Monday, September 23, 2019

Polri Ajak Masyarakat Perangi Begal

Kapolres Lumajang Halalkan Darah Begal Untuk Masyarakat Ikut Menumpas

Menyusul ada kejadian pembegal dan menyebabkan warga asal Jember meninggal dunia di Jalan Provinsi Lumajang – Jember di Desa Wonorejo Kecamatan Kedungjajang, Sabtu (21/9/2019) malam. Kapolres Lumajang, AKBP Arsal Sahban membuat pernyataan sikap terhadap begal untuk masyarakat bila menemukan serta mendapati pelaku kejahatan jalanan nan sadis itu.

Berikut isi Maklumat Kapolres Lumajang yang disampaikan melalui akun facebook pribadinya :

Kepada masyarakat Lumajang dan sekitarnya.

Saya Kapolres Lumajang mohon maaf yang sangat mendalam atas kejadian begal yang menyebabkan meninggalnya salah satu warga Jember semalam.

Ini tentu merupakan tanggung jawab saya. saya sangat merasa Bersalah atas kejadian ini.

Pelaku harus bisa kita tangkap. Katim Cobra sudah saya perintahkan agar dengan segala cara bisa menangkap pelakunya. KATIM COBRA HARUS TEMBAK DITEMPAT PELAKU BEGAL.

PELAKU BEGAL SAYA HALALKAN DARAHNYA. SILAHKAN BAGI MASYARAKAT UNTUK MENUMPAS, JANGAN TAKUT DAN RAGU.

saya juga berharap kepada masyarakat yang mengetahui pelakunya agar menginfonrmasikan kepada kami. saksi akan kami lindungi dan kami rahasiakan.

saya himbau juga kepada masyarakat Lumajang dan sekitarnya untuk tidak membeli kendaraan bodong, karena akan menyuburkan aksi-aksi begal. bila peminat motor bodong tinggi, maka suplainya pasti meningkat. Dan suplai motor bodong pasti dari tindak kejahatan seperti Begal.

Kedepan, saya akan mencari segala cara untuk membuat Lumajang aman dan terbebas dari masalah BEGAL. Mohon dukungannya dari semua lapisan masyarakat Lumajang.

MARI KITA LAWAN BALIK KEJAHATAN

Hormat saya,
AKBP DR M. Arsal Sahban, SH, SIK, MM, MH – Kapolres Lumajang

Minggu, 22 September 2019

Editor : Agus WA

Saturday, September 21, 2019

Aparat Pemerintah dan Warga Banyumas Siap Atasi Karhutla Gunung Slamet


Banyumas – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di lereng Barat Gunung Slamet, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, merambat ke wilayah Banyumas.

Komandan Kodim 0701/Banyumas Letkol Inf Candra selaku IC Comander penanggulangan Karhutla Banyumas mengatakan karhutla sudah dua hari masuk ke wilayah Banyumas, melalui Kaligua (Brebes) ke Cilongok (Banyumas), yang merupakan rembesan dari Brebes dan Tegal, tindak lanjutnya ke Selatan, mengarah ke wilayah Banyumas, masuk di Petak 58 D wilayah Perhutani. “Karhutla yang masuk ke wilayah Banyumas terdampak hutan lindung, sehingga sangat perlu dilakukan penanganan segera,” kata Dandim 0701/Banyumas Letkol Inf Chandra, Sabtu (21/9/2019).

Menurutnya, penanganan ini perlu dilakukan segera karena karhutla mengganggu ekosistem yang ada di hutan lindung tersebut.

Dikatakan Dandim, pihaknya pada hari Jumat (20/9) hingga Sabtu (21/9) pagi telah memberangkatkan tiga tim ke lokasi kejadian karhutla. “Tim pertama kita berangkatkan pada hari Jumat (20/9), pukul 16.00 WIB, di Kalipagu (Desa Ketenger, Kecamatan Baturraden, Banyumas), tapi naiknya dari Kebun Raya Baturraden. Itu berjumlah 18 orang terdiri atas BPBD, TNI, Polri, masyarakat sekitar,” jelasnya.

Selanjutnya pada pukul 23.30 WIB, tambah dia, kembali diberangkatkan tim kedua berjumlah 31 orang melalui rute yang sama untuk memperkuat tim pertama.

“Sampai tadi malam sudah sampai di Check Point 2, kemudian melakukan kegiatan pembuatan sekat. Hal ini dilakukan agar api itu tidak merambat lagi ke sektor yang nantinya akan dilalui. Kemudian di sana ditemui sudah ada asap, debu, sehingga dimungkinkan api akan melewati wilayah itu,” jelasnya.

Ia mengatakan pada Sabtu (21/9) pagi diberangkatkan tim ketiga sejumlah 41 orang untuk mengantisipasi atau menutup jalur lain yang kemungkinan akan dilewati api jika tim kedua tidak bisa mengatasinya.

“Hingga saat ini, penanganan masih berlangsung serta pihaknya bersama Bupati Banyumas, Kapolres Banyumas, dan BPBD Kabupaten Banyumas terus memantau perkembangan”, tukasnya.

“Sampai Sabtu pagi (21/9), tim kita telah mendirikan posko di Kebun Raya Baturraden. Perkembangan nanti akan kita laporkan karena memang agak sulit mencapai atau melihat titik api tersebut. Ini nanti kita berupaya menggunakan drone, kita punya drone yang (jangkauannya) sampai 10 kilometer,” terangnya.

Candra mengatakan, penanganan karhutla tersebut difokuskan dengan cara membuat sekat karena kejadiannya di hutan rimba dengan medan yang sangat berat dan banyak jurang.

“Dalam pembuatan sekat, pihaknya membuat perkiraan-perkiraan jalur yang akan dilalui api sehingga diharapkan dapat terisolasi. Ini langkah-langkah yang sudah kita lakukan termasuk menyiapkan medis di Check Point 0, pembuatan posko, kemudian sukarelawan juga kita siapkan di posko,” tambahnya.

Saat ditanya mengenai jarak posko menuju lokasi kebakaran, dia mengemukakan berdasarkan estimasi dan informasi dari masyarakat, jika berjalan kali membutuhkan waktu sekitar delapan jam perjalanan. “Tim pertama sampai di Check Point 2 itu enam jam. Untuk menuju lokasi yang kita rencanakan membuat posko itu kemungkinan sampai delapan jam,” lanjutnya.

Ia menjelaskan pihaknya akan terus memantau perkembangan penanganan karhutla di lereng Barat-Selatan Gunung Slamet yang diharapkan tidak meluas ke hutan rimba dan tidak lagi merambat hingga ke Purbalingga lagi. Hutan di lereng sebelah timur Gunung Slamet yang masuk wilayah Kabupaten Purbalingga sempat mengalami kebakaran pada pertengahan bulan September 2019.

Diketahui bahwa titik api memasuki kawasan hutan pada Kamis (19/9) pukul 07.00 WIB di koordinat 7⁰09’22,38” LS dan 109⁰11’09,86” BT petak 58D-10, RPH Karanggandul, BKPH Gunung Slamet Barat, Hutan Lindung vegetasi Rimba Alam, Wilayah KPH Banyumas Timur, Administratif Kabupaten Banyumas.

“Pada Sabtu (21/9) Pukul 09:00 WIB, Team 1 yang berada di pos 4 jalur Baturraden Lama, melaporkan telah melihat titik api pada 400 meter arah barat laut spesifik koordinat 7⁰15’48,75” LS dan 109⁰11’17,58” BT *petak 58D-12*, RPH Karanggandul BKPH Gunung Slamet Barat.
Untuk Tim 1 belum dapat langsung menjangkau titik api karena kendala kondisi georgafis dan topografi medan yang sulit.
Selanjutnya Posko dengan Team 1 melakukan koordinasi dan pemetaan serta perencanaan strageti penanganan kebakaran. Kemudian, pada Pukul 12:00 WIB, Team 1 melaporkan sebaran api memanjang 600 – 700 meter, tinggal terlihat kepulan asap. Jarak pandang 400-500 meter pada Koordinat 7⁰15’18,00” LS dan 109⁰12’05,00” BT Ketinggian 2.661 mdpl. Pada pukul 15.00 WIB, Tim 1 berhasil padamkan api, dan selanjutnya seluruh tim kami tarik turun dikarenakan perbekalan yang menipis”, terangnya.

Disampaikan Dandim Banyumas, penanganan Karhutla dilereng barat selatan Gunung Slamet akan kembali dilanjutkan hari Minggu (22/9) untuk antisipasi kemungkinan api menyala lagi menuju puncak dan berpotensi menyeberang hingga jalur Gunung Malang.

Menyinggung tentang areal yg terbakar dan kerugiannya, Dandim menyampaikan, areal yang terbakar di Petak 58D-10, 58D-11 dan 58D-12 seluas 15,00 ha dengan kerugian Rp 112.500.000,-“, pungkasnya.

Editor : Agus WA

Bakso Mercon Mas Iwan Hulk Di Kradenan Sumpiuh Kabupaten

https://beritabanyumasraya.wordpress.com/2019/09/18/mercon-yang-ada-di-bakso-tidak-dilarang/

Sunday, September 15, 2019

Rakor TMMD Reguler ke-106  Kodim 0703 Cilacap

Cilacap-Menjelang dilaksanakanya kegiatan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-106 tahun 2019, Kepala Staf (Kasdim) 0703/Cilacap Mayor Inf Ahmad Rofik Alfian memimpin Rapat Koordinasi bertempat di Ruang Data Makodim, Jln. Jenderal Sudirman No.D-1 Cilacap, Senin (16/9).

Rapat diikuti oleh para Perwira Staf Makodim diantaranya Pasiter Kapten Inf Agus Suwatoro, Pasiops Kapten Cba M. Isa Saefudin, Pasilog Kapten Inf Sueb dan para Danramil jajaran Kodim 0703/Cilacap.

Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengkoordinir dan membagi tugas tiap-tiap bidang yang nantinya akan terlibat langsung dalam pelaksanaan TMMD Reguler ke 106 yang akan dilaksanakan di Desa Cilibang, Kecamatan Jeruklegi, Kabupaten Cilacap.

Selain itu dalam forum tertutup ini, Kasdim membahas beberapa pointer yang menjadi temuan selama proses peninjauan atau survei di lokasi sasaran TMMD. Hal ini dilakukan untuk mempersiapkan baik personel maupaun materil yang nantinya akan mendukung kegiatan.

Sehingga apa yang kita lakukan akan menjamin kelancaran kegiatan tersebut, baik pra TMMD, pelaksanaan seremonial yaitu upacara pembukaan TMMD dan pelaksanaan TMMD itu sendiri, ucapnya.

“Kita sudah berusaha membuat perencanaan yang baik, membagi tugas sesuai bidang masing masing. Segala hal perlu kita persiapan dengan matang, termasuk peninjauan langsung disasaran atau dilokasi TMMD untuk mengetahui secara persil kondisi dilapangan. Dengan adanya koordinasi yang baik, menunjukan bahwa kita sudah siap untuk menyelenggarkan event TMMD Reguler ke-106 tahun 2019,” tegas Kasdim.

Editor : Agus WA

Pengesahan Warga Tingkat I Persaudaraan Setia Hati Terate


” Senadyan Jagad Iki Ajur, Kowe Lan Aku Tetep Sedulur ”

Kemranjen. Tulisan dengan makna filsafat tinggi tersebut terpasang pada acara Pengesahan Warga Tingkat I Persaudaraan Setia Hati Terate Cabang Banyumas di Desa Lebeng Kecamatan Sumpiuh. Sabtu, 14 September 2019.

Danramil 11 Kemranjen Kapten Cba Ahmad Mansur menghadiri acara ini yang mewakili Dandim 0701 Banyumas, dan mengungkapkan rasa salutnya pada Organisasi Pencak Silat yang didirikan oleh Ki Hadjar Hardjo Oetomo sekitar tahun 1917 pada jaman Hindia Belanda yang masih eksis hingga sekarang. Yang memiliki ribuan anggota di wilayah Indonesia dan aktif melaksanakan kegiatan.

Serma (purn) Wagiman, mantan anggota Koramil 11 Kemranjen Kodim 0701 Banyumas yang menjadi salah satu Tokoh Senior sebagai Pelatih di wilayah Kecamatan Kemranjen dan sekitarnya. Menurutnya, Seni Pencak Silat atau gerakan jurus bela diri yang dimiliki oleh Persaudaraan Setia Hati Terate adalah asli milik bangsa Indonesia.

Harapannya agar generasi muda menjaga warisan luhur budaya bangsanya sendiri. Belajar bela diri bukan untuk berkelahi , gagah-gagahan atau mencari gengsi, namun bela diri mengajarkan filsafat hidup yang harus dimulai dari bawah untuk meraih tingkat tertinggi. Dan itupun tidak mudah, kadang harus gagal dan terjatuh. Meskipun ada juga yang berhasil dengan mudah.

Berhasil dan Gagal inilah yang membuat anggota Perguruan Pencak Silat Persaudaraan Setia Hati Terate tetap menjaga silaturahmi. Tujuanya saling berbagi dan menjaga hubungan baik diantara mereka seperti saudara, meskipun mereka bukan saudara kandung.

Editor : Agus WA

Friday, September 13, 2019

Monumen Tugu Peluru Pernah Menjadi Kuburan Massal

Kemranjen. Bangunan menyerupai bentuk Amunusi Tentara ini dapat anda temukan di wilayah “Segitiga” Kecamatan Kemranjen Kabupaten Banyumas, tepatnya di tapal batas Desa Nusamangir, Desa Sirau dan Desa Sibalung. Ditempat ini terpasang patok sebagai batas ketiga desa tersebut.

Sebelumnya, bukit ini pernah menjadi kuburan massal dari Tentara Kompi Yasir Hadibroto, warga grumbul Bengkelung dan Tentara Belanda. Saat itu, pada massa revolusi fisik terjadi pertempuran hebat di wilayah ini. Dan merupakan salah satu pertempuran paling Heroik di Kabupaten Banyumas.

Panggih Firdausi, salah satu cucu dari para pejuang yang gugur ditempat tersebut menuturkan berdasarkan cerita dari ayahnya, tentang kengerian ketika pasukan Belanda menyerang Pasukan TNI yang dipimpin oleh Kapten Yasir Hadibroto di Grumbul Bengkelung.

” Dulunya, setiap tahun ada napak tilas disini. Setelah jenazah dipindahkan ke TMP Tanjung Nirwana Purwokerto, kegiatan serupa sudah tidak ada. Sejak reformasi hingga saat ini, tempat tersebut terkesan terabaikan. Padahal menyimpan sejarah yang bermanfaat untuk Generasi Muda “, demikian tutur Mas Panggih Firdausi dengan suara terbata-bata menahan rasa harunya.

Secara terpisah, Danramil 11 Kemranjen Kodim 0701 Banyumas Kapten Cba Ahmad Mansur menuturkan bahwa tempat tersebut sering dibersihkan oleh Koramil 11 Kemranjen, bersama instasi lain dan warga sekitar. ” Pernah dibuat film dokumenternya dan dibuat Drama Kolosalnya. Agar Generasi Muda Milenial Zaman Now mengerti tentang sejarah Bangsanya, yang mungkin tidak mereka dapatkan dari sekolah “, jelas Danramil.

Akses menuju tempat ini sudah ada. Jalannya memang belum beraspal, karena letaknya ditengah sawah. Banyak yang berharap pemangku wilayah setempat dapat memberi akses yang lebih luas dan mudah. Agar dapat digunakan wisata edukasi, reliji dan gemblengan mental dari Ormas Pemuda.

Editor : Agus WA

BBGRM di Banyumas Sukses

Penutupan kegiatan BBGRM di Desa Kedunggede Kecamatan Banyumas Kabupaten Banyumas.  Kamis, 12 September 2019

Click here :
https://youtu.be/bPUaAvjg0zQ

Saturday, September 7, 2019

LUAR BIASA, 1200 ORANG MELAKSANAKAN KARYA BHAKTI SPEKTAKULER


Banyumas – Sebanyak 1.200 orang yang terdiri dari personel TNI Kodim 0701/Banyumas, Batalyon 405/Sk, Polri, Pemda, Ormas dan masyarakat umum, bergotong-royong melaksanakan karya bhakti spektakuler pembersihan sungai Banjaran. Sabtu (07/09/2019)
Pembersihan sungai itu dipimpin langsung Komandan Kodim (Dandim) 0701/Banyumas Letkol Inf Candra, S.E., M.I.Pol. Kegiatan tersebut dilakukan di daerah aliran sungai (DAS) Banjaran yang berada di Kecamatan Purwokerto Barat Kabupaten Banyumas.

Dandim 0701/Banyumas Letkol Inf Candra, S.E., M.I.Pol. dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan karya bhakti pembersihan sungai banjaran ini dalam rangka HUT ke 74 TNI. Sebanyak 1200 orang lebih terlibat pada program Karya Bhakti Kodim 0701/Banyumas ini.
“Kami prihatin dengan kondisi Sungai Banjaran yang masih kotor dengan sampah, oleh karena itu TNI, Polri bergerak dengan pemerintah daerah serta masyarakat untuk membersihkan sungai Banjaran,” kata Dandim sesaat setelah membuka Apel.
Dandim berharap ada hasil akhir yang baik dalam pelaksanaan Karya Bakti pembersihan sungai Banjaran ini. Selain mengangkut sampah, dalam kegiatan itu masyarakat di bantaran sungai pun diberikan edukasi agar tak membuang sampah ke sungai.
“Ke depan TNI bersama pemerintah daerah serta masyarakat akan membuat upaya-upaya untuk tetap memelihara kebersihan sungai Banjaran,” ungkap Dandim.
Sementara itu, Bupati Banyumas Ir Achmad Husein menuturkan pihaknya mendukung upaya – upaya yang dilakukan Kodim 0701/Banyumas dalam menjaga kebersihan sungai banjaran dari sampah.
“Saya harapkan masyarakat tidak apriori terhadap kebijakan daerah tentang menjaga lingkungan,” jelas Bupati Banyumas.

Editor : Agus WA

BABINSA WANITA PERTAMA DI KODIM 0701 BANYUMAS


Banyumas – Sosok Babinsa Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad) masih terbilang jarang di lingkungan TNI AD. Salah satu Babinsa Kodim 0701/Banyumas Korem 071/Wijayakusma adalah seorang wanita, dialah Serka (K) Iska Yuniarti yang menjabat sebagai pembina wilayah di Desa Pasiraman Kidul di wilayah Kecamatan Pekuncen Kabupaten Banyumas.
Keberadaan Kowad sebagai Babinsa diantara masyarakat sangat positif, bahkan berharap agar bisa jadi triger (pemicu) bagi Kowad-Kowad lainnya, untuk meniti karir sebagai Babinsa.
Bersuamikan Letda Laut (KH) Indra Ardiyasa, S.E yang berdinas sebagai Danposal Kaimana Papua Barat di Lantamal XVI Sorong ini, Serka (K) Iska Yuniarti merupakan Kowad yang pertama kali ditunjuk sebagai Babinsa di lingkungan Korem 071/Wijayakusuma.
Sementara itu, Serka (K) Iska Yuniarti yang akrab dipanggil Iska, saat dihubungi melalui telepon bercerita bahwa dirinya pun tidak terpikir jika akan menjadi pembina wilayah teritorial seperti saat ini.
Menurut Serka (K) Iska Yuniarti, dengan menjadi prajurit Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad) merupakan salah satu wujud pengabdian kepada bangsa dan Negara Republik Indonesia. Selepas lulus SMA pada Tahun 2001, dengan berbekal tekad yang kuat dan motivasi yang tinggi , dirinya mendaftarkan untuk bergabung dengan TNI Angkatan Darat di Kodam III/Siliwangi. Melalui seleksi Secaba Kowad yang sangat ketat, akhirnya Iska Yuniarti dinyatakan lulus dan berhak mengikuti pendidikan Secaba Kowad di Pusdik Kowad Kodiklat TNI AD Lembang Bandung tahun 2005.
Terkait dengan jabatannya saat ini, wanita kelahiran Brebes, 35 tahun lalu itu, mengungkapan bahwa dirinya merasa bangga dan senang bisa langsung berinteraksi dan terlibat langsung dalam membantu kesulitan masyarakat.
“Tugas pokok kita diantaranya menyiapkan Ruang, Alat dan Kondisi Juang wilayah yang tangguh. Ini tantangan bagi saya, untuk bersama-sama masyarakat dan pemerintah desa menciptakan ketahanan wilayah,” tegas Serka Iska.
Diantaranya dengan membangun sarana prasarana, sosialiasi wawasan kebangsaan kepada masyarakat, khususnya generasi muda dan anak sekolah, dan lain sebagainya. Termasuk meningkatan kemanunggalan TNI – Rakyat dengan membantu masyarakat yang mengalami kesulitan.
“Setelah menikah pada tahun 2010, tantangan menjadi berat dan harus bagi waktu untuk dinas, keluarga dan pribadi, dan sekarang sudah dikaruniai 2 anak perempuan, Keisha Anindya Ardiyasa (9 tahun) dan Kinantan Amira Ardiyasa (6 tahun) ,” lanjut Iska.
Saat dikonfirmasi tentang pelaksanaan tugasnya sebagai Babinsa, ibu dua orang putri ini mengaku senang, karena bisa lebih menambah wawasan dan lebih dekat dengan masyarakat, ” ujarnya.
Bapak Agus, salah satu warga Desa Pasiraman Kidul RT 02 RW 03 mengaku senang dengan keberadaan Babinsa Serka Iska. Walaupun baru 2 bulan disini, tetapi dalam setiap kegiatan yang ada di wilayah, Babinsa selalu hadir di tengah-tengah masyarakat.
Serka (K) Iska memiliki tanggungjawab wilayah binaanya di Desa Pasiraman Kidul, keterbatasan sebagai seorang wanita, tak membuat Iska gampang patah semangat. Hal ini ditunjang motivasi dan arahan yang tiada putus dari Komandan Kodim 0701/Banyumas, Letkol Inf Candra, S.E., M.I.Pol, Danramil 15/Pekuncen Kapten Inf Subandi, maupun dari rekan-rekan sesama Babinsa.
“Semua memberikan dukungan moril. Mulai dari Dandim, Danramil, dan teman-teman Babinsa, terutama support suami, sehingga saya bisa enjoy menjalani itu semua,” ungkap Iska.
Dandim 0701/Banyumas Letkol Inf Candra, S.E., M.I.Pol mengungkapan bahwa Babinsa perempuan memiliki warna sendiri dalam membina masyarakat. “Selama ini, Babinsa identik dengan pria, namun keberadaan Iska di masyarakat menjadi warna berbeda, apalagi dia cukup cepat dalam membangun komunikasi dengan siapa saja,” tutur Dandim.

Editor : Agus WA

Tuesday, September 3, 2019

BABINSA PALING CANTIK DARI KODIM 0701 BANYUMAS

Pekuncen – Peran aktif Babinsa yang cantik ini terhadap Lansia, dengan memberikan pendamping di masyarakat pada segala bentuk kegiatan merupakan salah satu bentuk kepedulian TNI terhadap kesehatan masyarakat khususnya para warga Lansia.

Koramil 15/Pekuncen Kodim 0701/Banyumas melalui Babinsa Desa Pasiraman Kidul Serka (K) Iska bersama Kader Penggerak PKK Desa Pasiraman Kidul Ibu Rasminah melaksanakan komunikasi sosial (komsos) dengan Lansia di desa binaan di rumah Ibu Minah RT 04/1 Kec. Pekuncen Kab. Banyumas. Adapun hal tersebut di laksanakan sebagai salah satu cara untuk membangun kerjasama dengan masyarakat, sebagai Babinsa dalam rangka meningkatkan silaturahmi guna menjalin kerjasama antar Babinsa dan masyarakat desa, sehingga kalau sudah tercapai maka tugas akan berjalan dengan baik dan sukses.

Adapun dengan situasi dan kondisi sekarang harus mengikuti kemajuan jaman jangan sampai tertinggal, harus profesional juga berkualitas. Sebagai babinsa harus terjun langsung ke masyarakat dalam hubungan kemasyarakatan karena ini adalah salah satu cara komsos yang dilakukan oleh seorang Babinsa dan sebagai cara mempererat tali silaturahmi dengan warga desa binaan.yang hal tersebut dapat menjadi kedekatan hati kepada masyarakat.

Serka (K) Iska juga mengatakan Dengan kita melaksanakan komsos kita akan mendapat informasi permasalahan yang sedang di hadapi oleh warga sehingga setiap permasalahan yang timbul akan cepat teratasi dengan cepat dan tidak meluas yang akan berdampak pada tidak kondusifnya wilayah desa binaan.

Adapun dari pihak tuan rumah yaitu Ibu Minah sangat senang dan berterima kasih atas kunjungan yang dilakukan Ini bisa menjadi rasa lebih aman kepada warga masyarakat.

Dari masyarakat setempat mengucapkan matur suwun sanget kepada pak Babinsa hal seperti inilah yang banyak di harapkan oleh warga sehingga kedekatan Babinsa dan masyarakat bisa terus terjaga.

Editor : Agus WA