelian vaksin.
Siti adalah sosok yang mampu menentang WHO saat wabah flu burung merebak di Indonesia beberapa tahun silam. Dia mampu menang melawan WHO sehingga tidak terjadi pembelian massal vaksin untuk flu burung dan pandemi berhasil diselesaikan.
Deddy menyebut, dia mengunjungi Siti di salah satu rumah sakit. “Ibu Siti Fadilah saat ini terbaring sakit di rumah sakit. Dipindahkan dari penjara sejak kemarin,” tulisnya via akun Instagramnya.
Dia mengungkapkan saat malam ketika suara hujan masih menggerutu, dia datang menjenguknya di Rumah sakit. “Sesampainya saya disana, disambutnya dengan senyum seorang ibu,” lanjutnya.
Kepada Deddy, Siti masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya, bahwa dia tidak bersalah atas kasus yag seakan dibuat untuknya. “Dan mulutnya langsung berucap, “Saya tidak korupsi pak. Saya mati untuk bangsa. Saya lah satu satunya orang di dunia saat itu yang berhasil menyetop pandemi. Dan saya sekarang di penjara,” ucapan Siti ke Deddy.
Mendengar semua itu, Deddy tak kuasa menahan tangis. “Saya menatapnya, mendengarnya bercerita. Dan Saya menangis. Banyak yang beliau tak berani sampaikan, perjuangannya, siksaan batinnya, hidupnya,” paparnya.
“Wawancara ini terjadi atas permintaan Ibu Siti Fadilah, Mantan Menkes kita yang pernah berjuang melawan WHO dll dan berhasil menghentikan Pandemi flu burung bukan hanya di Indonesia, tapi dunia. Beliau dituduh korupsi (tidak terbukti) dan dijebloskan dalam penjara hingga saat ini,” ungkapnya.
Dalam video yang diunggah Deddy, Siti menjelaskan tidak menerima sepeserpun uang yang dituduhkan dikorupsinya. Menurutnya, dua bawahannya yang terlibat dan sudah membayarkan uang Rp6 miliar dan tidak dihukum, sementara dia malah dipenjara. Pada saat persidanganpun, tidak ada bukti, namun JPU mengabaikan itu.
“Saya dituduh membantu dia, saya dihukum. Sangat tidak fair, negara kini tampaknya tidak berdaulat full, nyatanya bahwa lembaga hukum kadang-kadang masih dipakai untuk kekuatan tertentu untuk mengatur orang-orang yang tidak mau diatur, dibuat salahnya. Mungkin saya dikatakan tidak bisa diatur oleh siapa saya tidak tahu,” bebernya.
Kemranjen. Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari Dana Desa untuk warga yang terdampak Pademi Covid-19 di Desa Karangjati Kecamatan Kemranjen Kabupaten Banyumas telah disalurkan kepada warga yang sudah terdata oleh pemerintah Desa Karangjati. Bertempat di Ruang Rapat Balai Desa Karangjati pada Jum'at, 22 Mei 2020.
Penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa diserahkan oleh Perangkat Desa, kepada Warga Desa Karangjati sebanyak 134 penerima. Kegiatan ini juga mendapat pengawalan dari Babinsa dan Bhabinkamtibmas Karangjati serta Supervisi dari Staf Kecamatan Kemranjen.
Kades Karangjati Agus Suprihanto menyampaikan bahwa pihaknya telah bekerja secara maksimal untuk mendata warga yang berhak menerima. Dan mengharapkan uang yang didapat agar digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari hari.
" Aja nggo plesir ya, nggo tuku beras apa nggo tuku iwak bae ya ", demikian pinta Pak Kades yang di amini oleh warga yang menerima bantuan tersebut.
Warga yang menerima BLT Dana Desa, bukan warga yang telah menerima bantuan pemerintah secara rutin, seperti PKH, BPNT atau bantuan lain yang dikategorikan bantuan untuk warga yang miskin. Namun penerima BLT Dana Desa adalah warga yang dipandang perlu dibantu karena adanya wabah Covid19, sehingga berpengaruh pada pekerjaannya atau penghasilannya (Koramil 11 Kemranjen)
Kemranjen. Koramil 11 Kemranjen Kodim 0701 Banyumas melalui Babinsa Karangjati Serka Agus Wahyudi Asmana menyalurkan beras sebagai Zakat kepada warga Desa Karangjati. Rabu, 20 Mei 2020.
” Ada 10 paket Zakat yang langsung diantar kerumah warga oleh Babinsa. Merupakan Zakat yang dihimpun dari seluruh Anggota Kodim 0701 Banyumas. Kami ingin berbagi kebahagiaan dengan warga “, ungkap Danramil 11 Kemranjen Kapten Cba Ahmad Mansur di ruang kerjanya saat dimintai konfirmasinya.
Sebelumnya juga dibagikan Paket Sembako kepada warga yang sangat membutuhkan oleh Koramil 11 Kemranjen. Penyalurannya juga melalui Babinsa. Warga yang mendapat Sembako dan Zakat merupakan warga yang sangat membutuhkan, berdasar pengamatan langsung Babinsa di lapangan dan berkoordinasi dengan Pemerintahan Desa.
Menurut Agus, rasa senang dan bangga bisa menyalurkan Zakat yang merupakan bagian Zakat Fitrah dari Anggota Kodim 0701 Banyumas yang dihimpun melalui gaji. Ikut bahagia melihat warga bahagia saat menerima zakat yang berupa beras tersebut (aws)
Kemranjen. Sepuluh Hari terakhir di Bulan Puasa merupakan detik detik menghadapi kemenangan pada Hari Raya Idul Fitri. Memperbanyak amalan ibadah, seperti beriktikaf di Masjid, berbagi rejeki dengan cara bersedekah, dan puncaknya nanti berzakat dan mengumandangkan Takbir.
Kodim 0701 Banyumas juga ingin berbagi kebahagian dengan masyarakat, dengan memberikan beberapa paket Sembako kepada warga yang sangat membutuhkan melalui Babinsanya. Dandim 0701 Banyumas, Letkol Inf Candra juga berpesan langsung kepada Babinsa agar dapat menjalankan amanah tersebut dengan baik. Danramil juga harus mengawasi kegiatan Babinsanya dan hasilnya dilaporkan ke Dandim.
” Tetap jaga jarak, pakai masker dan hand sanitier saat berkegiatan “, demikian pesan Danramil 11 Kemranjen yang disampaikan pada kegiatan Apel Pagi.
Warga yang menerima paket Sembako tersebut ada yang diundang ke Koramil dan ada juga yang diantar kerumah warga yang menerima. Seperti yang dilakukan oleh Babinsa Karangjati Koramil 11 Kemranjen Serka Agus Wahyudi yang mengantarkan langsung paket Sembako tersebut hingga ke rumah warga (R.11)
Kemranjen. Himbauan Pemerintah dan Fatwa MUI agar melaksanakan ibadah di rumah saja telah diterima bersama sebagai keputusan terbaik dalam memutus rantai penyebaran Covid19 di masyarakat. Dampaknya membuat Masjid dan Mushola sangat berbeda saat ini. Yang menjadi ciri khas pada Bulan Ramadhan, seperti Sholat Taraweh, Kultum, Tadarus dan Musik Kenthongan untuk membangunkan orang Santap Sahur tidak terdengar lagi.
Meskipun begitu, aktifitas Ta’mir di Masjid dan Mushola masih ada, seperti mengumandangkan Adzan untuk Sholat Lima Waktu, karena Adzan masih diizinkan oleh Pemerintah maupun MUI, dan melaksanakan pembersihan. Selain itu untuk mencegah aksi jahat kepada Kiyai, Ustad, dan Imam dari pihak yang memanfaatkan situasi saat ini. Termasuk orang gila yang biasanya melakukan pengrusakkan bila masuk Masjid atau Mushola. Lebih dalam lagi, Masjid dan Mushola atau tempat ibadah lain adalah Benteng Utama untuk melawan Ideologi Komunis atau paham Atheis.
Melihat situasi seperti ini, Serka Agus Wahyudi Asmana Babinsa Karangjati Koramil 11 Kemranjen Kodim 0701 Banyumas telah berbagi informasi dengan para Ta’mir Masjid dan Mushola agar menemukan persamaan persepsi dan saling membantu dalam menjalankan Tugas Pokok dan Fungsinya masing masing. Sehinga tidak saling curiga dan tidak saling merasa tersinggung perasaannya. Ta’mir Masjid dan Mushola adalah orang yang dipilih berdasarkan keilmuanya dan keimanannya yang dianggap mampu. Sehingga perlakuannya berbeda dengan pelaku kejahatan atau musuh negara. Ini yang menjadi pertimbangan Pak Babinsa dalam menyampaikan informasi kepada mereka terkait himbauan beribadah di rumah saja.
Silaturahmi rutin juga dilaksanakan oleh Pak Babinsa kepada para Ta’mir Masjid dan Mushola, para Kiyai, Ustad dan para Imam Masjid dan Mushola agar bisa menerima apa yang menjadi keputusan pemerintah saat ini.
” Bersabar, semua pasti berakhir. Ini ujian kita dari Allah SWT, untuk membuat kita semakin beriman, yang mungkin sebelumnya kita telah abai kepada Sang Khalik “, demikian kalimat penutup dari Pak Babinsa kepada Ta’mir Masjid Al-Murtado di Serambi Masjid tersebut (aws)
Jakarta – Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Andika Perkasa memimpin upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Danpusterad dari Mayjen TNI Arif Rahman kepada Mayjen TNI Joppye Onesimus Wayangkau dan Pangdam XVIII/Kasuari dari Mayjen TNI Joppye Onesimus Wayangkau kepada Mayjen TNI Ali Hamdan Bogra bertempat di Gedung E Lantai Dasar, Mabesad, Jakarta, Senin (11/5/2020).
Demikian disampaikan Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Kolonel Inf Nefra Firdaus dalam rilisnya di Jakarta.
Dijelaskan oleh Nefra, bahwa pergantian tersebut berdasarkan Surat Perintah Kasad nomor : Sprin/1205/V/2020 tanggal 5 Mei 2020 tentang pemberhentian dari dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan TNI AD.
Menariknya, kedua pejabat yang dilantik tersebut merupakan putra asli Papua. Sedangkan, Mayjen Arif Rahman akan menempati posisi jabatan baru sebagai Pa Ahli TK III Kasad bidang Komunikasi Sosial.
Untuk diketahui, Komandan Pusat Teritorial Angkatan Darat (Danpusterad) yang baru, Mayjen TNI Joppye Onesimus Wayangkau merupakan putra kelahiran Serui, Papua,17 Juli 1962, lulusan Akademi Militer (Akmil) 1986 dari kecabangan Infanteri dan lulusan Lemhannas tahun 2013.
Sebelum mendapat kepercayaan jabatan promosi bintang tiga (Letjen), sebagai Danpusterad, Mayjen TNI Joppye Onesimus Wayangkau pernah mengemban sejumlah jabatan penting, diantaranya : Danbrigif 24/Bulungan Cakti (2009-2011) Asops Kasdam XVII/Cenderawasih (2011-2012), Danrem 172/Praja Wira Yakthi (2012-2013), Irdam XVII/Cenderawasih (2013-2014), Wadanpussenif Kodiklat TNI AD (2014-2015), Kasdam V/Brawijaya (2015-2016), Pati Sahli TK III Bid SosbudKum Panglima TNI (2016), dan Pangdam XVIII/Kasuari (2016-2020).
Demikian juga, Mayjen TNI Ali Hamdan Bogra. Beliau merupakan putra kelahiran Serui, Papua, 6 Januari 1963, lulusan Akademi Militer (Akmil) 1987 dan lulusan Lemhannas tahun 2015.
“Sebelumnya mendapat kepercayaan sebagai Pangdam XVIII/Ksr, Mayjen TNI Ali Hamdan Bogra menjabat sebagai Wakil Komandan Sesko TNI, sejak 14 Agustus 2019,” ujar Nefra.
Beberapa jabatan strategis yang pernah diembannya, sambung Nefra, antara lain Kapendam XVII/Cendrawasih (2011), Kasrem 171/PVT (2012) Staf Ahli Pangdam XVII/Cendrawasih bidang Ideologi Politik (2014), Paban Sahli Bid. Komphan Pok Sahli Bid. Jemen Sishanneg Sahli Kasad (2016), dan Bandep Lingkungan Sosial Setjen Wantannas (2017).
Dijelaskan Kadispenad bahwa alih tugas dan serah terima jabatan di lingkungan organisasi TNI AD, termasuk jabatan Danpusterad dan Pangdam XVIII/Ksr merupakan upaya penyegaran dalam tubuh organisasi yang dilandaskan pada kepentingan pembinaan personel dan pembinaan satuan, serta diproyeksikan bagi peningkatan kinerja organisasi, guna menjamin pelaksanaan tugas pokok TNI AD.
Ditambahkan Kadispenad bahwa untuk jabatan Danpusterad mengalami peningkatan (validasi Orgas), yang semula dijabat Pati bintang dua, menjadi Pati Bintang tiga (Letjen).
“Hal ini mengacu pada Perkasad nomor 26 tahun 2019, yang merupakan turunan dari Perpres 66 tahun 2019 tentang Susunan Organisasi TNI,” terang Nefra.
Upacara Sertijab Danpusterad dan Pangdam XVIII/Ksr dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan guna mencegah penularan pandemi Covid-19. Upacara yang berlangsung dengan tertib dan khidmat tersebut, antara lain ditandai dengan penyerahan lambang-lambang satuan, penyerahan tongkat komando dan penyematan tanda jabatan serta penandatanganan naskah serah terima jabatan dan pakta integritas.
Selain itu, sebelum pelaksanaan upacara Sertijab, yang pelaksanaannya dirangkaikan dengan laporan korps kenaikan pangkat 13 Pati TNI AD, Kasad dan semua yang hadir menyaksikan tayangan slide show dokumentasi foto-foto perjalanan karier pejabat yang melaksanakan Sertijab, sejak awal menjadi prajurit TNI sampai dengan menempati posisi saat ini, melalui videotron Mabesad, serta diakhiri sesi foto pejabat yang melaksanakan Sertijab beserta istri dengan Kasad Jenderal TNI Andika Perkasa didampingi Ketua Umum Persit KCK Ny. Hetty Andika Perkasa.
Selain Kadispenad, hadir dalam kesempatan tersebut, Wakasad Letjen TNI Moch. Fachruddin, Pangkostrad Letjen TNI Besar Harto Karyawan, Koorsahli Kasad, Irjenad, para Asisten Kasad, dan para Pati TNI AD yang naik pangkat beserta istri.
Kemranjen. Operasi Masker untuk mencegah penyebaran Covid19 di wilayah Kecamatan Kemranjen Kabupaten Banyumas terus dilaksanakan hingga akhir Bulan Mei 2020. Kegiatan ini melibatkan unsur TNI, Polri dan Pemerintah Kecamatan Kemranjen. Sasaran operasi adalah warga yang tidak mengenakan masker.
” Selain mendata warga yang tidak mengenakan masker dengan membuat surat pernyataan, sosialisasi pencegahan penyebaran Covid19 juga dilaksanakan. Bila didapati warga yang melanggar lebih dari satu kali, sebagai tindakan KTP yang bersangkutan akan diminta untuk kegiatan pembinaan di Kecamatan. Demikian tutur Tarsono, Kasi Trantib Kecamatan Kemranjen yang mengkoordinir kegiatan ini.
Danramil 11 Kemranjen Kapten Cba Ahmad Mansur melalui aplikasi WhatApps telah memberi arahan kepada anggota Koramil 11 Kemranjen yang bertugas melaksanakan operasi masker agar mendukung penuh kegiatan tersebut, karena merupakan perintah dari Dandim 0701 Banyumas untuk mendukung setiap kegiatan pemerintah dalam pencegahan penyebaran Covid19.
BANYUMAS : Sebanyak 12 Warga Desa Sirau Kecamatan Kemranjen Kabupaten Banyumas, mengembalikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Senilai Rp.600 ribu perbulan, yang seharusnya mereka terima untuk 3 bulan kedepan. Dengan diantar oleh Kepala Desa dan Camatnya mereka mengembalikan secara simbolis kepada Bupati Banyumas Achmad Husein di Pendopo Sipanji Purwokerto Rabu (06/05/2020) sore.
Kepala Desa Sirau Kecamatan Kemranjen Mualiful Khasan mengatakan bahwa sesuai intruksi Bupati pada saat rapat video conference, yang mengintruksikan agar memantau penerima BLT, siapa tahu ada yang salah sasaran. Setelah mendata, dirinya melihat ada warga yang terlihat lebih membutuhkan, maka ada warga yang menerima dengan dibandingkan tetangganya yang lebih kurang mampu maka ke 12 warganya mau mengembalikan bantuan.
“Meski mereka tidak mampu-mampu amat, tetapi melihat ada warga sekitarnya yang membutuhkan mereka dengan iklas mengembalikan. Namun kalau bisa kami usulkan Bapak Bupati agar pengganti keduabelas desa ini juga warga Sirau,” pinta Kades.
Salah satu penerima Siti Chasanah Warga RT 02 RW 06 mengungkapkan bahwa dirinya bersama 12 warga lainya seharusnya menerima program BLT untuk warga yang terimbas adanya wabah covid-19. Meski tidak terlalu kaya namun karena dirinya melihat, ada warga lain yang kurang mampu maka dengan kesadaran mengembalikan bantuan tersebut.
“Dengan kesadaran dan keiklasan karena ada warga lain yang lebih membutuhkan, saya menyerahkan kembali kepada pemerintah untuk diserahkann kepada yang lebih berhak.” Katanya.
Bupati Banyumas Achmad Husein, mengapresiasi langkah keduabelas Warga Sirau yang berinisiatif mengembalikan program BLT. Menurutnya karena luar biasa, dia mengundang ke Pendopo untuk melihat dari dekat, orang-orang yang dengan keiklasan mau mengembalikan bantuan. Menurut dia, sesuai mekanisme, bantuan sosial tersebut bisa dikembalikan tetapi juga harus dilaporkan dulu ke Mensos.
“Terima kasih bapak ibu atas keiklasan mau mengembalikan bantuan. Pasti kan ini tidaK ada paksaan dari Pak Camat dan Kepala Desa,” kata Bupati menegaskan.
Menurutnya hal tersebut benar-benar luar biasa, disaat semua dalam kesulitan ada orang yang sudah tercatat mendapat bantuan dengan sadar dan iklas mengembalikan untuk dialihkan untuk orang lain yang membutuhkan ( Humas Pemkab Banyumas )
Wangon. Masjid Almubarok yang berada di Desa Klapa Gading Kulon Kecamatan Wangon Kabupaten Banyumas berencana dibongkar oleh Ta’mirnya. Alasannya sudah tidak diperbolehkan Sholat di tempat tersebut. Surat Pemberitahuannyapun dikirimkan ke Bupati Banyumas dan Forkompimcam Wangon. Fuad yang menjadi inisiatornya, yang merupakan anak dari pemberi tanah waqaf tempat dibangunnya Masjid tersebut.
Fuad
Masjid Almubarok awalnya adalah Mushola, dikarenakan Masjid Al-Huda sebagai induknya tidak melaksanakan Sholat Jum’at karena adanya Wabah Covid-19. Sedangkan masyarakat khususnya Rw 07 menghendaki tetap Sholat Ju’mat dengan jamaah sekitar 60 orang. Akhirnya Mushola Almubarok naik setatus menjadi Masjid Almubarok tepatnya pada tgl 19 Maret 2020.
Setelah di tegur oleh pihak keamanan (Babinsa dan Bhabinkamtibmas) Desa Klapagading Kulon dengan nada mengancam akan di pidanakan apabila masih sholat berjamaah di Masjid/Mushola, Jamaah sholat Jum’at menjadi berkurang dikarenakan takut dengan ancaman. Selain itu Ta’mir Masjid Almubarok ada yang merasa tersinggung, karena melihat Babinsa dan Bhabinkamtibmas memasuki rumah ulama / Kyai Badarudin tidak melepas Sepatu.
Atas dasar kejadian tersebut, surat itu dibuat karena keresahan warga yang diintimidasi dari atas untuk tidak melaksanakan ibadah di masjid dan rasa ketersinggungan melihat Babinsa dan Bhabinkamtibmas memasuki rumah kiyai tanpa melepas sepatunya.
Kemudian alasan tetap melaksanakan beribadah di Masjid, agar Masyrakat tidak sampai kosong pikiranya, dikarenakan sekarang ini kebanyakan dirumah pada saat Pandemi Covid19, maka diisi kegiatan dengan ibadah berjamaah di masjid. Pada surat yang dikirim memang mengatasnamakan Ta’mir Masjid, untuk mencari perhatian pemerintah khususnya Forkompimcam Wangon agar segera ada respon, sebab kalau hanya atas nama pribadi maka tidak akan di respon oleh pemerintah.
Informasi diatas didapat dari Rapat Klarifikasi di Kantor Camat Wangon, Jum’at, 01 Mei 2020. Antara Ta’mir Masjid Almubarok dengan Forkompimcam Wangon Kabupaten Banyumas. Setelah rapat, saudara Fuad juga memberikan klarifikasi melalui rekaman video yang intinya meminta maaf atas tindakanya yang mungkin tidak nyaman bagi orang lain dan akan mematuhi himbauan dari Pemerintah.