Sebanyak 8 ribu onthelis dari berbagai daerah di
Indonesia mengikuti Parade Onthel Satria (POS) III Komunitas Sepeda Tua
Indonesia (KOSTI). Kegiatan di area GOR Satria Purwokerto tersebut berlangsung
selama dua hari, mulai Sabtu (9/4) hingga Minggu (10/4). Sebelumnya, POS I sudah
dilaksanakan pada tahun 2012, dan POS III pada tahun 2014.
"Ini kegiatan rutin KOSTI Banyumas setiap dua tahun
sekali. Untuk mendukung dan meramaikan hari jadi Banyumas," kata ketua
pelaksana penyelenggara POS III, Kapten Inf Trimono yang saat ini menjabat
sebagai Danramil 09/Somagede Kodim 0701/Banyumas.
Ribuan onthelis dari berbagai komunitas onthel datang
dari berbagai daerah, baik di Jawa hingga luar Jawa. Dengan atribut yang mereka
kenakan masing-masing. Menurut Kapten Inf Trimono, atribut mereka pilih
sendiri, tidak ada keharusan memakai atribut. "Itu kemauan mereka sendiri.
Panitia tidak mengharuskan. Hanya biasanya mereka ingin mengenakan atribut
seperti yang dilakukan orang-orang zaman dulu," jelas Kapten Inf Trimono.
Turut memeriahkan acara “Gowes bersama mengelilingi Kota
Purwokerto” yaitu Bupati Banyumas Ir Achmad Husein, Dandim 0701/Banyumas Letkol
Inf Erwin Ekagita Yuana, S.I.P beserta jajaran Danramil, Kapolres Banyumas
serta para onthelis dari berbagai komunitas.
POS III dimulai dengan wisata turun gunung, Sabtu (9/4).
Peserta yang ingin ikut wisata turun gunung akan dibawa ke Lokawisata
Baturraden. Kemudian setelah selesai menikmati wisatanya, peserta akan pulang
ke Purwokerto dengan bersepeda. Jalur yang ditempuh dari pintu masuk Mandala turun
melalui jalur Sumbang.
Sementara hari kedua, seluruh peserta POS III, gowes keliling
Purwokerto sejauh 16,3 km. Jalur yang diambil mulai dari GOR Satria- Jl Dr
Soeparno-Jl Kampus-Jl HR Bunyamin- Jl Ringin Tirto-Jl Karangkobar-Jl dr
Angka-Jl Ahmad Yani-Jl Gatoto Subroto-Jl Bank-Jl Jenderal Soedirman-GOR Satria.
Berbagai atribut mulai dari atribut ala Presiden Soekarno, kolonial dan lainnya
dikenakan peserta dari usia 13-85 tahun.
Panitia pun menyediakan penyewaan sepeda onthel.
Sebanyak 200 sepeda habis disewakan. Pasalnya, menurut Kapten Inf Trimono,
beberapa peserta dari luar Jawa mayoritas tidak membawa sepedanya. (awa)